Archive for March, 2008

Hari ini kita menerima khabar sangat menggembirakan dari Bapak
MenRistek, bahwa akhirnya Pemerintah memutuskan akan membangkitkan
kembali Semangat Indonesia Go Open Source (IGOS) yang sudah lama sekali
ditunggu oleh Masyarakat Telematika Indonesia.

Pilihan gerakan IGOS adalah sangat tepat bagi kepentingan Nasional
Indonesia. Mengapa?

1. Linux dan Software Aplikasinya dan MS Windows dan SW Aplikasinya
memiliki feature dan kecanggihan yang seimbang, malah Software Aplikasi
Multimedia Office (Open Source – Plata Software) memilki features yang
lebih banyak dari MS Office. Jadi untuk aplikasi komputer pada umumnya
kedua sistem sangat berimbang.

2. Linux dan SW Aplikasinya dapat diperoleh secara gratis atau sangat
murah, tanpa melanggar HAKI. Sedangan MS Windows dan Aplikasi
Proprietary harganya lebih mahal dari harga sebuah Laptop atau PC
hardware, umunya diluar jangkauan kantong masyarakat Indonesia.

3. Bila kita membeli MS Windows dan Aplikasi Proprietary, maka
sebagian besar akan berupa Devisa yang harus dikirim ke LN (Mengurangi
cadangan Devisa Nasional). Sebaliknya bila kita membeli Linux dan SW
Aplikasi Open Source, maka tidak ada satu sen-pun devisa yang harus
dikirim ke LN.

4. Revenue dari bisnis Open Source berupa Customization, Software
Development, Training, Education, Certification, After Sales, dll, yang
semuanya dapat dikerjakan oleh bangsa Indonesia, sebab Source Code-nya
dapat dibuka dan dikembangkan bersama. Sedangkan untuk bisnis Software
Proprietary yang bisa melaksanakan hal-hal tersebut diatas pada umumnya
adalah pihak pemilik software itu yang umumnya adalah negara lain,
sebab Source Code-nya hanya boleh diketahui oleh pemilik software itu
sendiri.

5. Bagi Perusahaan/Individu yang punya dan cukup, dipesilahkan memilih
Software Proprietary sesuai kebutuhannya. Namun melalui Gerakan IGOS,
masyarakat Indonesia pada umumnya yang memilki dana terbatas dianjurkan
untuk menggunakan Software-software Open Source. Penggunaan Software
Proprietary tanpa lisensi merupakan pelanggaran UU HAKI dan tidak
direkomendasikan oleh Gerakan IGOS.

6. Dengan Masyarakat Indonesia semuanya menggunakan Software Legal,
baik itu Open Source maupun Software Proprietary berlisensi, maka
Indonesia punya bargaining position yang sangat kuat.
Citra Indonesia di dunia Internasional akan meningkat tajam, menjadi
negara dengan tingkat penggunaan Software Illegal terkecil di dunia.
Ini sangat diperlukan agar Indonesia tidak terkena embargo ekonomi atau
perdagangan dari negara yang merasa dirugikan.

7. Dengan semuanya menggunakan Software Legal, baik Open Source maupun
SW Proprietary, maka Industri Warnet Indonesia akan menjadi sehat,
tidak ada pemain yang mendapat competitive advantage secara tidak fair
(karena tidak ada yang pakai software bajakan).

8. Bila Bill Gates hadir di Indonesia pada awal Mei 2008, dan kondisi
butir 6 diatas dapat tercapai sebagian, maka kita memilki bargaining
position yang sangat kuat untuk menekan agar harga2 Software
Proprietary khusus bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk
diturunkan harganya. Kita punya pilihan, kalau tetap mahal, maka kita
pilih Software Open Source. Kita tidak perlu mengemis, minta maaf atau
minta ampun kepada Bill Gates, sebab kita tidak melakukan pelanggaran
hukum apapun. Para Pemimpin Indonesia bisa berdiri tegap, tidak perlu
membungkuk-bungkuk berhadapan dengan Bill Gates, sebab kita bukan
golongan peminta-minta.

Silahkan kawan2 memberikan tanggapan atau persetujuan, dan bila ada
alternatif lain yang lebih baik, silahkan disampaikan di Forum ini.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Wassalam,
S Roestam
——————–
Bagi yang belum ikut Voting Penggunaan Software PC/Laptop masing-masing, silahkan buka URL:
http://duniatelematika.blogspot.com

PRESS RELEASE Hasil Survey/Polling Penggunaan Software Illegal sampai dengan hari ke-5 Kamis, 20 Maret 2008 menghasilkan Score sbb:

Operating System Proprietary (Windows/Mac) Legal dan SW Aplikasi Proprietary Legal: 9 (3%)
Operating System Proprietary (Windows/Mac) Legal dan SW Aplikasi Open Source: 26 (9%)
Operating System Linux dan SW Aplikasi Open Source: 41 (14%)
Operating System Proprietary (Windows/Mac) Illegal dan SW Aplikasi Open Source: 6 (2%)
Operating System Proprietary (Windows/Mac) Illegal dan SW Aplikasi Illegal (atau Legal+Illegal): 204 (71%)

Total Responden adalah 286 orang, dan rasio Penggunaan SW Illegal vs SW Legal adalah sebesar 73% (210 responden) vs 26% (76 responden).

Walaupun % Penggunaan SW Illegal hasil Survey/Polling ini sebesar 77%, yang masih dibawah angka yang sering dikutip pihak asing sebesar 85%, namun kami khawatir bila angka tersebut meningkat mendekati 85% atau bisa jadi lebih besar dari angka tersebut diatas, sejalan dengan meningkatnya jumlah pesarta Survey/Polling.

Ada empat penyebab utama mengapa banyak para pemakai Komputer/PC/Laptop di Indonesia memakai SW Illegal, yaitu:

1.Harga Software Proprietary yang sangat tinggi dibandingkan dengat daya beli masyarakat Indonesia pada umumnya, menyebabkan banyak yang mengambil jalan pintas untuk melakukan pembajakan Software Proprietary.
2.Kebiasaan Masyarakat Indonesia pada umumnya yang sudah mendarah-daging menggunakan Software Proprietary berbasiskan MS Windows.
3.Murahnya dan mudahnya Masyarakat Indonesia untuk memperoleh Software-software Proprietary Bajakan.
4.Kurangnya sosialisasi dan promosi penggunaan Software Open Source sebagai alternatif yang sangat tepat, karena dapat diperoleh secara gratis atau murah tanpa melanggar UU HAKI.

Dalam kerangka untuk membangun Masyarakat Indonesia yang tertib hukum dan dalam rangka untuk meningkatkan citra Bangsa dan Negara Indonesia di dunia Internasional, maka kami menyarankan agar:

1.Bagi Perusahaan/Lembaga/Instansi/Individu yang memiliki dana yang cukup, maka dipersilahkan untuk menggunakan Software-software Proprietary Legal (ber-Lisensi) sesuai kebutuhannya.
2.Bagi Perusahaan/Lembaga/Instansi/Individu yang hanya memiliki dana yang terbatas, maka direkomendasikan untuk menggunakan:

  • Software Operating System Proprietary (Windows/Mac) yang Legal (ber-Lisensi) dan Software Aplikasi Open Source atau kombinasi SW Aplikasi Open Source dan Proprietary Legal
  • Operating System Open Source (LINUX) dan SW Aplikasi Open Source

Kami ingin tambahkan pula bahwa saat ini telah tersedia di Internet yang dapat di-download secara gratis, sebuah paket lengkap Software2 Aplikasi, yaitu Multimedia Office dari Plata Software buatan Spanyol (ber-lisensi GPL -General Public License), yang berisikan:

1.MultimediaOffice Audacity Sound Editor
2.MultimediaOffice Base (Data Base)
3.MultimediaOffice Calc (Excel)
4.MultimediaOffice Draw (Paint)
5.MultimediaOffice GIMP Image Editor (Photoshop)
6.MultimediaOffice Impress (Power Point)
7.MultimediaOffice Math (Mathematical expressions)
8.MultimediaOffice Opera web Browser
9.MultimediaOffice Thunderbird e-mail (Outlook Express)
10.MultimediaOffice Virtual Dub Video
11.MultimediaOffice Writer (Word)

Kesemuanya di-kompress dalam satu file sebesar 52 Mbytes.
Lokasi URL dari Plata Software Inc,. adalah di:

http://www.platasoft.eu/main/?

Kami harapkan informasi ini dapat dengan drastis menurunkan Tingkat Penggunaan Software Illegal di Indonesia, bila mungkin menjadi yang ter-rendah di Dunia. Insya Allah!

Agar Hasil Survey dapat diyakini kebenarannya, maka diperlukan jumlah Responden yang cukup banyak dan cukup Representatif. Oleh karena itu kami menghimbau agar kawan2 yang belum memberikan Voting agar melakukannya melalui URL sbb:

http://duniatelematika.blogspot.com/

Terimakasih atas kerjasama dam partisipasinya.

Wassalam,
S Roestam