Archive for the ‘Hari Kebangkitan Nasional ke-100 Tahun’ Category

Presiden SBYSungguh menarik sekali untuk disimak dan direnungkan oleh kita semua isi Pidato Presiden R.I. Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan ke 100-tahun Hari Kebangitan Nasional 20 Mei 2008, dengan Tema Pokok “INDONESIA PASTI BISA“, dimana esensinya adalah:

  1. Kemandirian Bangsa: jangan sampai terjerat hutang, tidak tergantung dari teknologi dan perekonomian asing, dan jangan di-dikte oleh orang-orang asing. Penggunaan Software Open Source bagi mayoritas masyarakat Indonesia adalah salah satu upaya agar Bangsa ini menjadi mandiri, tidak terlalu tergantung dari vendor asing maupun Konsultan Asing, dan sekaligus juga untuk menghemat devisa nasional.
  2. Daya Saing Bangsa yang Tinggi: Masyarakat yang cerdas, produktif, efisien, innovatif, kreatif, kerja keras, rajin, tepat waktu, dan tidak membuang-buang waktu. Kemampuan untuk memproduksi perangkat telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi adalah juga bagian dari peningkatan daya saing nasional bangsa Indonesia.
  3. Peradaban Bangsa yang Tinggi: beradab, karakter yang terhormat, mulia, demokratis, teratur, terencana, jujur, sikap toleransi yang tinggi, maju, namun juga tetap menjaga kesederhanaan.

Dengan terciptanya kemapuan dan kondisi tersebut diatas, maka Bangsa Indonesia akan mampu menghadapi segala tantangan dari luar negeri maupun dari dalam negeri untuk memakmurkan dan men-sejahterakan Bangsa Indonesia.

Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah:

  • Krisi Pangan
  • Krisis Energi, dan
  • Krisis Ekonomi

Bagaimanakah seharusnya Bangsa Indonesia menghadapi ke-tiga tantangan tersebut diatas?

A. Krisis Pangan :

Bahan Pangan utama Indonesia adalah beras, yang kebutuhannya makin meningkat tiap tahun. Bangsa ini hendaknya dapat mendiversifikasikan makanan pokok, tidak hanya beras, tetapi juga jagung, sagu, kentang, roti (gandum) dan lain-lain lagi yang memiliki nilai gizi yang sama atau lebih baik lagi dari pada beras.

B. Krisis Energi: saat ini merupakan ancaman yang paling parah terhadap kesejateraan bangsa Indonesia, bila kita keliru melangkah dan mengambil keputusan yang dapat menjerumuskan bangsa ini ke jurang kesengsaraan dan penderitaan yang berkepanjangan.

Kita semua sudah tahu bahwa produksi BBM Indonesia hanyalah sekitar 1 juta barrel per hari, padahal kebutuhan BBM kita saat ini telah mencapai 1,2 juta barrel per hari. Akibatnya negara harus menanggung subsidi BBM yang harus di-impor dari Luar Negeri dengan tarif BBM Luar Negeri.

Suatu hal yang terlupakan dalam berbagai diskusi tentang kebutuhan BBM Nasional ini adalah tidak di-ikutsertakannya Produksi Energi jenis lainnya dari Indonesia yang sangat besar atau substansial volume-nya, yaitu Energi Gas Bumi (LNG) yang merupakan produksi ekspor terbesar didunia dan Energi Batu Bara yang juga merupakan produksi ekspor terbesar didunia saat ini.

Bila saja Pemerintah dan bangsa Indonesia mampu merubah struktur kebutuhan Energi Nasional, misalnya menekan kebutuhan akan BBM sehingga mencapai 800.000 barrel per hari, dan kekurangannya diganti dengan Energi Batubara dan Energi Gas Alam (LNG). Dengan demikian, nainya harga BBM di Luar Negeri bukan malah membuat bangsa ini terpuruk, tetapi malah membuat bangsa ini makain besar Devisa-nya (dengan menjual kelebihan produksi 200.000 barrel per hari BBM ke Luar Negeri dengan harga jual yang tinggi).

Belum lagi kemapuan bangsa ini untuk menghasilkan energi atau bahan bakar dari sampah kota menjadi briket arang, energi ombak, energi surya, dan energi angin menjadi energi listrik, sehingga kebutuhan BBM dapat makin ditekan lebih rendah lagi.

Dengan telah tersedianya Jaringan Komunikasi Berpita Lebar (Broadband Data Network, Serat Optik, Gelombang Mikro, Powerline Communications, dsb) dan Internet Berkecepatan Tinggi (3G, 3.5G, HSDPA, CDMA 2000 1X) dan menanfaatkannya untuk Kerja Jarak Jauh (Teleworking) akan dapat pula mengurangi penggunaan BBM serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas nasional.

Inilah yang seharuskan dilaksanakan oleh Pemerintah dan Bangsa Indonesia dalam menghadapi Krisis Energi Dunia. Indonesia dapat merubah keterpurukan menjadi kejayaan.

C. Krisis Ekonomi :

Krisis Ekonomi adalah dampak dari Krisis Pangan dan Krisis Energi tersebut diatas. Jadi esensinya, kalau kedua Krisis tersebut terdahulu itu dapat ditanggulangi, maka secara teoritis Krisis Ekonomi yang membelenggu bangsa ini dapat segera terlepaskan.

Insya Allah, dengan semangat Kebangkitan Nasional 20 Mei 2008, Bangsa Indonesia akan segera terlepas dari ke-tiga krisis2 tersebut diatas.

Semoga tulisan kami ini mendapat perhatian dan realisasinya oleh para Pemimpin Bangsa Indonesia, untuk mempercepat tercapainya cita-cita Bangsa Indonesia yang telah lama didambakan, yaitu negeri yang makmur, aman sentosa, gemah ripah loh jinawi.

Semoga!

Wassalam,

S Roestam

Advertisements