Oleh2 dari ITU Regional Workshop on ICT Applications for Rural Communication Dev

Posted: December 1, 2007 in eWork, ICT for Rural Comm Development, Poverty Eradication
Tags: , ,

ITU Regional Workshop

ITU Regional Workshop on ICT Applications for Rural Communication Development diselenggarakan di Hotel Sanur Beach, Denpasar, Bali dari tanggal 28 Nov -30 Nov 2007, dihadiri oleh negara2 Asia pasifik, antara lain Jepang, Nepal, Pakistan, Bangladesh, Filipina, Malaysia, Indonesia, Timor Leste, Sekretariat ITU AP Region (Ms. Aurora Rubio), World Bank dan eWorldwide Group (Dr. Salma Abbasi).

Sessi terakhir Workshop tersebut adalah yang paling menarik, sebab merumuskan Kesimpulan dari Sessi2 sebelumnya untuk keberhasilan pengembangan telekomunikasi pedesaan, memberdayakan masyarakatnya (yang ter-marginal-kan) dan mengentaskan kemiskinan, sbb:

  1. Pemerintah masing-masing negara hendaknya mempunyai komitmen yang kuat untuk keberhasilan pelaksanaan Pengembangunan Telekomunikasi Pedesaan (Rural) untuk memajukan masyarakatnya dan mengentaskan kemiskinan.
  2. Pelaksanaannya memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai Departemen Pemerintahan/Institusi (kalau Indonesia: DEPKOMINFO, DEPDIKNAS, BAPPENAS, DEPKEU), dengan sektor swasta (Perusahaan Swasta, Suppliers, BUMN), dengan Asosiasi/kelompok Masyarakat (APWKomitel, AWARI, AWALI, APJII, ASPILUKI, APKOMINDO, MASTEL, Asosiasi Content Providers seperti ANIMA, IMOCA, dsb), dengan Organisasi Internasional/Global (ITU, World Bank, UNDP, ADB, eWorldwide. Istilah keren-nya meminjam dari Dr. Salma Abbasi: Multi-Sectoral, Multi-Stakeholders Partnership, atau Public-Private-Partnership (PPP).   Sudah banyak sekali keberhasilan penerapan TIK di pedesaan untuk mentransformasikan masyarakatnya melalui TIK dan mengentaskan kemiskinan yang dipaparkan dalam Workshop, seperti di Pakistan, Bangladesh dan India.
  3. Organisasi yang dianggap paling tepat bagi upaya ini adalah sebuah Superbody yang memiliki kewenangan lintas sektoral dan lintas stakeholders, langsung dibawah kepemimpinan Nasional. Organisasi ini perlu dilengkapi dengan Sekretariat (kalau di Filipina, namanya Executive Council) yang menjadi motor penggerak organisasi yang aktif, proaktif, innovatif dan kreatif dalam menjalankan dan memainkan kewenangan luas yang telah diberikan (kalau di Indonesia adalah organisasi DeTIKNas. Soal belum adanya anggaran tidak bisa menjadi alasan kemandulan organisasi, sebab dengan kewenangan yg diberikan, seperti contoh di beberapa negara, mampu menggalang dana dari sektor swasta/asosiasi/badan-badan Internasional melalui PPP tersebut diatas, untuk menghasilkan hasil-hasil yang nyata) .
  4. ITU diminta untuk mencarikan peluang-peluang bisnis dari negara-negara maju (outsourcing tenaga kerja dalam berbagai bisnis, seperti call center, system analysts, financial analyst, software design and development, webdesign, software support, application support, dsb) untuk ditawarkan kepada tenaga-tenaga muda di negara-negara berkembang uyang memiliki skill, keahlian, kreativitas dan inovasi yang diperlukan. Tujuannya bukan untuk brain drain (mengirim SDM ini ke negara2 maju), namun untuk melakukan kerja jarak jauh (eWork), sehingga biayanya sangat kompetitif dan meningkatkan Devisa negara2 berkembang. Ini hanya bisa dilakukan setelah daerah pedesaan/rural terjangkau layanan TIK, dan masyarakatnya mendapat pendidikan yang sesuai. Selain itu, adanya sarana TIK di pedesaan dapat menghidupkan perekonomiannya, berkembangnya e-commerce DN dan LN (export), mengetahui harga jual produk2 mereka (via Internet), sehingga memotong margin besar yg diperoleh para calo2/mafia.
  5. Masing-masing Negara/Pemerintah agar memberikan kesempatan kerja bagi wanita dan pemuda/pemudi di negara masing2, sebab mereka adalah SDM yang potensial/kreatif/innovatif dan merupakan persentase kependudukan yang cukup substansial (wanita 50% populasi, pemuda/pemudi 35% populasi).
  6. ITU agar mengkoordinasikan penyediaan tenaga2 ahli yang berpengalaman yang diperlukan dalam pemanfaatan TIK di wilayah rural/pedesaan, baik yang berasal dari negara2 maju maupun negara2 berkembang. Pendanaanya melalu sponsorship dari Badan2 Internasional, Negara maju, atau swasta/perusahan besar.
  7. Di masing2 negara agar didakan pemberian penghargaan atau Award bagi individu/organisasi/perusahaan yang sukses dalam pemanfaatan TIK bagi wilayah pedesaan/rural, serta bisa berkesinambungan. Penghargaan ini dalam kerangka sosialasi keberhasilan tsb agar menjadi contoh bagi lokasi-lokasi lainnya.
  8. Saran dari Mr. Yasuhiko Kawasumi, Rapporteur ITU Study Group 2 (Jepang), bahwa saat ini adalah saat untuk melaksanakan program2 secara nyata, bukan terus-menerus berseminar/workshop (mungkin karena gemes/kesel melihat kenyataan di banyak negara, setelah beberapa tahun, masih pada tahap perencanaan, dan ber-putar2 disitu saja).

Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembangunan bangsa dan negara, serta sebagai bahan introspeksi di bidang masing-masing.  Silahkan diberikan tanggapan , atau saran-saran yang positif.

Comments
  1. Arif says:

    Kepada
    Yth : Seluruh Member Member/Receiver

    Dengan Hormat,

    Sebelumnya saya mohon maaf atas terkirimnya e-mail ini, yang mungkin
    menggangu kenyamanan Member Semua. Disini saya member baru, semoga ini
    tidak membuat para member tidak merasa terganggu, karena disini saya
    memberikan Informasi Produk Baru untuk pengembangan usaha/business
    anda, Produk ini Disebut PC Smart MULTI User, untuk mendukung pengembangan sistem
    komputerisasi di kantor anda yang lebih efisien. Sangat Cocok Untuk
    Usaha WARNET

    Distributor Produk ini juga siap untuk melakukan demo produk, baik di
    tempat anda maupun anda yang berkenan hadir ke shop Distributor ini.
    Apabila anda meminta mereka yang hadir ke tempat anda, tentunya dengan
    catatan masih berada di wilayah Jakarta dan pihak anda menyediakan
    perangkat yang di butuhkan (selain PC Smart itu sendiri) untuk
    mendukung demo tersebut, seperti jaringan LAN, komputer server induk,
    monitor, keybord, mouse, dan power port.

    Untuk Request Brosure

    TO : smart.station@yahoo.com

    CC : bpkngalimun@yahoo.com

    subject : “Request Brosur”

    Hormat Saya
    Arif S. Ahmady
    0852 3504 8393

  2. rusdiah says:

    Kami( Rudi Rusdiah – APWKomitel) sebagai panelist sesi 8.3 ( yang terakhir) dengan pak Mitro sebagai chairman terasa sesi terakhir ini Indonesia memberikan jawaban kepada peserta conference mengenai:

    1. public private partnership … nice to say… but difficult to do (NATO)
    warnet masih serasa tidak diperdulikan… sering peraturan daerah masih melihat warnet sebagai sasaran empuk untuk pendapatan melalui pajak, retribusi dll… polisi sering masih melihat warnet juga sebagai sasaran tembak… jadi jauh dari apa yang dibicarakan diseminar ini dimana warnet sebagai sarana mengurangi digital dan poverty divide.

    2. Di Indonesia bottom up movement terasa dimana mana… karena CAP pemerintah tidak jelas juntrungannya.

    3. Tender CAP yang kami ikuti juga terasa sangat aneh dan tidak memikirkan efisiensi dan penghematan biaya. Namun untungnya usaha bottom up bisa mengimbangi usaha pemerintah yang top down dan tidak memikirkan penghematan, efisiensi dan efektifness dari program pengembangan CAP
    Jadi terlepas dari apa yang dilakukan pemerintah, kami dari swasta merasa bangga bisa mengerjakan apa adanya dan terlihat floor pun menjambut antusias presentasi kami…

    4. soal open source dan software murah menjadi flagship kami… jadi sangat beda dengan flagship dektiknas software legal…
    kami bicara soal cheap applications instead of killer applications… karena kalau sudah murah, maka affordable… tinggal di sosialisasikan dan dicari manfaatnya untuk masyarakat
    dan sering murah tidak berarti jelek… terbukti dengan firefox, google, yahoo semuanya gratis dan sangat bagus…

    anyway… menarik session 8.3 ini dimana saya sparing partner dengan pak mitro dari Indonesia bersama teman teman dari Universitas Utara Malaysia untuk menunjukkan kepada dunia… bahwa meskipun kita banyak masalah bukan berarti kita tidak punya solusi dan kita masih punya guts…

    sampai kapan ?

    semoga paling tidak sampai 2015… target WSIS Geneva dan Tunis

    salam kompak, rr – apwkomitel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s