Archive for April, 2010

Kuliah tentang prioritas dalam kehidupan

The Golf Ball Lecture

Ketika dalam kehidupan Anda tampaknya, hampir terlalu banyak untuk ditangani,
Ketika 24 jam dalam satu hari tidak cukup,
Ingatlah stoples (tabung) mayones dan 2 cangkir kopi.

Sang profesor berdiri di depan kelas filsafatnya dan beberapa barang ada di depannya.
Saat kelas dimulai, tanpa kata, Dia mengambil sebuah stoples mayones (mayonnaise) yang sangat besar dan kosong.
Dan mulai mengisinya dengan bola-bola golf.
Dia kemudian bertanya kepada para siswa, apakah stoples itu sudah penuh.
Mereka setuju bahwa itu benar.

Sang Profesor kemudian mengambil sekotak kerikil dan menuangkannya ke dalam stoples itu.

Dia mengguncang stoples itu sedikit.
Kerikil meluncur ke dalam ruang terbuka diantara bola-bola golf.
Dia kemudian bertanya kepada para siswa lagi jika stoples sudah itu penuh. Mereka sepakat hal itu.

Sang Profesor itu selanjutnya mengambil sekotak pasir dan menuangkannya ke dalam stoples itu.
Tentu saja, pasir mengisi segala ruang lain yang kosong.
Dia bertanya sekali lagi apakah stoples itu penuh. Para siswa menjawab dengan “ya” dengan suara bulat.

Sang Profesor kemudian mengambil dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan seluruh isinya ke dalam stoples, yang secara efektif mengisi ruang kosong di antara pasir. Para siswa tertawa.

“Sekarang,” kata sang Profesor, setelah tawa mereda,
“Aku ingin kalian menyadari bahwa stoples ini melambangkan hidup Anda.
Bola golf adalah hal yang penting – yaitu keluarga, anak-anak, kesehatan, Teman, dan hal-hal yang paling sukai – Hal-hal yang jika segala sesuatu telah hilang dan hanya mereka tetap, kehidupan Anda akan tetap penuh”
.

Kerikil adalah hal-hal lain yang penting seperti pekerjaan, rumah, dan mobil.
Pasir adalah segala sesuatu yang lain-Hal-hal kecil.
“Jika Anda memasukkan pasir ke dalam tabung pertama,” lanjut dia, maka tidak ada ruang untuk kerikil atau bola golf.

Hal yang sama berlaku untuk kehidupan.
Jika Anda menghabiskan seluruh waktu Anda dan energi pada hal-hal kecil, maka Anda tidak akan pernah memiliki ruang untuk hal-hal yang penting bagi Anda.

Jadi …
Perhatikan hal-hal yang penting bagi kebahagiaan Anda.
Bermain dengan anak-anak Anda.
Luangkan waktu untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Bawa pasangan Anda untuk makan malam.

Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan membereskan tempat sampah

Bola-bola golf adalah hal yang utamaHal-hal yang benar-benar penting. Tetapkan prioritas. Sisanya hanyalah pasir.

Salah satu siswa mengangkat tangannya dan bertanya mewakili apakah dua cangkir kopi itu?
Profesor itu tersenyum.
“Aku senang kau bertanya “.
“Itu menunjukkan bahwa tidak peduli seberapa penuh hidup Anda mungkin tampak,
selalu ada ruang untuk meminum dua cangkir kopi bersama seorang teman. “

Silakan berbagi dengan kawan-kawan Anda cerita tentang “Stoples Mayones, Bola-bola Golf dan 2 Cangkir Kopi” ini.

(sumber: Milis QB Headlines)

Strategi dan Roadmap (Peta Jalan) adalah dua hal yang sangat penting dalam menuju ke suksesnya suatu usaha atau bisnis, baik itu skala kecil maupun skala besar, nasional.

Di zaman kejayaan kekaisaran Roma memang banyak sekali jalan-jalan raya (Via – bahasa Italia) yang dibangun untuk menuju ke Ibukota Kekaisaran Roma sebagai pusat perekonomian dan peradaban dunia saat itu. Namun hanya ada satu jalan yang lurus dan pendek, sehingga lebih cepat ditempuhnya. Banyak jalan yang panjang dan beliku-liku, sehingga akan lebih lama ditempuhnya. Tanpa peta jalan yang baik, maka akan sering kita tersesat.

Tanpa strategi yang tepat yang diterjemahkan dalam bentuk Peta Jalan (Roadmap), maka kita akan kalah bersaing dan gagal dalam mencapai sasaran-sasaran usaha (goals). Kita sering melihat kegagalan suatu usaha karena memang mereka belum punya strategi dan Roadmap yang tepat untuk memenangkan persaingan dan mencapai sasaran mereka.

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar kalau Garuda dan Merpati merugi dan kalah bersaing dengan perusahaan baru asal negeri jiran, yaitu Air Asia yang memilki strategi jitu untuk memenuhi tempat duduk pesawat setiap penerbangan, sehingga dapat memasang tarif yang sangat kompetitif, serta mereka tidak menyediakan makanan di pesawat yg merepotkan operasionalnya.

Kita juga terkaget-kaget mendengar berita minggu lalu kalau PT KAI harus menutup layanan KA Parahyangan yang dahulunya menjadi cash-cow PT KAI, sebab kalah bersaing dengan layanan travel mobil yang menjadi kompetitif dengan adanya jalan toll Cipularang.

Bagaimanakah situasi persaingan di bidang telematika? Nokia dan BlackBerry yang lama mendominasi pasar Smartphone Indonesia mendapat serangan gencar dari Smartphone Qwerty buatan Cina dan Taiwan dengan produk BlackBerry-like, seperti BlueBerry, RedBerry, CherryBerry, dll, yang jauh lebih murah (dibawah Rp 1 jutaan), Qwerty keyboard, dan penuh dengan fitur2 canggih: Dual GSM on, TV, FM, Video, camera, WiFi, FB, Twitter, YM, Skype, dll. Ini dimungkinkan berkat software Java yang sangat canggih.

Di sisi lain, Smartphone iPhone dari Apple Computers mendapat tantangan dari pendatang baru, yaitu Smartphone berbasiskan Operating System Android yang Open Source, sehingga membuat harga iPhone turun terus secara perlahan tetapi pasti.

Para operator telekomunikasi Indonesia yang jumlahnya ada 12 saat ini sedang kebingungan untuk mencari strategi dan Roadmap yang tepat untuk menghadapi persaingan diantara mereka sendiri yang sangat ketat, sehingga untuk tetap survive dan menambah jumlah pelanggan mereka harus melakukan banting harga yang terus menggerogoti margin laba dari waktu ke waktu. Sampai kapankah mereka akan tetap bertahan? Kunci untuk dapat melepaskan diri dari spiral yang menuju ke titik dasar adalah: merubah persaingan yang hanya sekadar menjadi penyedia jaringan, ke layanan-layanan yang bernilai tambah, mutu yang lebih baik, layanan data, aplikasi2 baru dan kontent, antara lain mobile advertising, mobile commerce, mobile payment, eLearning, eGov dengan memanfaatkan jejaring sosial yang makin banyak anggotanya.

Bagaimanakah dengan strategi dan Roadmap Broadband di Indonesia? Memang akan ada porsi layanan Fixed Broadband (atau nomadic) dan Mobile Broadband. Namun dilihat dari tren jumlah pelanggan seluler di Dunia maupun di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 170 juta orang yang terdaftar, jauh melebihi pelanggan Fixed atau Nomadic Broadband, maka kita perlu untuk memperhatikan perkembangan mobile broadband itu.

Bila sebuah perangkat Terminal (CPE) sudah memenuhi persyaratan Mobile Broadband, maka secara otomatis perangkat tersebut sudah pula memenuhi atau melebihi persyaratan untuk Fixed atau Nomadic Broadband. Pemerintah Indonesia saat ini sudah melakukan tender operator Fixed dan Nomadic Broadband dengan layanan WiMAXstandar 16d khas Indonesia, namun operator pemenang tender yang sudah mulai melaksanakannya adalah yang pada pita frekwensi 3,3 GHz, sedangkan yang pada pita frekwensi 2,3 GHz masih terus berfikir-fikir, maju mundur, sebab mereka takut investasi mereka tidak akan dapat kembali.

Sementara itu di pasar global pada pita 2,3 GHz dan 2,5 GHz telah mulai diproduksi perangkat CPE yang telah dilengkapi (embedded) dengan modem WiMAX standar 16e yang mobile dengan efisiensi penggunaan pita yang tinggi dan operasional yang sangat mudah dipakai dan inter-operable, dengan harga yang sangat kompetitif, yaitu: laptop, netbook, Smartphones, iPhone, iPad, dll, sesuai standar 4G.

Perangkat2 tersebut memang membutuhkan kecepatan transmisi yang tinggi, diatas 20 Mbps agar menjadi bermanfaat bagi pemiliknya. Perangkat2 tersebut menjadi sangat kurang manfaatnya bilamana kecepatannya lelet, dan menjengkelkan bagi pengguna. Mereka jengkel karena sudah beli mahal, tetapi tidak sesuai dengan fitur2 yang tersedia.

Lalu apakah definisi Boadband? Bagi orang awam, adalah seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Mastel, pak Setyanto P Santosa, yaitu bila kita tekan tombol keyboard, maka secara instant akan muncul hasilnya (misalnya gambar, konten web, dsb). Bila lelet, maka jelas itu bukanlah kecepatan Broadband.

Sementara itu di banyak negara termasuk di Indonesia sudah mulai diuji-coba jaringan dan CPE LTE (Long Term Evolution) sebagai evolusi akhir dari jaringan dan perangkat 3G dan 3.5G (HSDPA, HSPA+, CDMA 2001X EV/DO).

Bagaimanakah Strategi dan Roadmap menuju ke layanan LTE atau WiMAX Standar 16m yang sepadan ini? Tentu perlu dipersiapkan langkah-langkah dan milestones yang tepat, seperti alokasi pita frekwensi yang diperlukan, peraturan perundangan, pilihan teknologi untuk memungkinkan kemajuan industri DN dan sebagainya agar jalan menuju ke Roma itu tidak berliku-liku panjang dan melelahkan, membuat masyarakat pengguna kehilangan momentum untuk memajukan perekonomian nasional yang diklaim tiap sekian persen penetrasi Broadband akan meningkatkan sekian persen GDP.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsadan negara.