Larangan Terbang ke UE: “Please tell to your Government, Just Work! If not it will take 100 years or more.”

Posted: December 5, 2007 in Keselamatan Penerbangan, Larangan Terbang
Tags: , ,

1. Pak Agus Pambagio, Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen minggu yang lalu melakukan perjalanan ke Eropa bersama Rombongan Pemerintah R.I. (Ditjen Perhubungan Udara) dalam kerangka melobby Uni Eropa (UE) agar larangan terbang 51 maskapai penerbangan Indonesia segera dicabut.

2. Saya baru paham mengapa UE tetap saja melarang 51 maskapai Penerbangan Indonesia datang ke Eropa setelah saya baca laporan pak Agus Pambadio.

Ringkas ceritanya, UE memang tidak macam-macam, saya kutip laporan pak Agus Pambagio dan pernyataan UE sbb:
——
Jadi bisa dibayangkan kalau CAP (Corrective Action Plan) saja belum dibuat dengan benar oleh DJU (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara), bagaimana kita bisa melobi UE dan minta mereka segera mencabut larangan terbang tersebut? Meskipun demikian, sebelum saya mohon diri, masih sempat saya tanyakan kapan kira-kira UE akan mencabut larangan terbang maskapai Indonesia. Mereka dengan ringan menjawab : “Please tell to your Government, Just Work! If not it will take 100 years or more.”
——

3. Minggu lalu sewaktu membaca artikel di Harian Kompas yang menyarankan agar Indonesia segera melakukan “Reciprocal Action” untuk juga membalas dengan melarang maskapai2 penerbangan Eropa terbang ke Indonesia, sebab UE masih juga belum mencabut larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa, saya berpikiran untuk mendukung langkah Indonesia ini, karena saya sangka UE memang macam2, ingin membuat Indonesia terpuruk.

4. Kenyataan di lapangan, memang keamanan penerbangan di Indonesia masih jauh dari aman, melihat berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu yang lalu (saya baca dari Koran Kompas):

  • Sekitar 2 minggu yang lalu, masyarakat di Tangerang menemukan potongan sirip ekor pesawat terbang yang jatuh dari udara. Ternyata memang diakui oleh petugas bahwa potongan itu jatuh dari pesawat Batavia Air.
  • Dua hari yang lalu, Kompas juga memberitakan bahwa ditemukan tutup mesin sebuah pesawat yang jatuh dari udara. Namun kali ini belum ada maskapai penerbangan yang mengakui bahwa barang itu adalah miliknya. (Berita Kompas 7 Des 2007, ternyata barang itu milik Lion Air).
  • Kemarin Bandar Udara Polonia terbakar!

5. Saya mengungkapkan hal ini bukan karena ingin negeri ini terpuruk. Malah sebaliknya saya ingin bahwa semua pihak yang terkait dengan masalah keselamatan penerbangan ber-introspeksi untuk membenahi keselamatan penerbangan di Indonesia. Saya percaya, bahwa kalau pembenahan ini telah dilakukan dengan benar, maka larangan terbang UE terhadap maskapai2 penerbangan Indonesia segera dicabut, bukan 100 tahun lagi!

Silahkan ditanggapi.

Comments
  1. Rito says:

    Moga-moga larangan terbang segera dicabut dan pemerintah jangan cuman asal balas dendam tapi juga segera bikin CAP-nya.

    Untuk DPR, jangan cuman diem aja untuk urusan gini. Proaktiff dunk !!!!! masak untuk urusan rumah dinas aja kalian ribut tapi untuk urursan seperti ini kalian diem, PAYAH !!!

  2. agus pambagio says:

    Pak Roestam Yth;

    Saya ke Brussels tidak dengan rom an DJU tetapi sendirian tapi saya ditemani putri saya yang kebetulan sedang mendapat tugas belajar di Belanda. Pada dasarnya saya ke Belanda diundang sebuah institusi untuk mempresentasikan masalah sosial politik dan ke Brussels atas biaya pribadi karena saya penasaran mengapa ban tidak dicabut cabut oleh Uni Eropa.

    Saya ke Brussels sepengetahuan dan seizin Menhub dan Petinggi negara lainnya

    salam

    Agus Pambagio

  3. citrabarlyn says:

    permasalahan embargo UE, menurut pendapat saya semua saling terkait, DSKU ( Dinas Sertifikasi Kelaikan Udara ), Operator dan konsumen.

    DSKU disisi lain sebagai pemberi ijin pesawat tersebut laik terbang dengan adanya C Of A dengan kata lain stnk nya pesawat tentu keluarnya C Of A tersebut dengan berbagai persyaratan yang intinya pesawat terse but memenuhi persyaratan airwhortines ( Laik terbang dengan mengutamakan keselamatan )

    Operator disisi lain sebagai penyedia jasa penerbangan telah berupaya pesawat tersebut memenuhi persyaratan laik terbang. tentu juga operator mempertimbangkan perawatan yang dilakukan agar sesuai dengan prinsip usaha ” menekan sekecil mungkin pengeluaran dan mendongkrak sebesar mungkin keuntungan “, artinya dengan tiket yang semurah mungkin agar menyedot konsumen sudah di pastikan perawatan seminimal mungkin untuk mengimbangi pendapatan.

    Konsumen di sisi lain mereka menginginkan tiket terbang yang murah pelayanan yang baik keselamatan yang sempurna.

    permasalahan tidak ada perawatan pesawat yang murah lantas darimana pendapatan operator agar semua perawatan sesuai dengan standard internasional ????? sementara tiket di indonesia harus murah agar banyak peminat ?????

    DSKU apa betul operator sudah sesuai standar internasional dalam hal perawatan jika ya kenapa masih di embargo ? kenapa masih banyak kecelakaan padahal penyebabnya sepele. jika tidak kenapa pesawat masih pada terbang ????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s