Archive for November, 2010

Gunung Merapi dan Lempeng Tektonik

Aliran Lava Merapi

Aliran Lava Merapi

Gunung Merapi dikenal sebagai stratovolcano, terdiri dari lapisan abu vulkanik dan material piroklastik lainnya dan lava. Gunung ini secara geologis muda dan mulai meletus di Pleistosen, periode dari 2,6 juta sampai sekitar 12.000 tahun yang lalu. Karena letusan gunung berapi banyak dari bagian yang terbuka, dibantu oleh kondisi iklim yang sulit pada ketinggian hampir 3000 m. Aliran piroklastik yang sangat mematikan dan lahar (lumpur) lebih beraturan daripada letusan besar. Terutama daerah selatan dan barat dari gunung berapi itu yang sering dipengaruhi.

Lokasi gunung berapi di Jawa adalah suatu kebetulan dan semuanya terkait dengan lempeng tektonik. Pergerakan bumi lempeng Australia di bawah lempeng Eurasia terjadi di arah timur laut. Pulau Jawa terletak di tepi lempeng Eurasia. Lempeng Australia membutuhkan banyak air ke dalam mantel di mana titik leleh batuan jatuh. Aliran magma yang meluas, membuat vulkanisme skala besar di Indonesia.

November 4

Ledakan 4 Nov 2010

Ledakan 4 Nov 2010

Aktivitas gunung berapi pada 4 November sangat tinggi. Awan abu gunung berapi menyembur keatas mencapai hingga setinggi 10 km, yang luar biasa. Dalam radius 15 km, semua orang dievakuasi. Ahli geologi lokal Indonesia melihat perkembangan letusan dengan ketakutan. “Kami tidak tahu apa yang terjadi sekarang,” kata salah seorang ahli geologi. Gambaran jumlah gempa bumi (terkait dengan letusan) pada tanggal 4 November terus berlanjut.

November 5

Awan abu panas lebih dari 15 km dari Merapi turun ganas dan menimbulkan korban baru, banyak orang luka bakar. Yogyakarta, sebuah kota dengan lebih dari setengah juta jiwa, adalah lebih dari 30 km di selatan Merapi. Kota ini adalah kedua kalinya tertutup abu vulkanik, kali ini lebih tebal dari pertama kalinya. Juga ada arus berputar lumpur Kali Code, sungai yang mengalir melalui kota. Letusan memuntahkan awan panas tidak hanya abu gunung (aliran piroklastik), namun aliran lava. Pada lebih dari 30 km dari gunung berapi yang gemuruh dapat didengar.

Gempa bumi di gunung berapi begitu besar sehingga jarum dari seismograf kertas menjeplak dan cipratan tinta tergeletak di sekitar. Selain itu, terjadi gempa bumi yang lebih dalam (6-8 km) dibandingkan dengan letusan sebelumnya. Dengan semua kegiatan ini sudah menjadi peristiwa terburuk dalam lebih dari 100 tahun. Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Dr Surono, mengatakan: “Ini sudah merupakan skenario ketiga, yang saya tidak suka.” Letusan sangat besar akan mungkin terjadi.

Ada banyak ketidakpastian tentang apakah zona evakuasi sekarang 20 atau bahkan 25 km yang harus ditetapkan. Peralatan pengamatan di lokasi (termasuk Webcam) mungkin karena letusan pecah dan kita harus melakukannya sekarang dengan memakai saksi mata melalui twitter dan blog.

Gunung Merapi di pulau Jawa timbul di atas dataran subur di sekitarnya dan Yogyakarta sendiri adalah lereng subur. Daerah ini padat penduduknya dan karena itu lebih rentan. Hal ini juga membuat sulit bagi masyarakat untuk mengungsi yang perlu waktu lebih lama untuk evakuasi.

November 6

Pada malam 5 sampai 6 November, banyak orang terkejut dengan abu awan panas yang turun di beberapa desa. Puluhan orang tewas. Ada daerah di mana bantuan pekerja dan bahkan tentara tidak berani datang.

Bahkan saat ini gunung berapi itu masih aktif. awan abu besar menggantung di atas Pulau Jawa. Oleh karena itu, KLM, seperti maskapai lainnya, memutuskan untuk tidak terbang ke ibukota Jakarta untuk saat ini. Bukan karena tidak akan mungkin saat ini, tetapi sebagai tindakan pencegahan. Penerbangan udara juga dihentikan pada bulan April tahun ini akibat letusan gunung berapi Eyjafjallajökull Islandia. Ini kemudian diketahui bahwa beberapa penerbangan bisa melewatinya.

Di Yogyakarta bantuan kemanusiaan untuk 36.000 orang dilokasikan di stadion setempat. CNN melaporkan bahwa lebih dari 200.000 orang dipaksa mengungsi.

Gunung Merapi

Melihat makin banyaknya korban-korban yang berjatuhan dari bencana meletusnya gunung Merapi, yang terutama disebabkan oleh sulitnya meramalkan kapan gunung itu akan meletus, sehingga membuat banyak korban-korban berjatuhan karena tidak tahu hari apa, jam berapa dan detik keberapa gunung itu akan meletus, maka kami ingin menyampaikan sebuah pemikiran atau solusi.

Para korban itu tewas karena ketidak-tahuan mereka saat meletusnya gunung Merapi itu, mereka tetap berada di lokasi yang berbahaya itu dan perkiraan mereka itu meleset. Seperti sudah diakui oleh Bapak Surono, Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, secara ilmiah tidak mungkin untuk meramalkan secara tepat kapan sebuah gunung berapi akan meletus. Jadi ini merupakan faktor utama yang menyebabkan banyaknya korban-korban yang berjatuhan.

Gunung Berapi yang akan meletus adalah ibarat bisul yang siap akan pecah. Untuk mempercepatnya, kita bisa memencet bisul itu hingga keluarlah nanah kotor yang menyebabkan kita sakit. Penderita sakit bisul itu akan segera sembuh setelah dikeluarkannya nanah dari bisulnya.

Lalu bagaimanakah caranya untuk “memencet” gunung berapi yang siap meletus itu agar saatnya dapat kita tetapkan sesuai rencana, dan sebelumnya seluruh penduduk disekitarnya sudah terlebih dahulu kita ungsikan untuk satu hari saja, pada hari dimana gunung itu kita upayakan meletus.

Ini akan sangat mengurangi penderitaan penduduk disekitar gunung berapi itu, karena hanya diperlukan untuk mengungsi cukup satu hari saja. Selain itu mereka tidak harus was-was terus selama satu bulan penuh karena tidak tahu kapan waktunya gunung akan meletus.

Usul kami untuk meledakkan gunung yang siap meletus pada saat yang kita tentukan adalah dengan menjatuhkan ratusan ton bom dari pesawat tempur secara cepat dan akurat ke kawah gunung berapi itu. Hasil yang diharapkan adalah terbukanya sumbatan batu-batuan dan pasir gunung itu, sehingga tidak terjadi ledakan yang terlalu hebat akibat sumbatan yang terlalu lama yang dapat meningkatkan energi ledakan gunung itu, Bagaikan bisul yang dikempeskan, tekanan dari dalam perut bumi dapat diturunkan ketingkat yang tidak terlalu membahayakan.

Wedus Gembel

Wedus Gembel

Kalau Angkatan Udara R.I. belum mempunyai cukup banyak pesawat-pesawat tempur dengan jumlah bom-bom yang cukup, mungkin ini adalah sebuah kesempatan baik untuk dibicarakan dengan Presiden AS Barack Obama yang akan datang ke Jakarta pada hari Selasa 9 November 2010. Ini akan lebih baik dan bermanfaat bagi ummat manusia dari pada menjatuhkan bom-bom di tempat-tempat yang berpenduduk tak berdosa di Iraq dan Afghanistan.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat sebagai solusi yang baik untuk menghindarkan korban-korban letusan gunung berapi yang tidak dapat diramalkan.