BSA: Software bajakan tidak melulu soal Daya Beli

Mei 28, 2009

Ardhi Suryadhi – detikinet

Jakarta – Business Software Alliance (BSA) menolak jika dikatakan keengganan pengguna komputer untuk membeli software asli hanya karena masalah harga softaware resmi tersebut yang kelewat mahal.

Kepala Perwakilan Business Software Alliance Indonesia Donny A. Sheyoputra mengatakan, itu hanyalah satu alasan namun bukan yang utama. “Namun yang paling utama adalah soal kesadaran dari pengguna,” ujarnya di sela seminar bertajuk ‘The Importance of Strict Corporate IT Policy as Defense Agains Legal Claims of Software Piracy’ yang digelar di US Commercial Service, Jakarta, Kamis (28/5/2009).

Dilanjutkan Donny, BSA selalu menghimbau anggota yang merupakan para produsen software lokal ataupun global untuk memberikan harga yang terjangkau kepada pengguna. Namun jika apa-apa dimurahkan, nanti dikhawatirkan malah akan kebiasaan.

“Kalau alasannya daya beli, dan ketika nanti daya beli mereka sudah naik maka bisa saja mereka akan tetap menginginkan harga software yang murah,” tukasnya.

Pun demikian, Donny tidak menampik, jika harga memang masih jadi bahan pertimbangan bagi pembeli software legal, terutama untuk personal user alias pengguna rumahan.

Selain kedua hal di atas — kesadaran dan daya beli — faktor yang jadi pemicu menggeliatnya penggunaan software ilegal di Tanah Air adalah terkait masalah accessibility.

“Kalau di negara lain juga memang gampang membeli software bajakan, namun di Indonesia sudah terang-terangan. Coba lihat ke Ratu Plaza, pasti akan ada para eksekutif muda yang bergaya parlente membeli barang bajakan, entah itu software, film atau musik. Jadi bukan hanya masalah daya beli,” jelasnya.

Sebagian pihak juga ada yang dituding ikut memperkeruh suasana dengan membuat konflik perihal perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual hanya untuk menguntungkan negara maju.

“Untuk hal ini memang ada sebagian orang yang masih menganggap isu HaKi sebagai sesuatu yang tidak penting,” Donny menandaskan. ( ash / sha )


AP melarang akses beritanya tanpa bayar, Akhir dari Era Web 2.0?

April 18, 2009

Perusahaan Pers terbesar di Dunia Assocaited Press mulai melarang akses atas content-nya oleh masyarakat bila mereka belum membayar langganan buanannya. AP mengeluh karena banyak perusahaan lain yang mengeduk untung besar dengan menyebarkan content miliknya yang gratis. Oleh karena itu mulai sekarang AP akan mengharuskan para pelanggannya untuk membiayar biaya keanggotaan sebelum mereka dapat men-dowbload content.

Kebijakan ini bila di-ikuti oleh berbagai penyedia berita lainnya akan menyebabkan konsep bisnis Web 2.0 akan berakhir. Tentu saja di Era Masyarakat Informasi, akan terjadi penyesuaian-penyesuaian bisnis proses agar terjadi keseimbangan baru. Salah satunya adalah akan terjadi model bisnis baru, dimana akan muncul Agregator Berita baru dimana Ia akan memperoleh berita-berita secara gratis dari para Blogger yang tersebar diseluruh dunia, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pencari berita yang memerlukan.

Berikut ini kami lampirkan berita lengkap tentan Associated Press sebagai berikut:

The End of the Web 2.0 Free-for-All

“The latest moves by the Associated Press toward putting a stranglehold on its content online, making it unavailable to other online publications who aren’t paying for it, signals the impending end to the free-for-all that’s defined Web 2.0.”

The backstory is that for months the AP — a cooperative with more than 1,400 U.S. newspaper members — has griped that its content is unfairly used online. The first publicized incident occurred in June when the AP sent the Drudge Retort a cease-and-desist letter for excerpting and linking to its content. The debate was heightened this week when in a statement and at its annual meeting the AP affirmed that it will pursue legal action against online publications that use its material without paying for it or at least sharing revenue.

“We can no longer stand by and watch others walk off with our work under some very misguided, unfounded legal theories,” said Dean Singleton, AP chairman, in a statement. “We are mad as hell, and we are not going to take it anymore.”

The AP’s issue is with publications that excerpt and link to its content, and with search engines, like Google News, which aggregate news stories that may be using the AP’s content without paying for it.

And while we know it’s hard to take seriously anyone who quotes Network in an annual statement, there’s good reason for concern.

Over the last few days there’s been much back and forth contesting the AP’s argument, with Google saying its search engine is good for news organizations, The New York Times questioning whether Yahoo is more of a friend to AP than Google is, and experts like ThinkerNetter Scott Hilton exploring the legal issues.

But regardless of the finger-pointing, the underlying theme is clear: AP does not want to share its content with those who aren’t paying for it, and that changes things drastically.

The news organization is taking a lot of heat for not playing by the rules of the digital age, but it certainly isn’t alone. YouTube has been dealing with similar anger from the large networks who, oddly enough, don’t want their content stolen and uploaded on its site. Despite our collective delusion, the content of the world does not belong to everyone, and, yes, the people who pay for it do mind when you’re making money on it and they aren’t. Crazy, we know.

AP’s harsh tactics and legal threats are out of step with how the Internet works, which is why this is such a big deal. Most organizations operate under the pretense that excerpting and linking back to content is fair game on the Web.

But, despite our cries, the facts are clear: If organizations like the AP take a stand against this whole free-for-all, where what’s mine is yours and what’s yours is ours, it will signal the end of Web 2.0.

We can stomp our feet as we like and call the AP out of touch, but we can’t shun them completely and think the Web can otherwise survive. Without content from the big guys — the news organizations, the networks — the Web as we’ve come to know it does not exist. The large organizations operate as separate entities, and the underdogs who’ve been making some form of money off of them have to figure out how to stand on their own or share the little revenue they have for access.

When the people providing the content wake up to that fact, as the AP has, and start to pull it out from under the rest of us, that’s when reality will settle in for those whose livelihood and business model rely on its availability.

— Nicole Ferraro, Site Editor, Internet Evolution


Netbook baru yang Tipis & Murah akan mendominasi Pasar PC

April 2, 2009

Dalam 3-bulan mendatang diramalkan akan terjadi Revolusi PC dimana akan marak terjual PC yang tipis dan sangat murah berbasiskan LINUX (disebut Netbook) yang mampu dengan cepat mengakses Internet, Web, Google, Yahoo, YM, Youtube, Facebook, Online-Games dan lain-lain lagi, dengan daya tahan battery yang sekali isi untuk sehari penuh. Netbook yang ada sebelumnya berbasiskan CPU ATOM yang murah tetapi lamban, hanya bagus untuk membuka dan membaca e-mail, namun sangat lelet kalau dipakai untuk aplikasi grafik, youtube, Online-Games dan streaming video. Umumnya Netbook lama masih memakai operating system Windows XP yang sangat membebani kecepatan processing komputer.

Revolusi PC ini dipicu oleh sebuah kombinasi CPU ARM yang canggih yang biasa dipakai di HP dan Smartphone atau PDA dengan Operating System LINUX. Dengan harga CPU ARM sebesar US$20 dan Operating System dan Aplikasi Linux sebesar US$3 (kalau pakai Windows XP harganya US$25), maka kombinasi ini akan memunculkan Netbook baru yang sangat kompetitif. Dibandingkan dengan processor ATOM, maka processor ARM adalah jauh lebih canggih, cepat dan energy-efficient. Oleh karena itu Netbook baru ini akan dapat bertahan selam satu hari tanpa recharging battery. Processor canggih lainnya yang juga berpotensi adalah Snapdragon, yang akan dipakai oleh Acer, Samsung, LG dan Asustek.

Jen-Hsun Huang, CEO vendor sistem grafik Nvidia meramalkan bahwa era PC lama akan mati dan digantikan oleh era Netbook canggih, tipis dan sangat murah, berukuran 10-12 inchi. Cita-cita Nicholas Negroponte, pendiri Asosiasi One LapTop per Child (OLTP) seharga US$99 akan ter-realisir dalam tahun 2009 ini juga.

Raksasa Industri PC yang akan terpengaruh oleh revolusi Netboo kali ini adalah Microsoft dan Intel. Pada Kwartal Akhir tahun 2008 Microsof untuk pertama kali dalam sejarahnya mengalami penurunan penjualan software-nya.

Vendor lainnya yang juga akan terpengaruh adalah Apple dengan 3G iPhone-nya dan Blackberry yang sangat mahal harganya namun dengan fitur grafik terbatas dan layar yang sangat sempit. Perangkat-perangkat ini hanya bagus untuk baca email dan chatting. Hanya bagus untuk prestise dan penampilan sebagai Eksekutif yang tidak Gaptek.

Apa bukti dan tanda-tandanya bahwa Netbook baru ini akan mendominasi pasar?

Operator Telekomunikasi AS AT&T minggu ini menawarkan kepada pelanggannya sebuah Netbook seharga US$50 asalkan mereka mau mem-bundel dengan kontrak layanan jasa Internet. Malah sudah ada satu operator lainya di AS yang menawarkan Netbook gratis asal mereka menandatangani kontrak layana data, seperti yang telah dilakukan oleh operator di Jepang saat ini.

Diramalkan bahwa Netbook baru ini akan menguasai pasar PC sampai 10% dalam tahun 2009.

Munculnya Netbook baru ini juga dapat menjawab keinginan MENDIKNAS Bambang Sudibyo agar para guru dan murid-murid sekolah memiliki masing-masing sebuah Netbook yang murah namun canggih dan bermanfaat dalam mencerdaskan bangsa.

Silahkan ditanggapi.


Delapan Pemuda Luar Biasa yang merubah Dunia Internet

Maret 29, 2009

1. Larry Page dan Sergey Brin
Menemukan Google pada tahun 1998 ketika mereka baru berusia 24 tahun. Mulai di dalam garasi yang menjadi “kantor” pertama mereka, dua orang ini mengilhami ribuan anak muda untuk mencari uang online. Larry dan Sergey kemudian menciptakan perusahaan senilai satu multi milyar dollar yang mengguncangkan Internet.

2. Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg, mahasiswa universitas Harvard yang menemukan Facebook sebagai satu platform jaringan sosial bagi remaja di perguruan tinggi ketika dia baru berusia 19 tahun. Facebook kini merupakan situs web jaringan sosial terbesar kedua setelah MySpace. Facebook terus tumbuh hari demi hari, dengan jutaan pengguna baru yang terus mendaftar setiap bulan!

3. Steve Chen dan Chad Hurley
Para pencipta dari situs web “berbagi video online”, YouTube.. Mereka mendirikan YouTube pada 2005 ketika Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun YouTube kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai $1.65 milyar.

4. Jerry Yang dan David Filo
Di tahun 1995 kedua orang ini menemukan Yahoo!, mesin pencari yang merupakan saingan terdekat Google. Jerry berusia 26 tahun dan David Filo 28 tahun ketika mereka menciptakan Yahoo! Kedua orang ini sekarang mungkin lagi hangat-hangatnya dibicarakan orang-orang, setelah Microsoft meluncurkan tawaran senilai US$44.6 milyar untuk mengambil alih Yahoo!

5. Matt Mullenweg
Matt Mullenweg baru berusia 19 tahun ketika ia menciptakan platform blogging yang kini dipakai dimana-mana. Ia mendirikan platform blogging WordPress pada tahun 2005, dan sejak itu blogosphere pun mulai berevolusi. Orang-orang mulai berpindah dari MovableType dan platform lainnya ke WordPress, karena platform baru ini memang mudah dipakai dan selalu diperbaharui dan terus meningkat.

6. Tom Anderson
Menciptakan jaringan sosial #1 di dunia dengan lebih dari 100 juta pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia baru berusia 23 tahun. Dia mungkin tidak sekaya Mark Zuckerberg, tapi ia tercatat sebagai pendiri dari jaringan sosial yang dipakai paling luas di Internet.

7. Blake Ross
Pada tahun 2003, Blake Ross mendirikan Mozilla ketika dia baru berusia 19 tahun. Sejak itu, Mozilla tumbuh sangat pesat, menggoda pengguna Internet untuk memakai penjelajah Firefox Mozilla mereka sendiri, yang terbukti memang lebih mudah dioperasikan dibandingkan kebanyakan aplikasi penjelajah web lainnya.

8. Pierre Omidyar
Pada tahun 1995 ketika ia baru berusia 28 tahun, Pierre Omidyar mendirikan eBay, lelangan online sedunia. Sejak itu, banyak orang-orang menghargai penemuannya, sehingga mendorong eBay menjadi platform dunia..

Kapan ada Pemuda Indonesia yang juga bisa merubah Dunia?


Matt Mullenweg si Pencipta WordPress: muda, lajang, sederhana

Februari 2, 2009
Matt Mullenweg si pencipta WordPress

Matt Mullenweg si pencipta WordPress

Matt Mullenweg adalah seorang anak muda yang kreatif, innovatif dan ulet dalam membangun masa depannya. Ia adalah seorang pemuda yang amat sederhana, walaupun Ia telah berhasil meraih sukses besar dalam mengembangkan mesin Blog WordPress yang Ia buat sebagai aplikasi Open Source yang gratis untuk dipakai siapa saja.

Berikut ini adalah wawancara Matt Mullenweg oleh wartawan Kompas Pepih Nugraha saat Ia menghadiri acara WordPress WordCamp selama dua hari, tanggal 17-18 Januari 2009 yang lalu di Jakarta.:

”Matt, apa rencanamu ke depan setelah berhasil merintis dan menciptakan WordPress yang belakangan dikenal luas di kalangan blogger di seluruh dunia?” Itu pertanyaan sederhana yang diajukan kepada seorang pemuda asal Amerika Serikat. Matt tak kalah sederhananya dalam menjawab, ”Menikah dan punya anak.”

Rendah hati, tenang, berbicara pelan, tidak basa-basi. Itulah Matt Mullenweg. Di kalangan blogger dunia, Matt, panggilannya, adalah ”malaikat” yang teramat baik hati karena mau menggratiskan mesin blog kepada siapa pun yang mau mengambilnya di WordPress.

Oleh karena gratis dan berbasis open source, banyak sukarelawan yang terus membangun dan memperbaiki tampilan WordPress. Mulai dari cangkang atau themes blog yang beraneka ragam, sampai widget khusus untuk menghitung banyaknya pengunjung yang masuk.

WordPress dikenal sebagai penyedia blog paling progresif belakangan ini yang bisa dipadankan dengan situs pertemanan, Facebook. Hingga tahun 2008, tercatat 230 juta pengakses tetap (unique visitors) dengan 6,5 miliar halaman WordPress yang dilihat. Ada 35 juta posting baru dengan tambahan rata-rata empat juta posting setiap bulan. Data itu cukup menggambarkan betapa progresifnya WordPress.

Keberadaan Matt Mullenweg di Jakarta hanya dua hari, pada 17-18 Januari, saat ia menjadi pembicara pada WordCamp yang di Asia Tenggara baru Filipina dan Indonesia (Jakarta) yang mengadakannya.

Ini ajang berkumpulnya pengguna, penyuka, dan pengembang WordPress di Tanah Air sehingga komunitas Blogger Anging Mammiri dari Makassar pun memerlukan datang. Di seluruh dunia, total sudah 29 kali WordCamp diselenggarakan, mulai Afrika sampai Australia dengan kehadiran 3.400 anggota.

Di Jakarta, WordCamp yang bertema ”Learn from the Best” dan berlangsung di Erasmus Huis itu terselenggara berkat prakarsa seorang penggila WordPress, Valent Mustamin. Selama dua hari itulah Kompas menguntit dan menangkap Matt yang sangat santun.

Untuk ukuran perintis sebuah mesin penghasil blog yang mewabah di seluruh dunia, usia Matt juga masih tergolong sangat muda, 25 tahun.

Pendidikan politik

Di dunia maya tidak banyak penyedia blog gratisan. Kalau Anda ingin memiliki blog atau situs pribadi, Anda bisa mengambil dari Blogger, Multiply, LiveJournal, MoveableType, TypePad, dan salah satunya dari WordPress yang disediakan Matt.

Bernama lengkap Matthew Charles Mullenweg, ia lahir di Houston, Texas, 25 tahun lalu. Matt pernah bekerja di perusahaan media berbasis internet, CNET, sebelum mengembangkan dan merintis perangkat lunak open source untuk nge-blog.

Lalu, dari mana dia mendapatkan uang dengan menciptakan peranti lunak open source semacam WordPress? Matt menjawab, ”Saya tidak mencari uang dari situ.”

Pun ia menampik kalau suatu saat WordPress akan dijualnya kepada perusahaan raksasa internet dengan harga selangit, seperti halnya Blogger atau YouTube, situs video terpopuler berbasis user generated content yang dimiliki Google.

Matt tidak menyangkal kalau ia memperoleh pendapatan dengan mendirikan perusahaan di balik WordPress, seperti Automattic, Akismet, Gravatar, bbPress, IntenseDebate, dan BuddyPress.

”Jangan selalu beranggapan bahwa uang adalah segala-galanya,” kata Matt tentang sikap berbaginya yang melabrak batas negara dunia itu.

Untuk seorang entrepreneur muda dan sukses, penampilan Matt relatif sederhana, celana jins dan kaus oblong yang dibungkus kemeja. Dia suka menjinjing tas dan iPhone bercangkang huruf ”W” sebagai kependekan dari WordPress.

Uniknya, latar belakang Matt bukan ilmu komputer atau teknologi informasi, melainkan ilmu politik. Ia menimba ilmu itu selama dua tahun di sebuah college sebelum akhirnya berhenti karena membangun infrastruktur sebuah mesin online yang menyita banyak waktu. Beruntung Matt mendapat dorongan penuh kedua orangtuanya.

”Mereka tahunya saya orang di balik WordPress,” katanya.

Bukan jurnalis

Matt mengenang kembali masa-masa di tahun 2002 saat untuk pertama kalinya menciptakan peranti lunak sederhana untuk nge-blog yang ia namakan b2. Keperluannya hanya sebatas memajang hasil foto dia di media online saat berkunjung ke Washington DC.

Maklum, waktu itu perangkat lunak untuk keperluan nge-blog belum mewabah. Dari kode sederhana b2, Matt bersama dua rekannya, Mike Little dan Michel Valdrighi, mulai membangun WordPress.

Adakah Matt berlatar belakang jurnalis atau media sehingga penyedia blog gratisan itu menggunakan embel-embel ”Press”? Matt mengatakan, ”Tidak ada sama sekali.” Menurut dia, nama itu diberikan oleh seorang teman, Christine. ”Itulah yang saya ingat,” jawabnya.

Matt juga bercerita bagaimana semasa bersekolah di SMU ia merancang dan membuatkan sebuah situs untuk sekolah itu. Ia juga membuat situs untuk grup jazz lokal di kota kelahirannya, Houston. Kemahirannya merancang web juga didukung oleh ayahnya yang bekerja di Microsoft. Matt mengaku pernah jatuh-bangun merancang WordPress, tetapi ia terus mencoba lagi.

Untuk urusan jazz, Matt boleh dibilang serius menekuninya. Apalagi ia pemain saksofon yang andal. Untuk keterampilan bermusiknya itu, dia memerlukan belajar di sebuah sekolah seni. Bahkan yang tidak banyak diketahui banyak orang, Matt adalah pemain keyboard dvorak, yakni alat musik seperti piano yang tuts-tutsnya mengadopsi papan ketik komputer ”QWERTY”.

Matt baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 pada 11 Januari lalu. Salah satu rencana yang menurut dia harus direalisasikan segera adalah belajar bahasa Spanyol.

Mengapa bahasa Spanyol yang mau dipelajarinya? ”Spanyol adalah bahasa terbesar kedua pengguna WordPress setelah bahasa Inggris,” katanya.

Cukup mengejutkan bila Matt mengungkapkan bahwa bahasa ketiga terbesar pengguna WordPress adalah bahasa Indonesia. Situs Alexa mencatat, 280.000 blog WordPress menggunakan bahasa Indonesia.

”Saya menaruh hormat, dan untuk alasan itulah saya ada di Jakarta,” ujar Matt.


Energi Gelombang Laut pertama di Dunia menghasilkan Daya Listrik untuk 1.500 rumah

Januari 26, 2009

Indonesia adalah sebuah negara kepulauan terbesar di Dunia, maka sangat wajar bila Indonesia mengandalkan energi untuk penduduknya dari Energi Gelombang Laut untuk memenuhi kebutuhan mereka akan energi. Ini adalah sebuah solusi yang sangat tepat dan strategis bagi bangsa dan negara Indonesia.

BPPT pernah membangun sumber energi gelombang laut di pantai selatan Pulau Jawa yang dapat menghasilkan daya listrik beberapa kWatt, namun efisensinya relatif masih rendah. Disain BPPT mendasarkan konversi energi ombak ke tekanan udara, kemudian angin yang ditimbulkannya mendorong turbin listrik.

Disain sumber energi gelombang laut dari Portugal dibawah in berdasarkan konversi energi turun-naiknya gelombang laut langsung ke piston-piston untuk mendorong air untuk memutar motor listrik, sehingga secara prinsip efisiensinya lebih tinggi. Juga ada perbedaan lokasi, kalau disain BPPT lokasinya ada ditepi pantai, sedangkan disain Portugal diletakkan lebih ketengah laut. Piston-piston dibuat stasioner dan diikat kedasar laut, sedangkan casing-nya berbentuk tabung metal memanjang dibiarkan naik-turun sesuai irama gelombang laut. Energi listrik yang dihasilkannya dikirim kedarat melalui kabel-kabel listrik bawah-laut.

Produk energi gelombang laut dari Portugal ini dinamai “Aqucadoura” yang terdiri dari tiga rangkaian Konverter Energi Gelombang yang dapat menghasilkan daya listrik sebesar 2,25 MegaWatt, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi 1.500 rumah di Portugal (kalau di Indonesia bisa untuk 3.000 rumah, sebab kebutuhan listrik tiap rumahtangga Indonesia lebih sedikit).

Dua buah foto dibawah ini cukup untuk menggambrkan bagaimana Aquacadoura ini beroperasi.

Konverter Enegi Ombak Aqucadoura

Konverter Enegi Ombak Aquacadoura

Panjang tiap rangkaian Konverter Energi Ombak ini adalah sekitar 140 meter. Bila rangkaian Konverter Energi ini kita gelar disepanjang pantai lautan di dunia, maka akan dapat dibangkitkan Energi Listrik sebesar 2 Tera Watts, cukup untuk dua kali kebutuhan energi listrik dunia.

Rangkaian 3 Konverter Energi Ombak

Rangkaian 3 Konverter Energi Ombak

Berikut ini adalah referensi tulisan tentang hal ini:

There’s power in them thar waves! That’s why Portugal built Agucadoura, the world’s first wave farm off its coast, consisting of three Wave Energy Converters generating a total of 2.25MW.

The elongated metal contraptions bob up and down with the waves, while internal pistons, attached to the sea floor, remain stationary and pump hydraulic fluid. This drives electric generators, whose power is brought ashore by underwater electrical cables. The wave farm is now tapping into enough constant, renewable energy to power 1500 homes.

Who knew there was so much power in the ocean waves? If we laid these 459-foot orange caterpillars all over the world’s oceans, we could tap 2 terawatts of power, twice the consumption of the entire world. That’s not exactly practical, but a smaller-scale rollout of such generators might be a clean power alternative, ready to be snapped up by an energy-starved planet.


Satu jam di Yogya menyelami liku kehidupan rakyat biasa di Jalan Malioboro

Januari 12, 2009
Band Anak Jalanan Malioboro

Band Anak Jalanan Malioboro

Dalam perjalanan panjang sepulang kami berziarah kemakam keluarga di Desa Loano, Purworejo, kami menyempatkan singgah diberbagai kota di Pulau Jawa. Tempat singgah kami yang pertama adalah kota Yogyakarta yang lama dikenal sebagai Kota Pelajar, tempat pemuda dan pemudi Indonesia menimba ilmu untuk bekal masa depan mereka. Kota ini juga menjadi almamater para tokoh Malaysia sebelum mereka mampu untuk menyalip Indonesia dalam tingkat GDP per Kapita, mutu pendidikan tinggi, dan tingkat produktivitas nasional.

Yogyakarta secara keseluruhan adalah sebuah Kota Metroplitan yang tertata rapi, pembangunan berjalan baik sehingga kita-kota Satelit disekitar Yogya ikut terimbas pembangunannya, serta menjadi bagian dari Kota Metroplitan Yogyakarta. Kota-kota satelit itu adalah Sleman, Muntilan, Bantul, Kaliurang dan Borobudur. Hasil ini adalah berkat kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono ke-X yang dikenal sebagai Pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat, yang mengabdi kepada kepentingan rakyat.

Kisah nyata liku-liku kehidupan rakyat biasa Indonesia ini kami persembahkan kepada para Calon Presiden RI 2009-2014, para Calon Wakil Presiden, para Gubernur, Bupati, Walikota, dan Calon Legislator Pusat dan Daerah (DPR, DPRD) diseluruh wilayah tanah air Indonesia. Semoga dengan membaca dan mengetahui kisah nyata kehidupan rakyat biasa Indonesia ini, mereka dapat terinspirasi untuk membuat program-program mereka saat nantinya mereka sukses memenangkan Pelpres dan Pemilihan Umum yang mereka ikuti.

Dalam waktu sekitar satu jam berada di Jalan Malioboro pada hari minggu malam, 11 Januari 2009, kami berhasil mewawancarai penyemir sepatu, penarik becak, pengamen, pembuat pernik-pernik hiasan, penjual koran, dan pengunjung warung lesehan di Jalan Malioboro.

Silahkan membaca kisahnya di Blog khusus: WARTA KEHIDUPAN

Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif untuk memperbaiki kehidupan masyarakat biasa Indonesia


Bisnis Anti Virus Palsu makin marak dan profitable

Januari 8, 2009

Bagi para pengguna MS Windows, perangkat Anti Virus merupakan sebuah keharusan untuk dipasang agar supaya Operating System MS Windows ini maupun Software-software yang berjalan diatas MS Windows tidak terserang Virus yang makin hari makin ganas dan banyak variasinya. Itulah sebabnya Microsoft selalu memberikan peringatan kepada para pengguna Komputer/PC/Laptop yang belum memasag software Anti Vurus untuk segera memasangnya.

Segi posiftif dari serangan Virus-virus ini di Komputer yang berbasis MS Windows adalah makin berkembang dan makin banyak untungnya para Vendor-vendor penyedia Software Anti Virus itu, yang harus diperbaharui setiap hari. Sedangkan segi negatifnya sangat banyak, antara lain: makin lambatnya operasi Komputer/PC/Laptop yang berbasis MS Windows karena diperlukan tidak hanya satu software dan perangkat Anti Virus untuk mengamankan komputer/PC/Laptop tersebut, melainkan satu set Anti Virus, Anti Spam, Server Proxy dan Filter-filter khusus. Pernah kami lihat sebuah PC di sebuah Perusahaaan besar yang untuk menghidupkannya saja memakan waktu 5-10 menit karena banyaknya proteksi yang dipasang di jaringan LAN Korporasi. Selain itu operasionalnya juga lambat, sebab besarnya sumber daya memory yang dipakai setiap saat ada aktivitas komputing. Adalah keharusan untuk memperbaharui Daftar Virus-virus baru yang meuncul tiap hari, bila ingin PC kita aman, dimana proses updatingnya juga memakan waktu dan bandwith transmisi.

Hasil akhirnya, Komputer/PC/Laptop tersebut menurun kinerjanya dan kinerja para karyawan yang menggunakannya. Ini merupakan kehilangan produktivitas dan efektivitas kerja perusahaan/korporasi secara menyeluruh. Inilah kisah kehidupan para eksekutif dan karyawan yang harus dilalui tiap hari karena banyaknya para pengguna aplikasi software berbasis MS Windows.

Kerepotan takutnya kemasukan Virus yang gentayangan didunia maya ini sekarang ditambah lagi dengan maraknya Bisnis Anti Virus Palsu yang umumnya berasal dari Rusia, Negara-negara Eropa Timur dan Cina. Kita akan sangat sulit untuk mendetekasi apakah sebuah tawaran untuk men-download sebuah Software Ant Virus itu adalah sebuah tawaran yang jujur dan bersih, bukan sebuah tipu-tipuan yang malah membuat Komputer/PC/Laptop kita kemasukan Virus, serta Malware lainnya, antara lain sebuah software untuk mencuri Password dan Nomor-nomor Kartu Kredit kita dan para karyawan di suatu Perusahaan (melalui sebuah Local Area Network).

Sumber penelitian dari perusahaan Anti Virus Sophos (www.sophos.com) menyebutkan bahwa ketakutan yang berlebih akan masuknya Virus menyebabkan makin banyaknya para pengguna PC/Laptop yang men-download berbagai tawaran software Anti Virus yang kebanyakan ternyata adalah palsu atau tipu-tipuan belaka.

Bisnis Software Anti Virus Palsu ternyata saat ini menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi para pembuatnya, bisa ribuan, ratusan sampai jutaan Dollar. Dampaknya, makin banyak saja pebisnis illegal ini yang muncul, namun sangat sulit untuk diberantas, sebab mereka sangat cerdik, teliti dan sangat berhati-hati dalam menyebarkan agen-agennya. Umumnya mereka berlokasi di ketiga wilayah yang tersebut diatas, sebab diwilayah-wilayah itu sangat sulit untuk menegakkan Hukum Dunia Maya (Cyber Law), dan pemerintahan di negara-negara itu sepertinya melindungi para penjahat dunia maya ini, sebab mereka tidak bersedia melakukan pelacakan dan pemblokiran situs-situs penebar Anti Virus Palsu itu.

Hal yang sangat menggembirakan bagi masyarakat negara-negara berkembang adalah kenyataan bahwa sangat sedikit atau tidak ada Virus-virus yang gentayangan di Dunia Maya yang mampu menembus proteksi Komputer/PC/Laptop yang berbasis Linux/Open Source. Ini merupakan daya tarik Operating System LINUX untuk masyarakat negara-negara berkembang, sebab selain kekebalannya dalam menghadapi Virus, juga rendahnya CAPEX atau Total Cost of Ownership (TCO) dari software-software berbasis Linux Operating System.

Silahkan ditanggapi.


Penghematan Energy 2008-2011: Bagaimana Caranya? –>Teleworking dan Biofuel Rakyat

Juli 7, 2008

Menarik sekali ucapan Wapres Jusuf Kalla tentang krisis Energy Dunia, bahwa Indonesia berada pada posisi ditengah, yaitu sebagai produser Energi dan sekaligus juga sebagai Konsumer Energi. Indonesia adalah Exportir terbesar Dunia bahan bakar Gas (LNG). Namun kita saat ini menjadi Net-Importer BBM, sebab produksi BBM kita lebih sedikit dari konsumi BBM Nasional. Kalau saja kita bisa mengurangi kebutuhan BBM melalui berbagai upaya penghematan konsumsi BBM atau mengalihkan ke sumber Bahan Bakar Gas (BBG), maka Indonesia malah akan diuntungkan dengan naiknya harga BBM di Luar Negeri, sebab kita menjadi Net-Exporter BBM.

Namun bagaimanakah cara kita melakukan penghematan BBM ini? Kalau cara yang sedang diwacanakan oleh Pemerintah dengan melakukan penghematan BBM (Listrik) melalui pemadaman listrik di berbagai wilayah Indonesia secara reguler, maka akan berdampak kepada penurunan Produktivitas Nasional, Rencana ini didukung oleh HIPMI seperti diucapkan oleh calon Ketua Umumnya, sdr. Erwin Aksa pada acara Dialog Ketahanan Energi dan Pangan di Palembang.

Kami sarankan agar Kantor2 atau Perusahaan yang mengalami jadwal pemadaman listrik pada hari-hari tertentu tetap bisa produktif, maka agar diterapkan Kerja Jarak Jauh atau Teleworking bagai para karyawannya yang memungkinkan, yaitu menggunakan PC atau Laptop dirumah masing-masing bagi yang memilikinya, dan bagi yang belum memilikinya makan para karyawan itu dapat menggunakan PC di Warnet-warnet atau Cybercafe yabg sudah banyak tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sudah pasti hal ini akan memerlukan perubahan budaya kerja masyarakat, dari yang bekerja masuk kantor tiap hari, menjadi bekerja jarak jauh dari rumah atau warnet/cybercafe. Hanya pada hari-hari tertentu mereka kembali bekerja normal di Kantor. Seperti disampakan oleh Bapak Wapres Jusuf Kalla, dicelah-celah krisis, selalu ada hikmahnya, yaitu masyarakat Indonesia bisa makin produktif dan effisien melalui penerapan budaya kerja Teleworking. Selain menghemat pemakainan BBM, jalan-jalan di kota-kota besar akan menjadi sepi dan lengang, sehinga masyarakat tidak kehilangan waktu karena macetnya jalan-jalan seperti pada era sebelumnya.

Cara lainnya untuk menghemat BBM adalah dengan cara memproduksi Biofuel oleh kelompok-kelompok masyarakat Indonesia, sebab teknologi ini sudah diterapkan di Indonesia oleh beberapa orang, termasuk oleh salah seorang Anggota MASTEL, yaitu Bapak Darmoni Badri di Purwokerto, Jaaw Tengah. Dengan sedikit penelitian tambahan, perangkat Produksi Biofuel dapat dibuat di Indonesia secara massal dan murah. Contohnya bisa dilihat di URL:

Biofuel Rakyat

Cara lainnya untuk menghemat BBM adalah dengan menggunakan “Brown Energy”, yaitu mencampur bensin atau solar dengan H-H-O hasil elektrolisis campuran air dan KOH (Kaolin) atau Soda Kue. Namun  kami sarankan agar BPPT atau Lembaga Riset lainnya melakukan Standardisasi campuran air dan KOH atau Soda Kue agar tidak terjadi ledakan atau kerusakan mesin mobil atau GenSet yang menggunakan teknologi ini. Brown Energy ini ditemukan oleh Mr. Yull Brown dari Australia dan di Indonesia telah dibuktikan penggunaannya oleh  sdr. Pumpida Hidayatullah dan sdr. Futung Mustari. Silahkan dipelajari URL dibawah ini:

Brown Energy

Silahkan ditanggapi dan dilaksanakan untuk secepatnya melepaskan Indonesia dari Krisis Energi/BBM.


Tips Aman Membawa Laptop di Bandara dan Mal-mal

Juni 8, 2008

Berita tentang langkah petugas melakukan sweeping Laptop di Bandara Sukarno-Hatta telah membuat heboh Dunia Telematika Indonesia. Telah terjadi perdebatan apakah berita itu benar ataukah sekadar bohongan atau Hoax. Tak kurang dari kawan kita di Mastel (MasWig) dan Bapak Menkominfo membantah bahwa berita itu tidak benar adanya.

Namun siapakah yang berani mengambil resiko untuk me-nenteng2 Laptop di Bandara, Mal-mal atau tempat-tempat publik setelah adanya berita Sweeping ini? Petugas memang punya alasan kuat untuk melakukan sweeping, didasarkan atas Surat Edaran dari Mabes Polri pada akhir tahun lalu, yang menyatakan bahwa penggunaan Software Illegal di Komputer/Laptop adalah sebuah pelanggaran hukum (UU HaKI), pasal 72 ayat 3, yang dapat dikenakan denda Rp 500 juta atau kurungan 5 tahun.

Bagi kita yang memakai software Legal Open Source, maka kita bisa dengan sangat yakin untuk tidak akan terkena sweeping petugas, sebab software Open Source, walaupun harganya murah atau gratis, adalah software yang 100% legal. Lisensinya adalah Lisensi Publik (General Publik License) milik komunitas open source. Kita tinggal menyebutkan nama Distro Open Source, petugas sweeping dipastikan tidak akan mempermasalahkan lagi.

Namun bila software Proprietary yang terpasang di Laptop kita, dipastikan para petugas sweeping akan mengajukan berbagai pertanyaan yang menyudutkan pembawa Laptop itu. Akan ditanyakan kapan membeli Laptop dan Software-nya, di Toko mana, berapa harganya, mana surat-surat atau kwitansinya, mana bukti lisensinya, dll lagi. Kalaupun ada, petugas masih bisa mengejar lebih jauh lagi, misalnya bila ada lagu-lagi MP3, Film Video, ataupun gambar/foto yang syuur, bisa jadi masalah.

Kemungkinan tersebut diatas bisa saja terjadi, sebab sampai saat ini Pemerintah belum secara resmi mengumumkan tentang akan adanya sweeping Laptop di Bandara dan tempat-tempat umum lainnya. Ini adalah salah satu tuntutan dari Ketua YLKI Indah Sukmaningsih, bahwa Pemerintah hendaknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum melakukan sweeping. Tidak kalah pentingnya adalah upaya Pemerintah untuk memberikan kepada Masyarakat Indonesia suatu solusi dalam penggunaan perangkat komputer, misalnya himbauan agar sebagai alternatif bagi masyarakat yang berdaya beli terbatas untuk menggunakan software Open Source. Jadi gerakan IGOS (Indonesia, Go Open Source!) perlu lebih digalakkan dan dimasyarakatkan secara luas.

Berikut ini adalah Tips buat kawan-kawan agar aman terhadap Seeeping Laptop di Bandara atau tempat-tempat umum lainnya:

1. Bila Laptop anda masih menggunakan software bajakan (sebagian ataupun keseluruhannya), maka simpan dan dipakai saja di rumah, jangan di-bawa-bawa dalam perjalanan.
2. Bila anda terpaksa harus membawa juga Laptop anda karena untuk urusan bisnis, maka sisakan software Proprietary yang diperlukan saja dengan yang ber-lisensi, atau ganti Harddisk Laptop anda dengan yang hanya ber-isi software Legal (Proprietary & Open Source). Jangan lupa membawa surat-surat dan bukti lisensi yang diperlukan. Mengganti Harddisk Laptop hanya perlu waktu sekitar 5 menit saja.
3. Hapus lagu-lagu MP3, gambar, video atau foto syuur yang bisa menjadi alasan petugas untuk menahan Laptop anda, karena diragukan ke-absahannya, atau dituduh menyebarkan pornografi.
4. Langkah paling aman adalah memasang seluruhnya Software Open Source di Laptop anda, sebab dijamin bahwa petugas tidak akan dapat menjadikannya suatu pelanggaran HaKI.

Semoga Bangsa Indonesia dapat mengambil hikmah dari kasus ini sebagai lompatan kedepan kemajuan pemanfaatan Teknologi Informasi untuk kemajuan bangsa dan negara.

Indonesia, Go Open Source!

———0———-

Diskusi menarik di Milis Telematika:
2008/6/7 spyrooo gyraa <spyrooo_gyraa@yahoo.com>:
> untuk masalah sweeping soft ware itu nggak bener soalnya diundang-undang HKI bidang Hakcipta saya lupa pasal berapa kalo enduser itu nggak bisa terlalu
> dipersalahkan,

Siapa bilang end-user tidak bisa dipermasalahkan, kalo anda sebai end-user menggunakan software yg dibajak tersebut untuk kepentingan komersial (misalnya WARNET), maka anda tetap saja menyalahi aturan karena anda mengambil keuntungan dari software bajakan tersebut.

Berikut salah satu pasal dan ayat yang ada di UU-HAKI:

BAB XIII
KETENTUAN PIDANA
Pasal 72

(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(3) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan
untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

> pun kalo ngotot mau di sweeping juga bukan laptopnya yang
> ditahan tapi softwarenya yang di uninstall, kalo sampe ditahan itu emang
> petugasnya dan PPNS HKI nya yang cari masalah dan emeng mau meres
>

Wah, sepertinya tidak bisa se-enak itu pak…. coba di analogikan saja, misalnya anda ketauan bawa narkoba di tas / mobil…. apa narkoba tersebut tinggal dibuang / disita sama polisi dan anda bisa melenggang pulang begitu saja ???

Salam
MPIQ