Diguyur hujan 1-jam, Jumat 7 Des 2007, Jakarta Banjir dan macet lagi.

Posted: December 9, 2007 in Banjir, eWork, Home Working, kemacetan lalulintas, Telecommuting
Tags: ,

hujan

Hari Jumat siang tanggal 7 Desember 2007 Jakarta kembali diguyur hujan lebat selama 1-jam, pertanda datangnya musim hujan yang akan berlangsung sampai dengan bulan Maret 2008. Dalam waktu yang relatif singkat ini, kota Jakarta dan sekitarnya tergenang air, karena macetnya selokan-selokan pembuangan air. Jalan Protokol Jl. Thamrin tidak luput dari serangan banjir, didepan Hotel Nikko. Tinggi air mencapai kedalaman sampai 30 centimeter, sehingga banyak mobil sedan terpaksa minggir kekanan yang airnya agak dangkal untuk menghindari mogok di jalan.

Kondisi ini menyebabkan kemacetan di jalan-jalan utama Jakarta, karena sifatnya traffic lalulintas yang saling terkait dari satu ruas jalan dengan jalan lainnya yang terhubung. Ini baru pemulaan musim hujan, karena hujannya hanya sebentar-sebentar, tetapi sudah mampu untuk membuat jalan-jalan di kota Jakarta dan sekitarnya macet total.

Berapakah kerugian masyarakat dan perusahaan-perusahaan karena sebab yang relatif sepele ini? Menurut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), kerugian akibat kemacetan lalulinas ini bisa mencapai Rp 48 Trilyun, karena maningkatnya penggunaan BBM, hilangnya waktu kerja yang produktif, produktivitas pekerja yang menurun ditinjau dari berkurangnya waktu kerja, kelelahan karyawan setelah menunggu ber-jam-jam di mobil, menambah stress karyawan, dan bisa menimbulkan menurunnya kesehatan karyawan, dan lain-lain lagi efek negatif.

Mengingat musim hujan akan berlangsung selama 3 bulan, maka apakah ada solusi jangka pendek untuk menanggulangi banjir di Jakarta dan sekitarnya? Rasanya tidak ada solusi yang cepat dan efektif untuk menanggulangi banjir di Jakarta dan sekitarnya, sebab upaya-upaya pembangunan fisik untuk mencegah banjir bisa memakan waktu ber-tahun-tahun!

Maukah Pemerintah dan Perusahaan BUMN dan Swasta membiarkan banjir yang akan berlangsung selama 3 bulan ini, dengan dampak yang pasti macetnya lalulintas seperti yang kita alami akhir-akhir ini? Akankah hilangnya jam kerja, produktivitas karyawan, meningkatnya biaya transportasi, keterlambatan penyelesaian pekerjaan/proyek dibiarkan begitu saja?

Kemacetan lalulintas tidak hanya akibat banjr, tetapi seperti kita alami tiap hari, bisa akibat tidak tertibnya pengguna jalan, adanya pembangunan Busway, tidak adanya Polisi Lalulintas/Petugas yang mengatur jalan, demo atau unjuk rasa, dan lain-lain.

Tidak bisakah kita selaku Pimpinan Lembaga/Institusi/Departemen atau CEO Perusahaan melakukan upaya-upaya yang kreatif dan innovatif untuk menanggulangi macetnya lalulintas (akibat dari berbagai kondisi tersebut diatas) di Jakarta dan sekitarnya?

Kerugian akibat macetnya lalulintas akan bertamnbah lagi di-awal tahun 2008, dengan dimulainya pembatasan penggunaan Bensin Premium bagi perorangan, diganti dengan Bensin Premium beroktan tinggi (90-95%), dengan harga yang hampir dua kali lipat (sekitar Rp 7600 per liter).

Salah satu upaya kreatif dalam menanggulangi kemacetan lalulintas adalah dengan melakukan perubahan budaya kerja dari budaya berkantor tiap hari, menjadi berkantor bila diperlukan. Selebihnya, karyawan tetap tinggal di rumah atau tempat lain yang dekat rumah, seperti Lokasi HotSpots WiFI, Warnet, Cybercafe, tempat2 rekreasi/restauran yang ada sarana jaringan telekomunikasi Broadband, dll.

Kami percaya bahwa sudah saatnya untuk menerapkan budaya kerja baru itu yang biasa dikenal dengan nama Telecommuting, atau Home Working atau eWork, sebab sudah tersedianya sarana2 sbb:

  • Warnet di segenap pelosok kota
  • Sarana Jaringan Telekomunikasi Broadband: Telkom Speedy (ADSL), Layanan 3-3.5G Seluler GSM (HSDPA, UMTS), Wideband CDMA (Seuler dan FWA).
  • Sarana Low Speed Internet: GPRS, Dial-up PSTN, Telkomnet Instant, dsb.

Penggunaan Warnet untuk Telecommting dapat dilakukan melalui kerjasama dengan Asosiasi2 Warnet, sperti APWKomitel, AWARI, dan AWALI (Linux).

Sedangkan penggunaan jaringan Broadband dapat dilakukan melalui kerjasama dengan para Operator. Untuk individu, maka cukup yang bersangkutan menjadi pelanggan Operator yang terkait. (GSM, CDMA FWA, operator jaringan optik, jaringan Broadband Wireless, dll).

Perihal jenis-jenis pekerjaan macam apa saja ayng sudah memungkinkan untuk diterapkan cara kerja Telecommuting/Home Working kita serahkan kepada para Pimpinan Departemen/Lembaga/Institusi atau CEO Perusahaan-perusahaan untuk menetapkannya.

Yang terpenting, harus ada komitment untuk memulainya, dengan jadwal penerapan secara bertahap.

Silahkan ditanggapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s