Sudah waktunya kemacetan di DKI Jakarta diatasi dengan TIK

Posted: November 25, 2007 in Home Working, Telecommuting
Tags: ,

Sekitar awal November 2007, terjadi kemacetan total di jalan-jalan di DKI Jakarta yang cukup parah, sehingga dampaknya dirasakan oleh para pejabat tinggi
Pemerintahan R.I., termasuk Bapak Presiden SBY. Beliau memerintahkan Gubernur DKI Jakarta untuk segera mengatasi kemacetan lalulintas di DKI.

Setelah mengerahkan sejumlah besar petugas pengatur lalulintas, akhirnya kemacetan dapat dikembalikan seperti biasanya, yaitu tetap macet seperti hari-hari biasa! Apakah tidak ada jalan lain untuk mengatasi kemacetan ini?

Koran-koran DKI memberitakan betapa besar kerugian yan dialami oleh masuarakat DKI, yaitu sekitar Rp43 trilyun akibat kemacetan di jalan-jalan DKI Jakarta dan sekitarnya, berupa kerugian waktu dan biaya transportasi, BBM, dsb.

Saya sarankan agar kemacetan lalulintas ini dipecahkan melalui perubahan
budaya kerja, sbb:

  •  Dari bekerja tiap hari di kantor, menjadi ke kantor hanya bila diperlukan, sebab banyak jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah atau tempat-tempat lain yang tersedia jaringan Broadband/Internet.
  • Yang terpenting, tugas kerja kita dapat diselesaikan tepat waktunya atau sebelumnya, dan hasilnya bisa dikirim melalui jaringan broadband atau Internet.
  • Jadi, kita hanya memerlukan berada di kantor 1-3 hari saja tiap minggu, selebihnya kita berada diluar kantor untuk bekerja (dari rumah, cafe, restoran, lobby hotel, tempat rekreasi, dsb)

Berapa besar penghematan dan efisiensi kerja yang akan kita peroleh?
Penghematan ini berupa:

  • Penghematan biaya transportasi dari rumah ke kantor: BBM, service kendaraan, sewa kendaraan/taksi, ojek, dsb
  • Penghematan waktu perjalanan dari rumah ke kantor

Efisiensi yang diperoleh berupa:

  • Waktu kerja yang lebih panjang
  • Produktivitas yang lebih tinggi, bila mau, bisa bekerja 24 jam sehari, tanpa terganggu waktu tempuh perjalanan.

Budaya kerja baru ini, yang biasa disebut sebagai telecommuting atau home working saat ini sudah bisa diterapkan di kota2 besar di Indonesia dengan telah tersedianya jaringan broadband Internet berkecepatan tinggi, ataupun berkecepatan medium, seperti jaringan kabel ADSL (speedy), GPRS dan EDGE seleler GSM dan EV-DO seluler CDMA maupun CDMA Fixed Wireless Access. Tersedia pula internet melalui kabel TV, serta optik, kabel PLN (Power Line Communications – PLC).

Mengapa kita tidak mulai saja budaya telecommuting atau home working dari sekarang?
Silahkan ditanggapi.

Comments
  1. Asep Hakim says:

    Budaya indonesia belum bisa memberlakukan hal seperti itu karena,
    1. Masih Gaptek (Jangan lihat sekitar anda saja tapi lihat juga ditempat lain masih banya para manager yang belum bisa komputer contoh kendala implementasi ERP).
    2. Ditongkrongin saja masih bisa bolos apalagi enggak ditongkrongin.

  2. suaraatr2025 says:

    Apa yang bapak pikirkan adalah suatu gagasan yang baik. Tapi yang menjadi masalah kita apakah kita mungkin mengubah pola pikir secara radikal yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku. Kesimpulan saya sulit untuk dilaksanakan karena sikap dan perilaku dipengaruhi oleh budaya yang tidak mungkin bisa berubah karena kita tidak punya budaya berbangsa dan bernegara secara formal menggariskan hal-hal yang terkait dengan nilai, norma, wewenang dan ganjar yang seharusnya ada sebagai realisasi pasal budaya dalam UUD 1945, walaupun telah diadakan perubahan, sebanyak empat kali, tapi tidak menyentuh aplikasi budaya yang diformalkan.

    Jalan keluar dari masalah kemacetan di dki, haruslah terlebih dahulu merumuskan situasi yang terjadi dan merumuskan masalahnya kedalam tiga kelompok yang kita sebut dengan :
    1. Mana yang merupakan masalah kritisnya.
    2. Mana yang merupakan masalah pokoknya
    3. Mana yang merupakan masalah insidentilnya.

    Masalah ketiga timbul bila masalah pokoknya tidak terselesaikan, masalah pokok timbul bila masalah kritisnya tidak terpecah. Dengan model itu marilah para peran-peran yang bertanggung jawab merumuskan lebih dahulu identifikasi seluruh situasi dan merumuskan masalahnya kedalam ketiga kelompok. Setelah itu barulah kita mencari pemecahannya dengan sikap dan perilaku yang bukan reaktif melainkan proaktif yang berlandaskan antisipatif.

    Mari kita duduk bersama untuk melaksanakan sumbang saran.

  3. sroestam says:

    Komentar dari Sdr. Untung Rochwadi di Milis CIO-Indonesia@yahoogroups.com:

    secara Teks Book, bagus sekali solusi ini. Dan saya setuju sekali.

    Ditempat saya bekerja sudah menggunakan cara seperti ini, hampir semua
    support untuk client kami (kecuali client yg tidak punya internet)
    kami remote melalui kantor. Banyak tools yg kami gunakan, mulai dari remote
    desktop, gotomeeting, Yahoo messangger dll.
    Bahkan kita bisa melakukan conference beberapa user untuk 1 client (company)
    Penghematan, sangat terasa sekali. Sekarang bagian support di tempat saya
    tidak pernah lagi menghabiskan budget untuk Bensin, Tol, parkir.
    Tidak pernah terjebak macet, tidak stress harus ke client lagi. Bahkan
    beberapa client bisa kami remote malam hari di rumah.
    yg jelas support kami menjadi lintas daerah/kota/negara…..

    Tapi sebelum ini di kerjakan, kita perbaiki dulu mental para pekerja
    indonesia.
    Jangankan, kerja dari rumah, wong ada bos saja, masih banyak yg chating,
    browsing… dll..

    Itu di perusahaan swasta, kalau di pemerintah..

  4. Dzibril says:

    Pheww….

    Kalo kita bisa kerja dari rumah asyik ya….?
    punya banyak waktu buat keluarga, gak bisa lirik2 selingkuh di kantor, and yang terpenting segala tugas dan tanggung jawab terpenuhi target perusahaan terealisasi.

    Mudah2an Masyarakat Indonesia bisa seperti itu…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s