Archive for the ‘Dari Inovasi ke Produk Jadi’ Category

Bila kita bicara tentang Inovasi, kita perlu belajar dari pengalaman Steve Jobs, Boss Apple Inc., USA. Pada tahun 1989 beliau sempat jengkel karena produk PC baru Apple yang sangat innovatif, LISA (Local Integrated Software Architecture) yang sangat tipis dengan operating system yang terbaru gagal untuk meraih penjualan yang besar, karena hanya terjual 80.000 PC selama 1,5 tahun dan kalah populer dengan PC IBM yang terjual sebanyak 250.000 buah dalam 1-bulan!

Untuk melupakan kegagalan ini, Steve memutuskan untuk mengubur 2.700 buah PC LISA disebuah lapangan yang berbiaya US$1,95 per yard. Ini adalah harga untuk kegagalan dari riset selama 3 tahun dan biaya US$50 juta.

Innovator harus memiliki jiwa pantang mundur dan terus berusaha sampai akhirnya suatu hari Ia akan sukses. Thomas Alpha Edison sang pencipta lampu listrik sebelum sukses juga telah melakukan percobaan sebanyak 10.000 kali yang akhirnya sukses besar.

Steve Jobs akhirnya juga sukses besar dengan berbagai produk gadget-gadget Apple Inc., uang mendunia, dimulai iPod, iTunes, iPhone, Mac Book Air dan yang terbaru adalah iPad yang akan membanjiri pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Di Indonesia juga banyak innovator yang potensial, namun sayang banyak diantaranya yang cepat menyerah. Beberapa waktu yang lalu ada yang punya idee cemerlang untuk mengubah air menjadi sumber energi kendaraan bermotor, namun gagal karena lebih banyak ilmu kleniknya dari pada ilmiahnya, walaupun ciptaannya cukup memukau dengan nama “Blue Energy“.

Sekitar satu tahun yang lalu, saya menyalip seorang pengendara motor yang motornya ada tabung air dan kabel-kabel dan terlihat airnya mendidih. Setelah saya tanya, pengendara motor itu menjelaskan bahwa motornya memakai sistem penghematan BBM dengan menambahkan gas Hidrogen hasil elektrolisis tabung air yang ada di motornya. Hasilnya adalah penghematan BBM bensin sebesar 50%. Lumaya khan? Kalau dihitung setahun, berapa juta penghematannya?

Sebenarnya penggunaan gas Hidrogen yang dicampur dengan bensin untuk kendaraan bermotor bukanlah penemuan baru, sebab teknik ini diciptakan oleh Mr. Brown dari Australia. Makanya teknologi ini disebut “Brown Energy“. Di Indonesia juga sudah ada yang memproduksi peralatan untuk menghemat BBM kendaraan bermotor ini dengan harga sekitar Rp 300.000 – 400.000 yang dijual oleh pengusaha bernama P Hidayatullah dan dipresentasikan dimuka para anggota KADIN Indonesia sekitar 2-tahun yang lalu.

Beberapa bulan yang lalu Tim ITB berhasil menciptakan sebuah mobil kecil bertenaga surya yang sangat efisien. Ada banyak lagi karya-karya innovatif anak-anak bangsa yang muncul di berita-berita nasional, namun kemudian hilang tanpa bekas, sebab hasil-hasil gemilang anak-anak bangsa itu tidak ada yang melanjutkan untuk diproduksi secara komersia dan dipasarkan secara nasional atapun internasional.

Dari fakta-fakta yang ada, banyak anak-anak Indonesia yang sukses mengembangkan produk-produk innovatif mereka di luar negeri, seperti di Amerika Serikat. Jadi permasalahannya, kalau mereka tinngal di LN, mereka bisa sukses karena mendapat dukungan pembinaan dan finansial untuk memulai mengembangkan karya-karya mereka menjadi produk jadi yang komersial.

Dibentuknya Komite Inovatif Nasional (KIN) yang diketuai oleh Bapak Zuhal dan anggotanyanya antara lain adalah Ibu Betti Alisjahbana kita harapkan dapat menjembatani gap untuk dapat mewujudkan karya-karya innovatf anak-anak bangsa menjadi produk-produk jadi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Silahkan ditanggapi dan semoga bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.