Archive for June, 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ajang Indocomtech 2011 terasa lebih kuat mensosialisasikan ICT yang ramah lingkungan dengan diadakannya Green ICT International Conference di Jakarta Convention Center.

Konferensi ini merupakan salah satu program unggulan Indocomtech 2011 yang menghadirkan para pembicara dari dalam dan luar negeri, antara lain Christina Bueti (ITU), Atsuko Agata (JEITA), Nur Faezal Elias (Green ICT Working Group Malaysia), Mark Winter (FFITS), Jean K. Tang (CompTIA), John Simacklis (RIM), Dr. Idris Sulaiman (Australia National University), Prof Dr. Ing Kalamullah Ramli (Depkominfo), Eddy Satriya (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Handoyo Budi Santoso (BP Migas), Sugianto (TAITRA), Dr. Hammam Riza (BPP Teknologi), Dr. Lia G. Partakusuma (RS Fatmawati), Naning Adiwoso (Green Building Council Indonesia), Dr. Eko K. Budiardjo (Pusilkom UI), Reinhardt Winata-Lim (Siemax), Charles Simanjuntak (Hewlett-Packard Indonesia), Haskar Lianus Pasang (AES), David Darmawan (Darmawan Green Fund), serta Hidayat Tjokrodjojo (Aspiluki).

Acara yang dihadiri para praktisi IT, asosiasi, pemerintah, serta mahasiswa tersebut mengupas tentang pentingnya green ICT, green of IT, green by IT, dan green economy. Green of IT sendiri dimaksudkan untuk penggunaan produk-produk ICT yang ramah lingkungan, dimana ukuran dasarnya adalah dilihat dari konsumsi listrik atau bahan bakar. Sedangkan green by ICT merupakan aplikasi ICT untuk menerapkan di bidang lain.

“Salah satu penerapan green ICT untuk industri migas sudah mulai disosialisasikan oleh BP Migas terhadap perusahaan-perusahaan migas di Indonesia,” kata Handoyo Budi Santoso dari BP Migas. Dari kalangan industri pun saat ini berlomba-lomba menghadirkan inovasi produk yang lebih ramah lingkungan, seperti yang diungkapkan Charles Simanjuntak, Commercial Channel Manager Hewlett-Packard Indonesia. HP sendiri dalam ajang Indocomtech 2011 ini menghadirkan produk printer HP Ink Advantage yang diklaim sangat hemat mampu mencetak 600 halaman dengan harga hanya 80 ribu rupiah.

Kalangan asosiasi pun mengamini bahwa green ICT sebaiknya diterapkan lebih konkret di semua lini bisnis, bukan sekadar wacana saja. “Untuk itu, Indonesia perlu mempersiapkan roadmap kebijakan green ICT yang dapat menjadi panduan bagi perusahaan menjalankannya,” jelas Hidayat Tjokrodjojo yang mewakili Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki).

Hal tersebut sejalan dengan misi dari penyelenggaraan konferensi ini untuk membentuk Green ICT Council Indonesia, yang memiliki misi untuk mendidik, memotivasi, dan mengubah profesional IT dan organisasi menjadi praktisi ICT Sustainability. Green ICT Council Indonesia bertujuan agar masyarakat menjadi lebih strategis dan efektif, negara ini lebih ramah lingkungan, dan dampak ekonominya akan menopang profitabilitas.

Prof. Dr. Ing. Ir. Kalamullah Ramli, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informasi Bidang Teknologi mengungkapkan bahwa pembentukan Green ICT Council ini merupakan langkah baik untuk mensinergikan peran pemerintah, industri dan asosiasi ICT, serta komunitas maupun akademisi untuk mempersiapkan roadmap green ICT.

Selain konferensi internasional tersebut, berbagai promo dari para exhibitor juga menarik bagi masyarakat untuk mengunjungi Indocomtech 2011. Salah satunya adalah program doorprize yang dibuat penyelenggara, dimana setiap belanja 500 ribu rupiah maupun kelipatannya, pengunjung mendapatkan 1 voucher undian dan berhak memperebutkan hadiah berupa sepeda motor, Blackberry smartphone, Blackberry playbook, sepeda dan lain-lain dengan total nilai hadiah sebesar 100 juta rupiah.

Untuk memberikan kenyamanan pengunjung selama pameran, penyelenggara juga terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas, mulai dari foodcourt area, ATM, official shuttle taxi Express, serta free wifi di seluruh hall JCC, dan yang terbaru adalah area khusus untuk parkir sepeda di depan main lobby.

Pada hari kedua Indocomtech, panitia mencatat telah 51.980 orang mengunjungi pameran yang akan berakhir hari Minggu ini. Bambang Setiawan, General Manager Divisi IT Dyandra Promosindo mengatakan bahwa di akhir pekan akan semakin banyak program-program hiburan disajikan oleh exhibitor yang dapat dijadikan sarana hiburan untuk keluarga.

JAKARTA – Telkomsel meluncurkan  Mobile WiFi Seamless untuk meningkatkan akses ke jasa data bagi para pelanggannya.

Mobile WiFi Seamless  merupakan akses mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan perpindahan koneksi jaringan 2G/3G (offloading) dengan Wifi secara otomatis  sebagai jaringan seluler tambahan.

“Perpindahan dapat dilakukan tanpa  memasukkan password atau ID. Kita bidik ada dua juta pelanggan di layanan ini,” ungkap Head of Product Marekting Telkomsel  Ririn Windaryani.

Diklaimnya,  kecepatan akses Wifi Seamless ini mencapai  100 Mbps. “Saat ini masih tahap trial, bisa 100 Mbps, secara mudah kecepatan  Seamless mengikuti profile data pelanggan, misalkan menggunakan paket  72 Mbps maka akses kala di WiFi juga setara,” katanya.

Layanan Mobile Wi-Fi Seamless Telkomsel dapat digunakan oleh pelanggan yang memiliki ponsel pintar dengan teknologi Seamless Wi-Fi atau EAP-SIM (Extensible Authentication Protocol-Subscrider Identity Module). Jika di perangkat BlackBerry  minimal pada sistem operasi 5.

Pelanggan dapat menggunakan Wi-Fi ini dengan syarat telah berlangganan paket data Telkomsel Flash dan perangkat yang mendukung teknologi EAP-SIM.

Pelanggan dapat memanfaatkan jaringan hotspot WiFi flashzone-seamless di 6000 titik di seluruh Indonesia di berbagai wilayah area publik. Jaringan tersebut memanfaatkan jaringan hotspot dari Telkom.

Untuk menikmati layanan ini, pelanggan harus melakukan setting pertama kali sebelumnya pada perangkat dengan mengaktifkan WiFi dan memilih Service Set Identifier (SSID) flashzone-seamless. Jika sudah tersetting, pelanggan akan langsung terkoneksi  ke jaringan WiFi tanpa perlu memasukkan password.

Layanan data juga secara otomatis beralih ke jaringan 2G/3G jika sudah tidak mengaktifkan Flash Zone-Seamless.

Telkomsel telah melakukan tiga percobaan layanan ini yaitu layanan Wi Fi untuk pelangan regular, layanan Wi Fi untuk pelanggan corporate, dan layanan Wi Fi untuk SSID.(id)