Archive for January, 2008

Tergelitik oleh Lelucon yang dibuat oleh pak Setyanto di Milis MASTEL yang judulnya adalah:

“Kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?”

Anda tahu kenapa Indonesia tidak menjadi negara maju?

Karena rakyat Indonesia sejak dini sudah didoktrin dengan lagu2 yang tidak bermutu & mengandung banyak kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi.

Mari kita buktikan :

“Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru …
meletus balon hijau , dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna hijau?
Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5 ! -:)

“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait
kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang).. kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop!
jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi :
“mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..”
itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!

“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

“Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon
cemara..2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!

“Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Sby.. bolehlah naik dengan naik percuma..ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama”
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah
dewasa maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang dan Jakarta-Surabaya!

“Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak
jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..”
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg
sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit !
kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu anak2 dgn presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah tra la la tri li li!), bukan burung!

“Pok amé amé.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum
susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan tidak konsumsi anak2!
Karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak
kecil.
Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya
minum susu!

“Nina bobo nina bobo oh nina bobo… kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg penuh nada mengancam.

“Bintang kecil dilangit yg biru…”
(Bintang khan adanya malem, lah kalo malem mang warna langitnya biru?)

“Ibu kita Kartini…harum namanya”
(Namanya Kartini atau Harum?)

“Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka”
(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??)

“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
(kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur….

——————————- saya ingin menyampaikan jawaban yang serius, sbb:————————

“Mengapa Mereka bisa Maju dan Indonesia tetap Terbelakang?”

  1. Perbedaan antara Negara Berkembang/Miskin dengan Negara Maju/Kaya bukan karena umurnya: buktinya, Mesir dan India berumur lebih dari 2000 tahun, sedangkan Astralia, Singapura, Kanada dan New Zealand baru berumur kurang dari 150 tahun, tetapi jauh lebih maju.
  2. Ketersediaan Sumber Daya Alam juga tidak menjamin sebuah negara menjadi maju atau tetap miskin, contohnya, Jepang adalah negara yang kecil ukuran daratannya, serta terbatas sumber daya alamnya, namun bisa menjadi raksasa Ekonomi Dunia, dengan cara mengimpor bahan2 baku dari negara2 berkembang, den mengekspor produk2 jadi ke L.N.
  3. Ras atau warna kulit bukan menjadi penyebab maju atau terbelakangnya sebuah negara, buktinya para imigan asal Asia dan Afrika bisa menjadi Eksekutif, Tenaga Ahli atau Karyawan yang produktif, kreatif dan innovatif ketika mereka tinggal di Amerika atau Eropa.

Kesimpulan dari Analisis tersebut diatas: Perbedaannya ada pada Sikap atau Perilaku (Attitude) dari masyarakat masing-masing negara yang terbentuk melalui proses ratusan tahun dari pendidikan dan kebudayaan.

Berdasarkan penelitian yang mendalam, Negara-negara maju umumnya memiliki 9 Prinsip Dasar Kehidupan sbb:

  1. Etika yang dijunjung tinggi
  2. Kejujuran dan Integritas Masyarakat, Pemerintahan dan Individu yang tinggi
  3. Sikap yang mau bertanggung-jawab
  4. Menghormati hukum dan aturan masyarakat
  5. Menghormati hak warga atau orang lainnya
  6. Mencintai dan menekuni pekerjaan masing-masing
  7. Gemar menabung dan ber-investasi (tidak boros, konsumtif)
  8. Bekerja keras
  9. Tepat waktu

Kesimpulannya, Indonesia miskin dan tetap terbelakang karena masyarakatnya berperilaku kurang tepat, kurang baik, tidak mau menerapkan 9 Prinsip Dasar Kehidupan tersebut diatas sebagaimana layaknya yang dilakukan di banyak negara-negara maju di Dunia ini.

Semoga menjadi renungan kita semua untuk menerapkan 9 Prinsip Dasar Kehidupan tersebut diatas.

(Sumber: saduran dari bahasa asing oleh Bapak Boedi Dayono, Januari 2004)

Advertisements

Seorang kawan lama saya, Pakar Teknologi Senior, Dr. Ir. Krishnahadi Pribadi mengirimkan artikel dibawah ini dengan tujuan agar secepatnya dimanfaatkan oleh segenap anak Bangsa Indonesia untuk mempercepat tumbuhnya tanaman, meningkatkan mutu produk pertanian melalui percepatan proses fotosintesa, menghentikan gangguan hama tanaman seperti jamur, serangga, dll.

Seperti kita ketahui dari berita-berita pada minggu ini, besarnya persentase import kedele menyebabkan ketergantungan kita terhadap fluktuasi harga Kedele internasional, dengan akibat makin terpuruknya para produsen kecil Tahu dan Tempe nasional, sehingga banyak diantara mereka terpaksa gulung tikar, membuat harga2 produk itu melambung tinggi yang berakibat menyengsarakan masyarakat banyak.

Dengan Teknologi Nano ini diharapkan produk Kedele dalam negeri Indonesia dapat ditingkatkan mutunya, dipercepat tumbuhnya, ditingkatkan ketahanannya terhadap serangan hama dan penyakit tanaman.

Dengan teknologi Nano ini, produksi beras, jagung, kentang, sayur2an, dll dapat ditingkatkan volumenya dan mutunya, sehingga menjadi kompetitif terhadap produk-produk import, baik dari sisi harga maupun mutunya.

Semoga informasi ini dapat secepatnya diresponse oleh pihak-pihak yang berkepentingan langsung (Pemerintah, Dept. Pertanian, Bulog, Konglomerat bidang Industri Pertanian, Dept. Koperasi dan UKM, dsb) serta pihak-pihak yang terkait (Kalangan Perbankan, Investor, UKM, Ormas, dll).

Berikut ini adalah artikel lengkap tentang Teknologi Nano:

——————-

TEKNOLOGI NANO UNTUK PERTANIAN

 

PT Nano Hijau bekerja sama dengan Nano Green Sciences Inc. USA, dengan bangga memperkenalkan suatu era baru teknologi nano untuk pertanian. Melalui inovasi di dalam kimia koloida, Nano Green telah mengembangkan suatu Tonik Tanaman yang mengagumkan dengan butir-butir partikel sebesar antara 8 angstrom sampai dengan 4 nanometer (1 nano meter = satu per satu juta milimeter atau 1/1000 mikron). Terobosan skala-nano telah memungkinkan penciptaan bermilyar-milyar “micelles” (sel-sel kecil) yang diaktifkan untuk membentuk apa yang dapat dinamakan “pembersih super”. Tanaman-tanaman dan pepohonan, setelah disemprot dengan larutan Nano Green mengalami percepatan tingkat kegiatan foto-syntesa. Ini kemungkinan besar disebabkan oleh molekul-molekul pembersih berskala-nano yang memungkinkan mereka untuk memasuki stomata daun-daun tanaman tersebut, yang membuatnya menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan energi dari matahari. Foto-syntesa adalah suatu proses di mana tanaman memanfaatkan energi matahari untuk membentuk gula, yang dikonversikan untuk menjadi dasar bagi tepung sari, selulosa, lilin, karbohidrat, minyak dan protein, yang menjadi batu-bata untuk semua pertumbuhan tanaman.

Pada waktu foto-syntesa, dedaunan tanaman atau pohon menggunakan air (dan gas karbon dioksida dari udara) untuk melepaskan oksigen yang kita pakai untuk bernapas. Dedaunan adalah pengumpul sinar matahari (“solar-collector” ) yang penuh sesak dengan sel-sel foto-syntesa. Pada prinsipnya, air dan karbon dioksida masuk ke dalam daun dan gula dan oksigen keluar dari daun.

 

Bila diterapkan pada bahan akar telanjang sebelum ditanam, atau setelah merendam struktur akar di tempat, Nano Green bertindak untuk menstimulasi pertumbuhan baru dan pengembangan dengan melarutkan NPK dari akar-akar, yang dengan demikian meningkatkan penyerapan nutrien. Itu juga memberikan unsur nutrisi bila diterapkan langsing kepada dedaunan dimana Nano Green masuk ke dalam stomata dan diterima langsung oleh tanaman tersebut.

 

Faktor kedua yang memberikan kontribusi kepada hasil-hasil tersebut adalah keberadaan sodium di dalam Nano Green. Sodium adalah kation (ion positip) yang mendorong dan menstimulasi perpindahan pupuk dan nutiren lainnyadari tanah ke dalam tanaman itu sendiri melelui sistem akar. Secara lebih teknis, kation adalah sebuah atom atau kelompok atom yang menyandang muatan listrik positip yang menarik anion-anion yang bermuatan negatip. Mereka menempelkan dirinya dan ikut menumpang ke dalam tanaman. Dengan kata lain, Na+ adalah kendaraan (sodium) yang bermuatan untuk membawa makanan langsung kepada tanaman.

 

Sebagai akibat dari kedua faktor tersebut, tanaman tumbuh lebih cepat, lebih sehat, lebih kuat dan dapat melawan penyakit dengan lebih baik.

Hasil perbandingan pengujian lapangan juga menunjukkan percepatan germinasi yang lebih tinggi dan lebih awal, lebih cepat berbunga dan secara keseluruhan menghasilkan krop yang lebih besar dan lebih banyak.

Yang membuat Nano Green merupakan suatu revolusi yang demikian hebat adalah bahwa ia dapat mencapai keberhasilan yang demikian dengan produk yang ramah lingkungan dan benar-benar “hijau” tanpa polusi. Dibuat dari bahan-bahan makanan yang diapprove oleh FDA Amerika, Nano Green adalah sama sekali tidak toksik dan tidak berbahaya. Ia mempunyai kandungan bio-based yang tinggi dan bio-degradeable secara total dalam kurun waktu 28 hari.

 

Untuk dapat menghargai bagaimana Nano Green mempengaruhi pertumbuhan dengan lebih baik, pertama perlu untuk dijelaskan beberapa elemen dasar mengenai apa yang memberikan kontribusi kepada kesehatan suatu tanaman.

 

Suatu Penjelasan Singkat Mengenai Pertumbuhan Tanaman

 

Bila suatu biji/benih berkecambah, ia mengeluarkan suatu akar embrionik (radicle) yang tumbuh ke dalam tanah, sebagai respons terhadap medan gravitasi bumi. Ketika sel-sel baru bertambah, akar-akarnya memanjang dan menumbuhkan akar rambut dan akar lateral. Akar-akar tersebut tetap saling berhubungan, membangun suatu jaringan sel-sel hidup di seluruh tanah. Di dalam akar sel-sel dalam menjadi mengkhususkan untuk menyalurkan larutan (air + zat-xat yang larut di dalamnya) dari akar ke tunas (melalui xylem) dan dari tunas ke akar (melalui phloem).

Aliran dari tunas ke akar dicapai dengan memuat gula-gula yang diproduksi di daun ke dalam phloem. Larutan yang sarat dengan gula bergerak ke bawah, ke situs-situs yang rendah konsentrasi di dalam akar. Xylemnya, yang membawa larutan dari akar ke tunas, bertindak sebagai seikat tabung-tabung kapiler, mendukung air di dalam reservoir yang vertikal. Dedaunan tanaman secara aktif kehilangan air melalui pori-pori pada permukaan (transpirasi), menarik air di dalam xylem ke atas. Dengan cara begini nutiren-nutrien penting yang diekstrak dari tanah ditransport ke tempat-tempat pertumbuhan dan produksi di dalam tunas.

Permukaan daun berfungsi khusus untuk menangkap energi dari cahaya (foto-syntesa) dan menyimpannya sebagai gula dan zat tepung. Oleh karena itu permukaan atas dari daun harus menghadap ke matahari yang menyebabkan suhu permukaannya untuk meningkat 10 derajat Celcius di atas suhu ambien udara. Untuk mengandalikan kehilangan air kebanyakan daun mempunyai laposan lilin yang kedap air. Lubang-lubang khusus yang mengendalikan kehilangan air (stomata) cenderung jauh lebih banyak di permukaan bagian bawah daun. Akan tetapi dedaunan bukan penerima nutrien yang baik. Aliran masa larutan dari tanah ke akarlah yang paling banyak memberikan makanan untuk tanaman.

 

Hasil Pengujian Awal

 

Oleh karena tanaman yang disemprot dengan Nano Green tampaknya menjadi jauh lebih besar dan tumbuh lebih cepat dibanding yang normal, seorang agronomis di Afrika Selatan/Zambia berteori bahwa faktor-faktor ini disebabkan oleh peningkatan tingkat foto-syntesa. Untuk menguji teori ini, beberapa petak tanaman gandum di semprot dengan Nano Green pada awal musim panas tahun 2005, sedangkan di petak-petak sebelahnya yang berfungsi sebagai pembanding/kontrol, diperlakukan dengan aplikasi pupuk/pestisida biasa. Dedaunan dari tanaman dari kedua petak kemudian digiling dan hasil cairannya di ajukan untuk pengukuran dengan Brix-meter untuk menentukan apakah ada perbedaan tingkat di dalam kandungan gulanya. Mereka terheran-heran menemukan bahwa tanaman yang disemprot dengan Nano Green meunujukkan peningkatan 80% hanya di dalam kurun waktu empat sampai lima hari. Pemilik petak-petak tanah dan para manager crop memandang hal ini sebagai “menakjubkan.”

Untuk mengkonfirmasi penemuan-penemuan ini seruntun pengujian-pengujian dilaksanakan lagi, kali ini di Australia pada akhir musim panas 2005.

Kali ini crop yang diuji adalah kacang makademia. Pengujian ini lebih komprehensive dan disebar dalam kurun waktu yang lebih lama. Cropnya berbeda, tetapi pada lapangan yang berdekatan. Penyemprotan dilakukan dalam kurun waktu empat minggu. Satu kontrol dilakukan pemberhentian penyemprotan sesudah penyemprotan yang pertama untuk menentukan apa yang terjadi terhadap kandungan gula di bawah kondisi yang demikian. Ditambah lagi, satu kontrol diatur untuk mengukur perbandingan langsung antara Nano Green dan dua perlakuan pemupukan standar menggunakan urea dan asam humus, yang hasilnya jauh terlewatkan.

Pengujian-pengujian ini yang sangat lebih menyeluruh, membuktikan bahwa kandungan gula dalam dedaunannya meningkat dengan faktor 50% di dalam perioda tujuh hari penyemprotan, dibandingkan dengan tanaman yang di petak yang bersebelahan. Yang lebih menarik lagi adalah selama tanamannya disemprot dengan siklus 7 atau 10 hari, kandungan gulanya tetap pada tingkat tinggi 50%. Begitu penyemprotan dihentikan, tingkat kadar gulanya menurun ke normal setelah empat sampai lima minggu, ini menunjukkan korelasi langsung antara adanya pemakaian dan tidak adanya pemakaian penyemprotan.

Dalam bulan-bulan berikutnya, banyak lagi berbgai jenis crop yang disemprot dengan Nano Green, yang semuanya mengkonfirmasikan pengamtan bahwa tanaman-tanaman ini matangnya lebih dini, lebih besar dari biasanya dan buah-buahannya lebih besar dan hasilnya sangat lebih banyak. Uji coba ini memuncak dengan penanaman-penanaman di Thailand di awal thun 2006 pada dua varietas padi di tiga provinsi yang berbeda. Laporan pertama yang diterima menyatakan bahwa bibit yang disemprot dengan Nano Green: “ berbunga 7 hari lebih dini dibanding tanaman dengan menggunakan metoda konvensional (pupuk daun+hormone+fungisida+insektisida)”

Ditambahkan lagi,

Padi yang diberi perlakuan Nano Green menunjukkan pembungaan 90% dibandingkan dengan perlakuan biasa yang menunjukkan 70% pembungaan.”

Dan yan paling penting total panen menghasilkan 25% lebih banyak. Padinya juga dipanen satu minggu lebih dini dibandingkan dengan kontrol.

Salah satu dari keuntungan sekunder bagi petani adalah kemampuan Nano Green untuk memberhentikan penularan atau intrusi oleh M. grisea, yang biasa disebut rice blast, suatu penyakit fungi yang menghancurkan s/d 20% tanaman padi setiap tahunnya di seluruh dunia. Hal ini dikonfirmasikan dalam laporannya. Hasil-hasil yang sebanding juga dilaporkan dari enam panen padi Thai berikutnya.

Di bulan-bulan berikutnya sampai dengan September 2007, berbagai hasil pengujian lainnya untuk berbagai tanaman/crop telah diterima. Di Hawaii crop bawang dengan pematangan biasanya 120 hari dapat dipetik, dikarungi dan menjadi tua dalam 90 hari (satu bulan lebih pendek). Di Australia berbagai pengujian melibatkan buah plum, nectarine, lettuce, dan gandum, melaporkan kandungan gula yang sangat lebih tinggi dan pertumbuhna yang lebih besar disamping pengendalian penyakit. Di Cina, suatu sekolah pertanian melaporkan mematikan 90% lebih bagi aphids dan berbagai serangga lainnya di dalam kurun waktu empat hari, sedangkan pengujian lain untuk ketimun yang dilakukan oleh militer melaporkan mematikan 90%+ aphids dan serangga lainnya dan menambahkan bahwa hasil panennya meningkat 9.4% lebih berat. Di Panama, suatu penyebarluasan penyakit jamur yang cepat di perkebunan kopi dapat dihentikan dengan segera. Di Filipina, berbagai pengujian dilakukan untuk berbagai jenis tanaman crop, dari bawang, sampai mangga, sampai tebu, semuanya dengan hasil yang positip. Presiden Kalam dari India memberikan komentar kepada Alvin Bojar, CEO Nano Green, betapa indahnya apabila India dapat meningkatkanhasil panen padinya 10%, dan pada waktu yang sama dapat menghapuskan keracunan toksin yang menyerang banyak petani di berbagai daerah di seluruh negeri.

Pengujian padi di musim panas 2007 di Turkey dan Vietnam mengkonfirmasi peningkatan panen yang signifikan, sedangkan foto-foto dari perkebunan Turkey yang dikirimkan menunjukkan buah zaitun yang besarnya dua kali lipat dari normal. Studi-studi utama di Afrika Selatan mengkonfirmasikan pengendalian jamur di perkebunan-perkebunan anggur di samping beberapa tanaman lainnya. Pada saat ini berbagai pengujian sedang berjalan di Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa Timur.

Ini hanya beberapa rangkuman pendek dari keuntungan-keuntungan positip yang dapat diturunkan dari penggunaan Nano Green. Kami sangat bangga menyediakan kepada industri pertanian di seluruh dunia suatu produk yang tidak hanya memecahkan banyak masalah dasar di dunia yang mempengaruhi produksi crop, tetapi juga dilakukan dengan penghematan yang luar biasa pagi para petani, sambil pada waktu yang sama menghapuskan ancaman keracunan toksik petrokimia di lingkungan kita.

 

Hama dan Fungi yang telah dikendalikan atau dihapuskan melalui penggunaan Nano Green dalam berbagai pengujian:

Aphids

Mealy Bugs

Soft Green Scale

False Oleander Scale

Mites/Kutu – merah dan 2 bintik

 

Lalat Putih

Anthracnose

Mildew Tepung

Alternaria

Thrips

————-

Silahkan ditangapi dan disampaikan saran-saran yang positif.

Wassalam,

Administrator Blog

 

Demonstrasi besar-besaran di awal minggu ini didepan Istana Presiden R.I. ternyata berhasil membuat Kabinet Indonesia Bersatu mengadakan rapat khusus, yang hasilnya antara lain memutuskan pembebasan Bea Masuk Kedele menjadi 0%. Banyak kalangan menyatakan bahwa keputusan ini kurang tepat, sebab masih sangat tergantung dari pasokan Kedele ex L.N. yang mencapai sekitar 50% kebutuhan Indonesia. Dengan demikian, sedikit saja pergerakan harga Kedele di L.N. akan sangat mempengaruhi harga Kedele di D.N., yang akan memukul para produsen Tahu-Tempe yang kebanyakan adalah dari kalangan UKM dan Usaha Mikro, ataupun pengusaha individu.

Tegerak oleh kondisi mahal dan langkanya Kedele, yang otomatis mempengaruhi hampir seluruh masyarakat Indonesia, sebab Tahu-Tempe merupakan bahan kebutuhan makanan pokok masyarakat yg sangat penting, maka upaya solusinya ramai dibahas di Milis Mastel dan Telematika.

Permasalahan mahalnya Kedele dan rendahnya mutunya bila di produksi di Indonesia ternyata disebabkan oleh karena banyaknya hama yang mampu menyerang Kedele Indonesia, yang menyebabkannya jadi mahal dan mutu rendah.

Untuk mencegah serangan hama Kedele ini, saat ini telah dapat diproduksi di Indonesia obat anti hama Kedele yang tidak beracun, karena dibuat dari bahan organik denganTeknologi NANO. Dengan produksi secara besar-besaran Kedele Indonesia yang dilindungi dengan obat semprot Anti Hama terbuat dari bahan organik dengan teknologi Nano ini, maka persoalan kelangkaan dan mahalnya Kedele dapat dipecahkan dalam waktu kurang dari 1-tahun.

Ini adalah hasil Riset seorang pakar Teknologi Senior, yaitu Dr. Ir. Krihnahadi Pribadi yang lama tidak muncul di Milis. Berikut ini kami lampirkan korespondensi di Milis MASTEL yang akhirnya memunculkan pak Krishnahadi Pribadi dengan solusi obat Anti Hama Kedele terbuat dari bahan organik dengan Teknologi Nano.

Silahkan ditanggapi atau dilaksanakan segera agar Indonesia bisa mandiri dalam penyediaan Kedele sebagai bahan utama produksi Tahu dan Tempe.

Semoga bermanfaat.

———- Korespondensi di Milis MASTEL yang menghasilkan Solusi ini —————

Bapak Krishnahadi Pribadi dan Kawan2 Mastel Yth,

Saya ucapkan terimakasih yang sebesar2nya kepada Pak Krishnahadi atas
respone yang tepat dan cepat atas e-mail saya untuk menggugah 240 juta
Rakyat Indonesia untuk menanggulangi permasalahan yang relatif simple,
tetapi tidak ada yang mau menekuninya.

Ternyata anak bangsa yang tekun itu adalah kawan lama saya yang lama
menghilang dari keramaian Milis Telematika ini, dan inilah hasilnya.

Dengan izin pak Krishnahadi, saya akan tampilkan pembicaraan dibawah
ini di Blog:

https://sroestam.wordpress.com

agar terbaca di seluruh Indonesia, untuk meresponse tawaran pak Krisnahadi bagi para penanam Kedele Indonesia untuk dilindungi dari serangan hama dengan memakai anti hama produksi pak Krishnahadi dengan Teknologi Nano.

Semoga secepatnya dapat menghentikan penderitaan para UKM dan Usaha Mikro produsen Tahu dan Tempe di seluruh Indonesia.
Insya Allah kita akan berhasil.

Wassalam,

—-Original Message—-
From: kpribadi@indo.net.id
Date: 18/01/2008 22:01
To: <mastel-anggota@yahoogroups.com>
Subj: Re: [mastel-anggota] Fwd: [Chevening-Indonesia] Tempe Sebagai
Masalah Negara

Temen2 yang baik dan cinta rakyat:

Masalah kacang kedele saya sudah tanya kepada expertnya di bidang
ini.
Katanya masalah tanam kedele tidak ada masalah dan hasilnya bisa bagus.
Tapi masalah utamanya adalah penyakitnya banyak dan susah untuk diatasi.
Kalau untuk ini saya sudah ada solusinya menggunakan teknologi nano
dengan larutan organik yang aman dan tidak beracun yang bisa menggantikan
semua pestisida dan fungicida dan bakterisida dengan satu kali semprotan
yang tidak beracun sama sekali dan ramah lingkungan. Kami akan mulai
menanam kedele kira-kira bulan Maret dengan menggunakan teknologi nano ini,
mudah2an bisa melaporkan hasil yang bagus.

Kalau ada diantara temen yang berminat mengenai penggunaan teknologi nano yang ramah lingkungan ini untuk pertanian dan segala macam tanaman, termasuk padi (yang kami akan mulai terapkan bulan ini), buah2an, sayuran, bawang, tebu, jagung, teh, kopi, merica, dsb.,
silahkan menghubungi saya, nanti akan saya jelaskan lebih detail (lewat
japri saja). Teknologi revolusioner ini bila diterapkan secara nasional akan bisa membuat kita swasembada pangan dalam setahun!!!

Salam,
K. Pribadi
—– Original Message —–
From: “S Roestam” <sroestam@indosat.net.id>
To: <mastel-anggota@yahoogroups.com>
Sent: Friday, January 18, 2008 4:54 PM
Subject: Re: [mastel-anggota] Fwd: [Chevening-Indonesia] Tempe Sebagai Masalah Negara

Pak Giri, Pak MasWig, Ibu Retno, Pak Hidayat, Pak Rudy dan Kawan2 Yth,
>
Menurut ceritanya, biaya menanam Kedele di Indonesia mahal, dan mutunya jelek. Semua orang, termasuk para Pemimpin Negeri ini percaya begitu saja dengan omongan ini.
>
Saya jadi heran, kemana saja para pakar Pertanian lulusan IPB, dari S1 hingga S3, termasuk Bapak Presiden RI SBY. Kalau pak SBY kita tidak bisa menyalahkan beliau, sebab beliau sangat sibuk dengan tugas2 kenegraan yang lebih penting.

Bagaimana dengan yang lainnya, apa tidak tergerak hati menghadapi tantangan tesebut diatas, dan membuktikannya bahwa Indonesia bisa juga menghasilkan produk tanaman Kedele yang unggul, tidak kalah dengan produksi LN!
>
Ini seperti menghadapi aliran Lumpur Lapindo, sudah saya berikan saran pemecahannya, tidak ada yg mau bertindak melaksanakannya, untuk menghentikan kesengsaraan Rakyat Porong!
Lihat URL: https://sroestam.wordpress.com/category/lumpur-lapindo/
>
Semoga bermanfaat.
Wasslam,
S Roestam
>
Saya sedang buat artikel soal Kacang Kedele di http://sroestam.wordpress.com
—————————————————————————————————–

Seorang kawan lama saya Meneer Louis van der Meer yang terakhir saya temui tahun 2000 di Nederland mengirim berita dibawah ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua:

Safer Internet Day: “Life online is what you make of IT”

The Safer Internet Day is an annual European day to promote media wisdom as well as a safe, ethical and efficient use of the Internet and mobile phones. In The Netherlands, the Safer Internet Day is organized by Digibewust, a cooperation between government and industry which wants to enlarge the trust and knowledge of the possibilities of digital tools as well as increasing the awareness concerning safe usage of these tools by the users.

During this year’s Safer Internet Day themed “Life Online is What You Make of IT”, Digibewust will ask attention for entrepreneurs and other employees who are busy in an innovative way for digital security within their organization. On the 12th of February it will present the first results of the Digibarometer at the museum for Communication in The Hague. How high do the Dutch SME’s score when it comes to the digital security of their company? What is going well? What is going wrong? Which actions c! ould be taken and which of them are we going to take so SME’s can improve their digital security?

The Dutch State Secretary of Economic Affairs shows his concerns with this subject by giving his vision about the digital security for The Netherlands at this meeting. He also hands out the Digibewust Award to the most innovative and digital aware entrepreneur. Entrepreneurs can upload their innovative ideas and you can nominate them on www.joaertsaward.nl.

Next to that, Digibewust contributes to the theme “Life Online is What You Make of IT” with a National Gaming Debate on the eve of the Safer Internet Day (11th February). Scientists, politicians, representatives of the game industry, gamers and other experts will be debating on the influence, economics and the future of games.

RFID chip under fire. A lot of commotion has erupted in The Netherlands after some technicians from Berlin hacked a RFID chip last week. This chip will be used in The Netherlands for some applications including the new Dutch public transport chipcard. According to producer TLS, it wasn’t possible to travel for free with it. This week, however, RTL news announced it is possible to actually travel for free with a hacked public transport chipcard.Parties of the national parliament are astound and want to know if the money that is used for the public transport test case has been a waste of money. The parliament will be debating about it this week with State Secretary Huizinga (Ministry of Transport and Water Management).The public transport chipcard also causes trouble in Amsterdam. The public transport provider for Amsterdam (GVB) is inaccurately handling personal data from the OV-chip owners, according to the Dutch College Protection Personal data (CB! P). The CBP says that the GVB has been farming too much data from customers, as well as storing this data for a longer period than allowed and with a lack of proper protection. The CBP wants the GVB to stop the fouls.The public transport chipcard should be fully integrated in The Netherlands by next year. Dutch travelers are able to pay for the public transport with this card. In some cities, the card is already in use as a test. The government has already spend 130 million euros on this project.

Parliamentary investigation for copyright. Since the arrival of the Internet copyright has been pushed into a corner. In The Netherlands a parliamentary working group will hold hearings to investigate the bottlenecks surrounding copyright.This working group by the Dutch Ministry of Justice will be investigating the bottlenecks between the copyright and the social and technological developments of today. The Minister of Justice, Hirsch Ballin, announced earlier to make a vision of the future of Dutch copyright which is under pressure as a result of digital copy behaviour. But this vision has not been made yet. Several major parliament parties conclude it has been postponed for too long already.Amongst other issues the group will investigate what possibilities there are for a compensation for the copyright holders to level the effect of downloading from illegal source. Results should be made very quickly, in that way parliamentary debate can take place before the su! mmer of 2008, said parliament member Gerkens.According to Gerkens the goal of this investigation is to give the members of parliament more insight in what the possibilities are to change things and create solutions for this problem. That way the politicians can make better decisions on subjects as homecopy taxes on MP3 players and digital recorders.Different organisations in the field of copyright have different solutions to the problems. Downloading in The Netherlands is not punishable in contradiction to uploading of copyrighted material.

Copyright & ECP.NL
The situation about copyright is also a subject ECP.NL is dealing with. In the Digital Content project of last year it organised a seminar about the future of home copies in this digital era. This year as well ECP.NL will keep an eye on this subject trough its Trust 2.0 project. More information on the activities of ECP.NL concerning copyright is available on www.ecp.nl.

Commission: Single Market for Online Music, Films and Games in Europe The European Commission has decided at 3 January 2008 to give a new boost to Europe’s online content sector. EU citizens should be able to enjoy easier and faster access to a rich variety of music, TV programmes, films or games via the Internet, mobile phones or other devices.The Commission therefore encourages the content industry, Telecom companies and Internet Service Providers to work closely together on making more content available online, while at the same time ensuring a robust protection of intellectual property rights. The Commission also wants to facilitate copyright licences for online content covering the territory of several or all of the EU Member States. According to Commission studies, a true Single Market without borders for Creative Online Content could strengthen the competitiveness of Europe’s music, film and games industry considerably and allow retail revenues of the sector to quadruple by 2010 if clear and consumer-fr! iendly measures are taken by the industry and public authorities. This strategic document is the starting point for new EU actions to support development of innovative business models, cross-border services and consumer-friendly offers.According to the EU Commissioner for the Information Society and Media, Viviane Reding, Europe’s content sector is suffering under its regulatory fragmentation, and under its lack of clear, consumer-friendly rules for accessing copyright-protected online content. To have a strong music, film and games industry, that industry should be given more legal certainty, content creators a fair remuneration and consumers broad access to a rich diversity of content online.

By mid-2008 the Commission hopes to propose a recommendation on new ways for achieving a single market for online content, especially because this market has 500 million potential consumers, according to Viviane Reding.In the document with recommendations interoperability and transparency of Digital Right Management systems are mentioned. Because of the many different forms of DRM, the Commission seeks to establish a framework for DRM transparency concerning, amongst others, the interoperability of different DRM systems. Besides that the Commission intends to instigate co-operation procedures (“codes of conduct”) between access and service providers, copyright holders and consumers.The Commission launched a public consultation on the 3rd of January 2008 in order to prepare an EU Recommendation on Creative Content Online for adoption by the European Parliament and the Council by mid 2008.

EDPS Opinion on RFID: major opportunities but attention needed for privacy issues. On 20 December 2007 the European Data Protection Supervisor (EDPS) issued it’s opinion regarding the Commission’s communication on Radio Frequency Identification (RFID) in Europe which was released in March 2007. The opinion deals with the expanding use of RFID chips in consumer products and other new applications affecting individuals.Both parties see privacy and data protection as important issues. The EDPS agrees with the Commission that it is appropriate in the first phase to leave room for self-regulatory instruments. However, additional legislative measures may be necessary to regulate RFID usage in relation to privacy and data protection.The EDPS calls on the Commission to consider it’s recommendations, such as the provision for a clear guidance (in close cooperation with relevant stakeholders) and the adoption of a community legislation regulating the main issues of RFID-usage in case the effective implementation of! the existing legal framework fails.

ECP.NL and RFID
ECP.NL sees the importance of privacy and security when it comes to consumer products in combination with RFID. This is why it started the project RFID Labelling this year. With this project, ECP.NL aims for a labelling system for The Netherlands so consumers can easily be informed when a RFID tag has been implemented into the product. This way, its easy to supply information about the type of RFID, usage and the security.

Europe-wide game standard, PEGI Online, delivers on consumer demand just three months after launch. On 17 December 2007 PEGI Online announced that just three months after the launch of PEGI Online (Pan European Game Information for Online), an ambitious system of guidelines promoting online gaming security for minors, fifteen major videogame publishers have signed up to the scheme, with more in the pipeline.PEGI Online, an offshoot of PEGI, is backed by the European Commission and by the world’s leading interactive entertainment companies who see it as a robust method of protection online. From the outset the European Commission grasped the value of the user-friendly formula allocating it a financial contribution drawn from the Safer Internet Action Plan budget line.PEGI Online is designed to offer youngsters across Europe enhanced protection from unsuitable gaming content as well as help parents understand the risks and potential for harm within the online environment. It is the videogame industry’s own initiative, an evolution of PEGI, the first ever pan-European age rating system for safe use of videogames, launched in 2003. The ambitious programme operates on a voluntary self-regulating basis and is designed to adapt to the demands of the fast changing technology.Four cornerstones define the PEGI Online scheme: a safety code and framework contract; a PEGI Online icon for display by the license holder; dedicated websites for applicants and for the general public; an independent administration to manage the scheme together with a process for advice and dispute settlement.The six point PEGI Online Safety Code (POSC) to which all PEGI Online license holders commit embraces issues such as age-rated game content, appropriate reporting mechanisms, removal of inappropriate content, a coherent privacy policy, community standards for online subscribers and a responsible advertisement policy.

Information security in Europe: ENISA.

Interesting meetings and important international developments in the field of the security of electronic communication networks and information systems: we are pleased to keep you informed about the important developments concerning ENISA.

ENISA Quarterly
The last ENISA Quarterly of 2007 is now available on-line. The main focus here will be on Secure Software. The call for articles for the new issue has already been made. This issue will be mainly focussing on Resilience of Networked Infrastructures. You can recommend articles by sending an e-mail to eq-editor@enisa.europa.eu.Call for Expression of Interest
Improving Resilience in European e-Communication Networks is one out of three priorities from ENISA’s Workprogram 2008. For the interpretation and development of this part ENISA has started a Call for Expression of Interest.

Via the website of ENISA you can subscribe.

—————-

Silahkan ditanggapi.