Demonstrasi besar-besaran di awal minggu ini didepan Istana Presiden R.I. ternyata berhasil membuat Kabinet Indonesia Bersatu mengadakan rapat khusus, yang hasilnya antara lain memutuskan pembebasan Bea Masuk Kedele menjadi 0%. Banyak kalangan menyatakan bahwa keputusan ini kurang tepat, sebab masih sangat tergantung dari pasokan Kedele ex L.N. yang mencapai sekitar 50% kebutuhan Indonesia. Dengan demikian, sedikit saja pergerakan harga Kedele di L.N. akan sangat mempengaruhi harga Kedele di D.N., yang akan memukul para produsen Tahu-Tempe yang kebanyakan adalah dari kalangan UKM dan Usaha Mikro, ataupun pengusaha individu.

Tegerak oleh kondisi mahal dan langkanya Kedele, yang otomatis mempengaruhi hampir seluruh masyarakat Indonesia, sebab Tahu-Tempe merupakan bahan kebutuhan makanan pokok masyarakat yg sangat penting, maka upaya solusinya ramai dibahas di Milis Mastel dan Telematika.

Permasalahan mahalnya Kedele dan rendahnya mutunya bila di produksi di Indonesia ternyata disebabkan oleh karena banyaknya hama yang mampu menyerang Kedele Indonesia, yang menyebabkannya jadi mahal dan mutu rendah.

Untuk mencegah serangan hama Kedele ini, saat ini telah dapat diproduksi di Indonesia obat anti hama Kedele yang tidak beracun, karena dibuat dari bahan organik denganTeknologi NANO. Dengan produksi secara besar-besaran Kedele Indonesia yang dilindungi dengan obat semprot Anti Hama terbuat dari bahan organik dengan teknologi Nano ini, maka persoalan kelangkaan dan mahalnya Kedele dapat dipecahkan dalam waktu kurang dari 1-tahun.

Ini adalah hasil Riset seorang pakar Teknologi Senior, yaitu Dr. Ir. Krihnahadi Pribadi yang lama tidak muncul di Milis. Berikut ini kami lampirkan korespondensi di Milis MASTEL yang akhirnya memunculkan pak Krishnahadi Pribadi dengan solusi obat Anti Hama Kedele terbuat dari bahan organik dengan Teknologi Nano.

Silahkan ditanggapi atau dilaksanakan segera agar Indonesia bisa mandiri dalam penyediaan Kedele sebagai bahan utama produksi Tahu dan Tempe.

Semoga bermanfaat.

———- Korespondensi di Milis MASTEL yang menghasilkan Solusi ini —————

Bapak Krishnahadi Pribadi dan Kawan2 Mastel Yth,

Saya ucapkan terimakasih yang sebesar2nya kepada Pak Krishnahadi atas
respone yang tepat dan cepat atas e-mail saya untuk menggugah 240 juta
Rakyat Indonesia untuk menanggulangi permasalahan yang relatif simple,
tetapi tidak ada yang mau menekuninya.

Ternyata anak bangsa yang tekun itu adalah kawan lama saya yang lama
menghilang dari keramaian Milis Telematika ini, dan inilah hasilnya.

Dengan izin pak Krishnahadi, saya akan tampilkan pembicaraan dibawah
ini di Blog:

http://sroestam.wordpress.com

agar terbaca di seluruh Indonesia, untuk meresponse tawaran pak Krisnahadi bagi para penanam Kedele Indonesia untuk dilindungi dari serangan hama dengan memakai anti hama produksi pak Krishnahadi dengan Teknologi Nano.

Semoga secepatnya dapat menghentikan penderitaan para UKM dan Usaha Mikro produsen Tahu dan Tempe di seluruh Indonesia.
Insya Allah kita akan berhasil.

Wassalam,

—-Original Message—-
From: kpribadi@indo.net.id
Date: 18/01/2008 22:01
To: <mastel-anggota@yahoogroups.com>
Subj: Re: [mastel-anggota] Fwd: [Chevening-Indonesia] Tempe Sebagai
Masalah Negara

Temen2 yang baik dan cinta rakyat:

Masalah kacang kedele saya sudah tanya kepada expertnya di bidang
ini.
Katanya masalah tanam kedele tidak ada masalah dan hasilnya bisa bagus.
Tapi masalah utamanya adalah penyakitnya banyak dan susah untuk diatasi.
Kalau untuk ini saya sudah ada solusinya menggunakan teknologi nano
dengan larutan organik yang aman dan tidak beracun yang bisa menggantikan
semua pestisida dan fungicida dan bakterisida dengan satu kali semprotan
yang tidak beracun sama sekali dan ramah lingkungan. Kami akan mulai
menanam kedele kira-kira bulan Maret dengan menggunakan teknologi nano ini,
mudah2an bisa melaporkan hasil yang bagus.

Kalau ada diantara temen yang berminat mengenai penggunaan teknologi nano yang ramah lingkungan ini untuk pertanian dan segala macam tanaman, termasuk padi (yang kami akan mulai terapkan bulan ini), buah2an, sayuran, bawang, tebu, jagung, teh, kopi, merica, dsb.,
silahkan menghubungi saya, nanti akan saya jelaskan lebih detail (lewat
japri saja). Teknologi revolusioner ini bila diterapkan secara nasional akan bisa membuat kita swasembada pangan dalam setahun!!!

Salam,
K. Pribadi
—– Original Message —–
From: “S Roestam” <sroestam@indosat.net.id>
To: <mastel-anggota@yahoogroups.com>
Sent: Friday, January 18, 2008 4:54 PM
Subject: Re: [mastel-anggota] Fwd: [Chevening-Indonesia] Tempe Sebagai Masalah Negara

Pak Giri, Pak MasWig, Ibu Retno, Pak Hidayat, Pak Rudy dan Kawan2 Yth,
>
Menurut ceritanya, biaya menanam Kedele di Indonesia mahal, dan mutunya jelek. Semua orang, termasuk para Pemimpin Negeri ini percaya begitu saja dengan omongan ini.
>
Saya jadi heran, kemana saja para pakar Pertanian lulusan IPB, dari S1 hingga S3, termasuk Bapak Presiden RI SBY. Kalau pak SBY kita tidak bisa menyalahkan beliau, sebab beliau sangat sibuk dengan tugas2 kenegraan yang lebih penting.

Bagaimana dengan yang lainnya, apa tidak tergerak hati menghadapi tantangan tesebut diatas, dan membuktikannya bahwa Indonesia bisa juga menghasilkan produk tanaman Kedele yang unggul, tidak kalah dengan produksi LN!
>
Ini seperti menghadapi aliran Lumpur Lapindo, sudah saya berikan saran pemecahannya, tidak ada yg mau bertindak melaksanakannya, untuk menghentikan kesengsaraan Rakyat Porong!
Lihat URL: http://sroestam.wordpress.com/category/lumpur-lapindo/
>
Semoga bermanfaat.
Wasslam,
S Roestam
>
Saya sedang buat artikel soal Kacang Kedele di http://sroestam.wordpress.com
—————————————————————————————————–

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s