Archive for the ‘Larangan Terbang’ Category

1. Pak Agus Pambagio, Pemerhati Kebijakan Publik dan Perlindungan Konsumen minggu yang lalu melakukan perjalanan ke Eropa bersama Rombongan Pemerintah R.I. (Ditjen Perhubungan Udara) dalam kerangka melobby Uni Eropa (UE) agar larangan terbang 51 maskapai penerbangan Indonesia segera dicabut.

2. Saya baru paham mengapa UE tetap saja melarang 51 maskapai Penerbangan Indonesia datang ke Eropa setelah saya baca laporan pak Agus Pambadio.

Ringkas ceritanya, UE memang tidak macam-macam, saya kutip laporan pak Agus Pambagio dan pernyataan UE sbb:
——
Jadi bisa dibayangkan kalau CAP (Corrective Action Plan) saja belum dibuat dengan benar oleh DJU (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara), bagaimana kita bisa melobi UE dan minta mereka segera mencabut larangan terbang tersebut? Meskipun demikian, sebelum saya mohon diri, masih sempat saya tanyakan kapan kira-kira UE akan mencabut larangan terbang maskapai Indonesia. Mereka dengan ringan menjawab : “Please tell to your Government, Just Work! If not it will take 100 years or more.”
——

3. Minggu lalu sewaktu membaca artikel di Harian Kompas yang menyarankan agar Indonesia segera melakukan “Reciprocal Action” untuk juga membalas dengan melarang maskapai2 penerbangan Eropa terbang ke Indonesia, sebab UE masih juga belum mencabut larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia ke Eropa, saya berpikiran untuk mendukung langkah Indonesia ini, karena saya sangka UE memang macam2, ingin membuat Indonesia terpuruk.

4. Kenyataan di lapangan, memang keamanan penerbangan di Indonesia masih jauh dari aman, melihat berbagai peristiwa yang terjadi dalam beberapa minggu yang lalu (saya baca dari Koran Kompas):

  • Sekitar 2 minggu yang lalu, masyarakat di Tangerang menemukan potongan sirip ekor pesawat terbang yang jatuh dari udara. Ternyata memang diakui oleh petugas bahwa potongan itu jatuh dari pesawat Batavia Air.
  • Dua hari yang lalu, Kompas juga memberitakan bahwa ditemukan tutup mesin sebuah pesawat yang jatuh dari udara. Namun kali ini belum ada maskapai penerbangan yang mengakui bahwa barang itu adalah miliknya. (Berita Kompas 7 Des 2007, ternyata barang itu milik Lion Air).
  • Kemarin Bandar Udara Polonia terbakar!

5. Saya mengungkapkan hal ini bukan karena ingin negeri ini terpuruk. Malah sebaliknya saya ingin bahwa semua pihak yang terkait dengan masalah keselamatan penerbangan ber-introspeksi untuk membenahi keselamatan penerbangan di Indonesia. Saya percaya, bahwa kalau pembenahan ini telah dilakukan dengan benar, maka larangan terbang UE terhadap maskapai2 penerbangan Indonesia segera dicabut, bukan 100 tahun lagi!

Silahkan ditanggapi.