Oleh2 Perjalanan Jakarta-Surabaya-Malang via Porong. Adakah solusi buat Lumpur Lapindo?

Posted: December 21, 2007 in Lumpur Lapindo, musibah
Tags:

Masjid Sabilillah

Hari ini, Jumat 21 Desember 2007 kami beserta Istri berangkat dari Jakarta ke Surabaya dengan pesawat AirAsia pukul 06:50 WIB dan tiba di Airport Juanda Surabaya sekitar pukul 08:00 WIB. Cuaca cukup cerah, dan penerbangan cukup lancar.

Setelah istirahat sebentar kami melanjutkan perjalanan dengan mobil sewaan menuju Malang, via Porong, Sidoarjo, sehingga kami sempat melihat kondisi lingkungan disekitar semburan Lumpur Sidoarjo. Kondisinya sungguh sangat memprihatinkan, rumah-rumah dan pabrik ditinggalkan penghuninya/pemiliknya, sebab lumpur sudah mengepungnya. Jalan Toll yang melintas areal lumpur sudah dibongkar/diputus, sebab retak-retak yang membahayakan kendaraan yang lewat. Kendaraan yang kami tumpangi terpaksa harus melalui jalan pedesaan, sebab jalan raya menuju ke Malang macet total.

Saat pukul 12.00 WIB kami mendengan suara azan di kejauhan yang berasal dari mesjid Sabilillah, desa Beringin-Pamotan-Porong, pertanda bahwa sholat Jumat akan segera dimulai. Kami bersama sopir menyempatkan diri sholat Jumat di masjid Sabilillah ini. Khotibnya adalah Bapak K.H Nawawi Baidlowi, yang antara lain menyampaikan khutbah tentang perlunya kerja keras dan pengorbanan besar untuk mencapai sebuah cita-cita besar.

Saya jadi teringat khutbah Khotib sholat Idul Adha sehari sebelumnya (Kamis 20 Desember 2007) di Masjid Al Falah, Rempoa, Ciputat, yang antara lain beliau menyampaikan bahwa ada orang muslimin yang banyak amal ibadahnya, tetapi banyak menerima musibah. Penjelasan beliau, bahwa orang muslimin itu disayang oleh Allah, dan sebelum dinaikkan derajatnya, Ia harus melalui ujian dalam bentuk musibah. Kalau Ia sabar dan tawakal, maka Ia akan lulus ujian dan mendapat kenaikan derajat.

Namun bisa juga musibah itu adalah bentuk kemurkaan Allah karena hambanya tidak melaksanakan perintah2Nya, sehingga Allah menunjukkan kepadanya sedikit contoh besarnya siksa di neraka. Allah masih memberinya kesempatan untuk bertobat sebelum ajal menjemputnya.

Ketiga hal yang diungkapkan kedua Khotib tersebut diatas sangat erat kaitannya dengan musibah Lumpur Lapindo. Kita ambil yang positifnya saja, yaitu Allah masih sayang kepada bangsa Indonesia, makanya Beliau memberi kita musibah sebagai ujian untuk kenaikan derajat.
Pesan_korban

Selain itu, kita perlu mencontoh keberhasilan Bapak Presiden R.I. Susilo Bambang Yudhoyono dengan motto beliau yang ampuh: “Bersama kita bisa!”. Maka kita perlu berjuang bahu-membahu untuk menanggulangi luapan Lumpur Panas Lapindo, dan jangan saling menyalahkan tanpa berbuat sesuatu yang positif.

Lumpur di Kali Porong

Berikut ini kami ingin menyampaikan cara lain untuk menyumbat luapan Lumpur Lapindo, setelah kegagalan upaya penyumbatan dengan menggunakan ratusan bola-bola beton yang di-cemplungkan ke pusat semburan lumpur:

  • Inti dari upaya penyumbatan lumpur Lapindo kali ini menggunakan Hukum Fisika Archimedes: Ketinggian lumpur dalam sebuah tabung akan mencapai titik keseimbangan bilamana tekanan dari bawah lumpur = berat lumpur yang ada diatasnya. Dengan demikian semburan lumpur Lapindo akan terhenti dengan sendirinya!
  • Langkah awal pelaksanaannya adalah dengan mengukur diameter lubang semburan Lumpur Lapindo.
  • Langkah berikutnya adalah mengukur besarnya tekanan dari bawah lumpur, dengan meletakkan sensor tekanan semburan lumpur (pressure sensor).
  • Berikutnya kita perlu mengetahui Berat-Jenis (BJ) lumpur.
  • Dari rumus keseimbangan Archimedes tersebut diatas, dan dengan mengetahui tekanan dari bawah lumpur, serta BJ lumpur, maka diperoleh Volume (V meter kubik) lumpur diatas lobang semburan yang dapat menghentikan semburan itu.
  • Bila diameter lubang semburan adalah D meter, maka tinggi tabung raksasa untuk menghentikan semburan lumpur adalah = 4V/(DxDx3,14159) (meter).
  • Pembuatan Tabung Raksasa atau Sumur Beton/Baja raksasa kita serahkan kepada para Ahli Teknik Konstruksi Sipil (misalnya ahli bendungan air, dam) yang banyak di Indonesia yang sudah berpengalaman.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat.

Comments
  1. widjonarko roestam says:

    Dalam usulan rumusan Pak Sumitro untuk menentukan tinggi sumuran H juga terdapat variable H; yakni untuk menentukan V = H x luas lingkaran D. Mohon ada penjelasan logika rumusan tersebut.

    Salah satu tanggapan menyebutkan semburan di tempat pak Herman besarnya 518 m3/hari dan tekanan semburan disebutkan sebesar 1,8 kg/cm2 atau 18 ton/m2. Kalau data ini benar, maka kita cukup beri 2 x counter tekanan misalnya; yakni 36 ton/m2, maka tekanan semburan akan berhenti.

    Kalau misal BJ lumpur = 1,1 ton/m3 dan luas lingkaran = A m2 serta sekarang tinggi lumpur sudah mencapai 12 m (dianggap sama dengan tinggi tanggul sekarang), maka sekarang sudah terjadi counter beban sebesar = A (m2) x 12 m x 1,1 ton/m3 /A m2 = 13,2 ton/m2. Hal ini sudah mencapai 0,73 x tekanan semburan. Kenyataan semburan koq belum menunjukkan penurunan. Mungkin kita perlu tunggu sampai tanggul mencapai tinggi 20 m, mudah2an “kersaning Allah SWT” lumpur akan berhenti. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

  2. sroestam says:

    Pak Wijonarko Yth,

    Terimakasih atas koreksi Rumus untuk menghitung Ketinggian Lumpur diatas permukaan tanah, kelupaan faktor Pi=3,14159.

    Jadi Rumus untuk mencari ketinggian lumpur yang ada diatas permukaan tanah agar semburan bisa dihentikan menjadi sebagai berikut:

    1. Asumsi tekanan semburan Lumpur dari bawah adalah = P kg/meter-persegi

    2. Bila ketinggian Lumpur yang diatas permukaan tanah = H meter, dan Luas Penampang Lobang Lumpur = A meter-persegi dan Berat Jenis Lumpur = BJ kg/meter-kubik, maka:

    Tekanan dari berat Lumpur diatas permukaan tanah = (HxAxBJ)/A =HxBJ kg/meter-persegi

    3. Setelah terjadi kesimbangan Archimedes, maka Tekanan Lumpur dari Bawah = Tekanan Lumpur dari Atas, atau Butir 1 = Butir 2 tersebut diatas.

    4. Jadi Ketinggian Lumpur diatas tanah H = (P/BJ) meter.

    5. Bagaimana mencari ketinggian H tersebut? Caranya ya pakai Rumus diatas. Masukkan pipa kecil dan panjang kedalam pusat semburan sedalam mungkin, lalu dilihat saja, pada ketinggian pipa berapa maka lumpur tidak akan keluar lagi melalui pipa itu. Ketinggian itu adalah H meter seperti pada rumus diatas!

    6. Saran kami agar ITS segera men-simulasikan Teori ini di Lab Hidrologi ITS, pakai air biasa saja, kemudia terapkan di Lokasi semburan Lumpur untuk mengetahui ketinggian H pada Rumus diatas.

    7. Jadi para Ahli ITS bisa langsung mengetahui kapan Lumpur Panas Lapindo akan berhenti (pada ketinggian H meter). Tidak perlu menebak-nebak lagi.

    8. Dari Laporan para Ahli, tekanan Lumpur dari bawah adalah sebesar = 18.000 kg/meter-persegi. Dengan Berat Jenis Lumpur sebesar 1.100 kg/meter-kubik, dan dengan memakai Rumus pada Butir 4 diatas, maka Ketinggian Dam (Sumur) Raksasa adalah = 18.000/1.100 = 16.3636 meter untuk menghentikan Semburan Lumpur Panas Lapindo.

    Tahap berikutnya, menghitung biaya pembangunan Sumur Raksasa untuk menghentikan Lumpur Panas Lapindo selamanya, Insya Allah!

    Wassalam,
    Admin Blog

  3. SUPRAPTO says:

    saya setuju dg pendapat pak wijanarko rustam, hanya diperlukan sedikit modifikasi yaitu dengan cara peyumbatan pada kedalaman tertentu dengan mamasukkan rangka baja semacam jarung payung, untuk menambah kekuatan ( guna mengimbangi tekanan dari bawah perut bumi. sehungga akan terjadi keseimbangan. Maaf ini pendapat orang yg rapot fisika dulu dpt 5 .saya punya design alat tersebut dan sudah saya uji pada sekala lab. semoga bermanfaat

  4. widjonarko roestam says:

    Saran P. Suprapto untuk dipraktekan perlu pertimbangan yang teliti. Sekarang ini di luar tanggul sudah banyak keluar semburan2 lumpur dan gas kecil. Artinya luas daerah yang dipengaruhi tekanan lumpur sudah sangat melebar dan perlu diteliti batasannya. Kalau kita coba menyumbat, seperti contoh pengalaman bola beton; jangan2 konstruksi penyumbat tsb akan ambles ke bumi atau memperluas munculnya sumber semburan lumpur baru lagi.
    Level lumpur di dalam tanggul rupanya tidak setinggi tanggulnya (atau belum). Jadi langkah meninggikan tanggul sampai terjadi keseimbangan, rasanya merupakan solusi yang aman meskipun gambling-nya juga besar.

  5. sroestam says:

    Pak Wijonarko, pak Suprapto dan Kawan2 Yth,

    Kami lampirkan e-mail ke Bapak MenKominfo dan MenRistek tentang upaya untuk merubah musibah Lumpur Lapindo menjadi berkah. Mudah2an ada yang bisa meneruskannya ke Pihak2 yang berkewenangan.

    To: ,
    Cc: ,
    Subj: Mengubah Musibah Semburan Lumpur Lapindo menjadi Berkah

    Bapak-bapak Menteri RISTEK dan Menteri KOMINFO yang kami hormati,

    1. Dengan hormat kami sampaikan Berita HOT dibawah ini tentang Lumpur
    Panas Lapindo yang Insya Allah akan berhenti menyembur pada
    Ketinggian Dam/Bendungan = 16,3636 meter. Ini adalah sebuah berita yang
    melegakan, terutama bagi masyarakat disekitar Porong/Sidoardjo, sebab ada
    kepastian tentang kapan Lumpur Panas Lapindo akan berhenti menyembur.

    2. Berita melegakan ini perlu kita tanggapi secara hati-hati, sebab
    ada peristiwa-peristiwa penting yang perlu kita perhatikan,
    berdasarkan berita dari media massa, yaitu:

    – Ada sekitar 76 Titik Semburan Lumpur Panas
    – Retaknya Jembatan Toll Porong, dan ada penurunan ketinggian tanah
    diluar Bendungan Lumpur Lapindo. Ini membuktikan bahwa akibat arus
    semburan Lumpur Panas dari bawah tanah, tanah disekitarnya ikut
    tergerus oleh aliran lumpur, sehingga menimbulkan rongga-rongga
    kosong dibawah tanah. Apabila tanah diatas Rongga-rongga kosong itu tidak
    kuat menahan bebannya sendiri, maka tanah itu akan rontok kebawah,
    membentuk kolam lumpur raksasa, dan mengakibatkan kematian bagi masyarakat yang
    masih menghuni wilayah itu.

    3. Untuk menghindari musibah yang mungkin terjadi pada butir 2
    diatas,
    maka Pemerintah atau Pihak-pihak yang berkepentingan untuk melakukan
    langkah-langkah sbb:

    – Segera mengosongkan wilayah sekitar 1-kilometer dari Bendungan
    Lumpur Lapindo dari hunian penduduk.
    – Segera meninggikan Bendunga Lumpur Lapindo sampai ketinggia minimal
    = 17 meter, dan menutup Luapan Lumpur yang dialirkan ke Kali Porong,
    sebab masih adanya aliran lumpur akan menggerus tanah di-bawah tanah,
    yang menimbulkan Rongga-rongga kosong yang dapat runtuh sewaktu-waktu.

    4. Ada peristiwa penting lainnya yang perlu kita waspadai, yaitu
    munculnya semburan kecil gas dan air dari lantai beberapa rumah
    penduduk diluar Bendungan Lumpur Lapindo, menandakan bahwa tekanan
    kuat lumpur dari bawah tanah sedang mencari jalan keluarnya melalui tanah
    diluar Bendungan.

    5. Untuk menghindari kemungkinan bencana yang tersebut pada butir 3
    dan 4 tersebut diatas, dan menghindari bencana akibat bobolnya atau
    rontoknya (kebawah) Bendungan Lumpur Lapindo Pertama, maka agar
    Segera dibangun Bendungan Cadangan pada jarak sekitar 1-Kilometer dari
    Dinding Bendungan Lumpur Lapindo ke-I.

    6. Pelaksanaan butir 3 dan 5 tersebut diatas tentu akan memerlukan
    biaya yang besar yang bisa mencapai Rp 10 trilyun (belum kami
    hitung).
    Siapakah yang akan membiayai?

    Dengan adanya kepastian bahwa semburan Lumpur Panas Lapindo yang
    Insya Allah dapat diatasi sebagaimana tersebut diatas, maka semburan yang
    terkendali ini akan dapat diubah menjadi Sumber Daya Alam yang
    bermanfaat, yang dapat berupa gas alam, air bersih atau BBM minyak
    bernilai tinggi, karena masih akan mengalir selama puluhan tahun.
    Informasi tentang kepastian langkah2 pada butir 3 dan 5 diatas dan
    adanya potensi ekonomis semburan sebagai Sumber Daya Alam yang
    bernilai tinggi akan bisa menarik para Investor untuk berpartisipasi dalam
    pembiayaannya.

    7. Keuntungan lain dari cepatnya Explorasi dengan memasang Pipa
    beserta Casing sampai kedalaman 3-kilometer atau lebh, adalah dapat
    distabil-kannya tekanan disekitar lokasi Bendungan Lumpur Lapindo-I.

    Informasi ini kami harapkan akan merupakan masukan bagi Kabinet
    Indonesia Bersatu untuk membuat keputusan yang mantap yang Insya
    Allah dapat mengubah Bencana Lumpur Lapindo menjadi Berkah bagi bangsa
    Indonesia dan masyarakat disekitar Semburan Lumpur Lapindo.

    Semoga bermanfaat.
    Wassalam,
    S Roestam

  6. […] Saran untuk menghentikan semburan Lumpur Lapindo dapat dilihat dengan meng-klik Teks dibawah ini:: Klik untuk melihat saran menghentikan semburan Lumpur Lapindo […]

  7. Elite_Hacker says:

    Rumusnya buat bingung
    Paakai bom ya
    Sperti ini

  8. yansen says:

    Lumpur itu memang susah untuk mati,bisa jadi air memang dari laut(bejana berhubungan),namun bisa dikecilkan luapannya.Sekeras apapun ditimbun pasti akan meluap lagi.Jika berketetapan hati ingin menimbun luapan tersebut
    Lumpur itu milik negara(UU45),dan tidak boleh negara hanya berpangku tangan melihat tanahnya tenggelam.
    1.Berikanlah uang emas untuk rakyat
    Hargailah rakyat yang menghuni daerah itu,jangan hanya diambil kekayaannya tanpa memberikan sedikitpun manfaat dan kontribusi untuk kemakmuran rakyat. Hitunglah berapa penghasilan rakyat yang menggunakan daerah itu,setiap petak mata pencaharian rakyat yang bertopang hidup di situ harus kalian ganti kalau perlu lebihkan untuk menghargai mereka.

    2.Berikanlah kepala tledek
    Ketetapan hati,niat yang baik dilakukan dengan ikhtiyar yang keras.
    Uang tersebut berikanlah kepada kepala pemerintahan daerah itu untuk diorganisasikan.Pekerjakan semua orang-orang daerah itu untuk bekerja bersama-sama bergotong bersama dengan aparat pemerintah royong menimbun lumpur,kumpulkan para ahli geologi fisika,tukang kayu,kuli dsb semua orang sesuai dengan keahliannya masing2.
    Hargailah keringat kerja mereka dengan upah yang pantas.
    3.Kembang wijaya kesuma
    Sebagai lambang keagungan dan niat yang suci,untuk memajukan dan mengelola daerah itu dengan baik.
    4.Gong sekar delima
    Semua itu lakukanlah dengan ikhlas dan berdoalah agar Tuhan mengabulkan keinginan dan usaha kita.Mudah mudahan membuka mata batin kita,segala sesuatu terjadi dan dimudahkan karena kehendak Allah Tuhan Semesta Alam.

  9. perjalanan yang menarik
    salam hangat

  10. Anonym says:

    Bapak2 & kawan2 se-Indonesia
    senang masih ada yang berkomentar tentang tragedi besar yang tengah berkembang dinegara kita selain ber-facebook ria, tapi pesan2 ini mestinya dibaca oleh Bapak Presiden sendiri. saya yakin beliau masih ada sedikit waktu untuk membaca komentar warganya secara langsung yang tidak mungkin datang langsung ke Jakarta atau menelepon Pak Bambang untuk mengeluarkan komentar. Lumpur lapindo harus ditanggulangi secepatnya dan paling diutamakan melihat begitu banyak akibat yang disebabkan disekitar Sidoarjo bahkan berpengaruh besar untuk seluruh area di Indonesia. Mungkin biaya yang diperlukan benar2 besar tapi kita punya banyak warga negara yang pintar dalam teori penanggulangan, Pak Bambang harus turun tangan sendiri untuk menghindari penggelapan biaya, bukan berarti Bapak Presiden melalaikan masalah lain untuk negara, keterbukaan ke masyarakat bahwa Pak Bambang saat ini fokus menanggulangi tragedi lapindo pasti bisa dimengerti warga. Biaya ganti rugi memang juga masalah yang sangat penting buat masyarakat tapi kalau itu didahulukan akan semakin banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan berapa banyak lagi biaya ganti rugi yang bisa diberikan. Bapak Presiden, Pak Bambang adalah kunci untuk menyelesaikan masalah ini, tranparancy benar2 diperlukan dan pengertian serta dukungan yang tinggi dari seluruh warga negara indonesia sangat dibutuhkan saat ini. saya memang belum bisa membantu apa2 saat ini, bagaimana pun saya siap kapan saja bila Pak Bambang mempertimbangkan masalah ini dengan serius.

  11. Eddy Janto says:

    Langkah paling dramatis adalah dengan cara menambah ketinggian bendungan sesuai dengan hukum archimedes ( seperti yang dikemukakan oleh Bapak Sroestam, disamping itu dilakukan cara untuk membekukan lumpur yang terkumpul dalam bendungan, nah cara utk membekukan lumpur tersebut harus ada bantuan dari tenaga ahli kimia, misalnya dicampur dengan bahan2 kimia yg dapat membuat lumpur tersebut mengeras dan padat….. insya Allah lumpur akan berhenti…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s