Archive for October, 2009

Kelompok Kerja WiFi Alliance telah menyelesaikan spesifikasi standar spesifikasi yang memungkinkan komunikasi langsung antar perangkat terminal WiFi tanpa melalui tranceiver WiFi yang dinamakan WiFi Direct. Produksi perangkat WiFi dengan spesifikasi tersebut diatas akan dimulai dan disertifiaksi dengan jadwal operasional pada pertengahan tahun 2010.

Perkembangan baru ini memungkinkan makin mudahnya komunikasi antar terminal WiFi yang terpasang di Laptop, Handphone dan Smartphone tanpa harus ada tranceiver WiFi sebagai perantaranya seperti yang dilakukan saat ini. Ini mirip dengan komunikasi langsung antar terminal BlueTooths.

Dampaknya tentu akan makin memudahkan komunikasi antar pelanggan dan meningkatkan efisiensi, kecepatan dan produktivitas masyarakat pemakai jasa.

Advertisements

Informasi akan terjadinya sebuah gempa di suatu wilayah merupakan informasi yang sangat berharga bagi masyarakat yang hidup di wilayah sering mengalami gempa bumi, terutama masyarakat Indonesia yang hidup di wilayah “the Ring of Fire” atau “Lingkar Api”, sebab dibawah tanah yang kita pijak terdapat pergerakan kerak bumi yang saling bertabrakan dan begesekan, sehingga meninbultak gempa tektonik. Celah yang ditibulkannya dapat pula menyebabkan keluarnya magma panas dari perut bumi dan memicu letusan gunung berapi.

Gempabumi tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapia di wilayah-wilayah tertentu diseluruh dunia, sehingga dalam waktu 1-minggu saja dapat terjadi 288 gempa, atau sekitar 41 gempa per hari, seperti terlihat pada peta dibawah ini:

Peta Lokasi Gempa Dunia dalam 1-minggu

Peta Lokasi Gempa Dunia dalam 1-minggu

Sebuah software yang dapat menampilkan terjadinya gempa dimana saja di dunia tiap 5-menit, ternyata adalah software Open Source yang merupakan add-on plugin bagi Browser Firefox, yaitu software eQuake Alert addon. Untuk meng-install add-on software ini, silahkan click link dibawah ini, yaitu:

Install eQuake Alert Firefox Addon

Setelah terpasang, maka software Firefox perlu di-reset agar Addon tersebut beroperasi, Setelah itu maka pada footer bar disisi kanan bawah akan muncul informasi tentang kekuatan gempa dan lokasinya diatas bumi setiap 5-menit (bisa diubah). Dari data ini akan dapat dibuat statistik dan pola kejadian gempa dimuka bumi. Bila pola gempa itu berlokasi makin mendekat ditempat kita tinggal, maka ini merupakan peringatan agar kita bersiap-siap untk menghadapi terjadinya gempa tektonik ditempat kita tinggal.

Kompilasi rincian lokasi gempa tiap jam, hari, dan minggu dapat dilihat di Situs Web US Geoegraphic Survey Earthquake Hazards di URL: http://earthquake.usgs.gov/ seperti gambar dibawah ini:

Rincian Gempa di Padang 30 Sep 09

Rincian Gempa di Padang 30 Sep 09

Demikian pula Peta Rincian Kekuatan Gempa yang melanda daratan Pulau Sumatra dapat dilihat pada peta dibawah ini.

Semoga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia agar dapat mempersiapkan diri menghadapi gempa dengan lebih baik dan tidak terlena.

Peta Kekuatan Gempa di wilayah Padang

Peta Kekuatan Gempa di wilayah Padang[/capti

Awal tahun 2000-an kita mengalami kehancuran model bisnis Web Dotcom yang sebelumnya diperkirakan akan mengambilalih bisnis perdagangan fisik ke perdagangan virtual (eCommerce). Hanya segelintir Web Dotcom yang mampu bertahan, yang umumnya adalah situs berita online seperti detik.com dan kompas.com.

Antara tahun 2005-2007 kita juga mengalami kegagalan layanan 3G yang tadinya diperkirakan akan berkembang pesat dengan traffik yang meningkat tajam sebab akan menjadi “killer apllication” yang baru. Kegagalan ini dipicu oleh ketidakmampuan layanan ini untuk memberikan kinerja layanan yang berkecepatan tinggi dan berkapasitas tinggi seperti yang diharapkan masyarakat pemakai jasa. Dalam kasus 3G Indonesia, permasalahan utamanya adalah karena sempitnya alokasi pita frekwensi yang diberikan kepada tiap operator 3G, dengan hasil layanan yang sangat lelet dan menjengkelkan bagi pelanggan. Pengalaman buruk ini berakibat para pengguna enggan untuk mengembangkan berbagai aplikasi yang innovatif dan kreatif untuk bisnis dan entertainment.

Namun dalam perkembangan mutakhir di banyak negara, internet dial-up yang sebelumnya menjadi andalan masyarakat, sekarang mulai ditingglkan dan dilupakan, sebab muncul layanan baru yang jauh lebih memuaskan, yaitu layanan broadband melalui kabel tembaga (ADSL, Speedy, Coaxial) dan serat optik (FTTH). Selanjutnya berkembang pula layanan HotSpot di cafe, restauran maupun perumahan dengan memanfaatkan layanan wireless WiFi baik yang berbayar maupun yang gratis.

Di banyak negara, layanan 3G mulai dibenahi dengan menyediakan pita frekwensi yang cukup dan memanfaatkan teknoloogi transmisi data berkecepatan tinggi HSDPA (High Speed Data Packet Access) yang nantinya akan berevolusi ke sistem transmisi Long Term Evolution (LTE). Di beberapa negara dimunculkan pula layanan tandingan mobile wireless, yaitu WiMAX standar 802.16e, namun jumlah pelanggannya masih jauh dibawah pelanggan layanan jasa 3G atau 3.5G.

Bila kita bandingkan layanan 3G Indonesia dengan 3G di negara-negara maju, maka akan sangat terlihat beda kecepatan dan kapasitasnya. Untuk membandingkannya, coba saja mengakses youtube lewat handphone, maka akan terasa betapa lambat danterputus-putusnya layanan ini di Indonesia. Pengalaman mengakses Youtube via HP di LN akan sangat jauh berbeda dan nyaman. Terlepas dari kondisi ini, kita aakn mencoba melihat masa depan Wireless Mobile Web.

Dengan membaiknya layanan broadband berkecpatan tinggi melalui wireless 3.5G atau HSDPA serta WiFi, maka muncul produk-produk Handphone (Smartphone) berlayar lebar, berkeyboard QWERTY, touchscreen, dan berdaya prosesor tinggi dari vendor besar seperti Nokia, Ericsson, Samsung, Motorola, Blackberry, K-Touch, Nexian, Android, dan lain-lain. Dampaknya saat ini adalah makin banyaknya pengguna HP yang menafaatkannya untuk layanan data dan Internet. Hasil survey menunjukkan bahwa duapertiga pengguna HP sekarang memanfaatkannya untuk layanan data, meningkat dari angka 25% pengguna yang memakai HP untuk layanan data pada 3-tahun yang lalu. 60% dari layanan data itu saat ini adalah untuk browsing Internet. Pembelian Smartphone di AS, Kanada dan Inggris meningkat dari 3% beberapa tahun yang lalu, menjadi 20% tahun ini.

Beberapa tahun yang lalu, layanan MMS gagal menempatkannya pada posisi killer apllication, karena leletnya GPRS dan 3G. Namun sekarang layanan HSDPA dan WiFi di banyak negara maju sudah cukup baik, sehingga pertanyaannya adalah bentuk apakah layanan Wireless Web melalui Handphone/Smartphone yang akan datang? Apakah merupakan replika layanan Web di Internet konvensional, ataukah akan ada simplifikasi atau kompresi yang akan digunakan agar dapat lebih cepat dan efisien dalam penampilannya?

Silahkan ditanggapi.