Archive for the ‘VoIP’ Category

Taksi Udara

Macet berjam-jam seperti menjadi siksaan rutin pengguna jalan di Ibukota Jakarta. Namun bagi mereka yang berkantong tebal, siksaan itu bisa berganti kenikmatan terbang dengan Taksi Udara. Peminat taksi udara berupa helicopter itu terus bertambah meski tariff angkutnya jutaan rupiah, begitu tulis Novita Amelilawaty, wartawan Jawa Pos pada hari Sabtu, 22 Desember 2007.

Saat ini baru ada satu buah perusahaan Taksi Udara jarak pendek yang ada di Indonesia, yang dimiliki oleh PT Air Pacific yang mulai tahun 1996 membuka layanan taksi udara ini untuk umum. Untuk sistem sewa transportasi udara jarak jauh, sudah ada Pelita Air Service, anak perusahaan Pertamina, memakai pesawat berpenumpang 35 orang atau lebih. Sedangkan Taksi Udara Air Pacifik ini khusus menggunakan Helkopter Bell 407 yang hanya mampu memuat 4-5 orang saja. Oleh karena itu sewa charteran per-jam-nya adalah US$1,400.00 atau Rp 13,6 juta (Tigabelas juta enamratus ribu rupiah saja!).

Memang bagi para Eksekutif Perusahaan Konglomerat seperti Lippo Group, Salim Group, Bakrie Group, dan lainnnya, mengeluarkan biaya transport sebesar Rp 13,6 juta per jam tidak ada artinya bagi mereka, sebab Output dari Meeting yang mereka hadiri yang nilainya bisa Milyar atau Trilyun Rupiah, baik secara langsung atau berupa sebuah Upportunity Bisnis masa depan. Jadi singkat kata, bagi mereka pengeluaran uang sebesar Rp 13,6 juta itu adalah “WELL JUSTIFIED”. Sehingga menurut laporan wartawan Jawa Pos tersebut diatas, terdapat antrean panjang untuk layanan Taksi Udara PT Air Pacific yang melayani rute-rute:

  • Karawaci – Hotel Aryaduta pp
  • Karawaci – Hotel Grand Hyatt pp
  • Karawaci – Hotel Mulia pp
  • Karawaci – Karawaci – Citra Graha pp
  • Karawaci – Bukit Sentul pp
  • Karawaci – Kemang Village pp
  • Rute-rute ke Bandara Sukarno Hatta dan Halim Perdanakusuma

Namun bagaimanakah pertimbangannya kalau uang sewa sebesar Rp 13,6 juta per jam dikeluarkan untuk biaya transport para Pejabat Pemerintahan, para Birokrat, Karyawan atau Eksekutif perusahaan ikan teri seperti kita-kita ini? Tentu jawabannya adalah “TOTALLY NOT JUSTIFIED”.

Sehingga solusi terbaik, paling cost-effective dan paling cepat dilaksanakannya adalah dengan menerapkan Budaya Kerja Baru, yaitu Telecommuting, atau e-Work atau Home Working, sebagaimana kami uraikan dalam posting pada beberapa Milis beberapa waktu yang lalu. Solusi ini dapat secara langsung menghindari terjebak dalam kemacetan lalulintas, menghemat waktu dan biaya transportasi, meningkatkan produktivitas pejabat/birokrat/eksekutif/karyawan yang melaksanakan budaya kerja baru ini. Rincian penjelasannya dapat bapak/ibu simak melalui link dibawah ini

https://sroestam.wordpress.com/2007/12/11/per-1-jan-2008-harga-bensin-premium-naik-ke-rp6250liter-apa-tidak-ada-alternatif-lain/

Variant dari solusi Telecommuting ini adalah dengan selalu membawa Laptop yang dilengkapi dengan DC-to-AC Converter (150 Watt seharga Rp 150.000,-) dan Modem 3.5G dari Indosat-m2, XL, Telkomsel atau Three (sewa perbulan untuk data 1,2 Giga Bytes sebesar Rp 350.000,- atau kurang). Ini biasa dilakukan oleh Ms. Jessica Quantero, Direktur Kemang Village. Saat kita bepergian di Jakarta untuk urusan bisnis dan terjebak kemacetan, maka tidak masalah, kita tetap dapat menyelesaikan pekerjaan kita dengan Laptop, ber-email, ber-Chatting via YM, atau Google Chat, ber-Audioconferencing pakai Skype atau sejenisnya, atau ber-Videoconferencing bila sinyal 3.5G-nya cukup kuat untuk mendukung transmisi HSDPA atau UMTS/EDGE.

Kami saat ini juga sedang melakukan Telecommuting dalam perjalanan saya dari Jember ke Surabaya, menulis artikel ini, serta mengirim ke Milis ini dan Blog saya di:

https://sroestam.wordpress.com

Dengan terlebih dahulu memohon maaf kepada Bapak Eddy Satriya, Asisten Deputi 5/V Menteri Koordinator Perekonomian, kami ingin menanggapi usul beliau untuk memindahkan Kantor2 Pemerintahan Pusat ke beberapa kota di Indonesia untuk menghindari kemacetan lalulintas di Jakarta. Tanggapan kami: usul pak Eddy Satriya kurang praktis, sangat mahal, memakan waktu yang lama, dan bisa menimbulkan masalah kordinasi antar Departemen-departemen Pemerintahan Pusat. Beliau belum mempertimbangkan permasalahan2 yang akan timbul sbb:

  • Memindahkan Pejabat/Staff/karyawan Pemerintahan Pusat ke kota2 lain di Indonesia akan membutuhkan pemindahan rumah y.b.s., membeli rumah baru atau menyewa rumah baru, memindahkan sekolah/kuliah anak2 mereka, perlu ongkos pindah kota, pindah sekolah/kuliah, perlu waktu penyesuaian, ganti KTP, nomor mobil, dsb. Untuk sekitar 1-juta pegawai Pemerintahan Pusat yang dipindahkan ke kota-kota diluar Jakarta, dengan asumsi rata2 biaya pemindahan Rp 10 juta/karyawan, maka perlu dana pemindahan karyawan sebesar Rp 10 Trilyun
  • Untuk menghadiri pertemuan2 Koordinasi Pemerintahan Pusat yang sewaktu-waktu diperlukan, perlu biaya perjalanan jauh yang memakan biaya besar.
  • Untuk integrasi jaringan data Pemerintahan Pusat, diperlukan jaringan Data Nasional yang berbiaya sewa besar perbulannya, karena perlu Bandwith transmisi data yang besar.

Usul Bapak Eddy Satriya ini dapat dilihat pada Blog beliau:

http://eddysatriya.blogspot.com/2007/11/memindahkan-ibukota-membangun-indonesia.html

Tulisan kami ini kami maksudkan sebagai pemanasan untuk:

Diskusi Akhir Tahun Telematika Indonesia” yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 27 Desember 2007, di Ruang Graha Sawala, Gedung Utama Lantai 1, Departemen Keuangan R.I., Jalan Lapangan Banteng Timur No 2-4, Jakarta, 10710.

Silahkan ditanggapi, disanggah, ataupun didukung, sehingga bisa mempercepat solusi penanggulangan masalah kemacetan lalulintas di kota-kota besar.

Bila mungkin, target penerapan Budaya Telecommuting, atau e-Work atau Home working ini adalah saat Fajar menyingsing diufuk timur pada tanggal 1 Januari 2008, dimulai dengan Perintah atau Himbauan dari Presdien R.I. Susilo Bambang Yudhoyono kepada:

  • Para Pimpinan Departemen Pemerintahan, Lembaga dan Institusi Pemerintah
  • Para Pimpinan Universitas
  • Para Eksekutif Perusahaan BUMN, Swasta, Koperasi dan UKM
  • Masyarakat Umum

Semoga upaya ini dapat membawa kemajuan yang pesat bagi bangsa Indonesia.

Advertisements

IP04 CaseIP04 CaseBapak2, Ibu2 dan Kawan2 yang saya hormati,

Terlebih dahulu saya ingin memberikan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Dr. Onno W. Purbo, yang telah banyak menyumbangkan pemikiran dan hasil karya bagi penerapan TIK yang Pro-Rakyat Kecil, seperti RT-RW Net, Wajanbolik, Open Source Software (Linux), dan lain-lain lagi.Namun sangat disayangkan bahwa pemikiran dan hasil karya beliau lebih banyak mendapat perhatian dan diterapkan di luar negeri, khususnya di Kanada, Eropa dan negara-negara berkembang.

Kali ini beliau menemukan informasi yang dapat menjadi titik balik kebangkitan Industri TIK Nasional, serta yang dapat mempercepat kemajuan teknologi dan perekonomian bangsa Indonesia, sebab yang disampaikan oleh beliau adalah sebuah informasi lengkap untuk memproduksi hardware dan software sistem teleponi (VoIP) baru yang gratis, baik copyright hardware-nya maupun software-nya (Open Source).

Kita bebas untuk meng-copy, memperbanyak dan memproduksi Sistem Free Telephony ini bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia, sebab proyek ini, yang dinamakan Free Telephony Project, memang dirancang untuk dibagi (di-share) bagi kemajuan ummat manusia sebagaimana konsep Software Open Source (versus konsep Proprietary Software, yg ingin dinikmati keuntungannya bagi pemiliknya sendiri). Jadi ini sangat cocok bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, untuk dapat mengejar ketertinggalannya dari negara-negara maju.

Hardware sistem ini terdiri dari sebuah Asterik IP-PBX, termasuk multiple analog ports (T1 atau E1), dan tanpa memerlukan lagi Personal Computer. Biaya pembuatannya tidak lebih dari beberapa ratus Dollar.

Produk awal dari Proyek ini dinamakan IP04, yaitu sebuah Sistem Telepon murah yang mampu untuk menyalurkan panggilan telepon dari sistem telpon analog ke sistem telpon VoIP (Internet Telephony). Sistem ini telah dirancang secara professional dan telah dapat diproduksi secara massal saat ini.

Tujuan Proyek ini adalah untuk membuat biaya telpon se-rendah mungkin, sehingga siapa saja manusia di bumi ini bisa melakukan panggilan telpon, karena ini merupakan Hak Azasi Manusia untuk berkomunikasi kepada sesamanya.

Ini sangat cocok dengan tujuan proyek USO, yang mungkin sudah menjadi takdir Illahi, Tender Proyek USO Indonesia saat ini di batalkan. Saran kami agar proyek ini di review kembali dengan diperolehnya informasi tentang tersedianya Sistem Telepon murah IP04 ini. Bila sistim ini diproduksi secara massal, oleh produsen2 Indonesia, dengan dana dari Proyek USO, maka industri TIK nasional dapat segera bangkit kembali.

Mudah-mudahan para pembuat kebijakan TIK Nasional Indonesia bersedia untuk mengakomodasikan info terbaru Sistem Telepon murah IP04 ini, sebagai titik balik kebangkitan Industri TIK Nasional, dan sebagai awal kebangkitan bangsa Indonesia di bidang kemajuan teknologi dan kemajuan perekonomian bangsa Indonesia, sebab akan dapat meningkatkan kemandirian bangsa Indonesia dari ketergantungan pihak asing (vendor asing, hardware dan software asing).

Informasi lengkap tentang Proyek Free Telephony dan Sistem Telepon murah IP04 dapat dilihat dibawah ini.

Semoga mendapat perhatian para pembuat kebijakan nasional di bidang TIK, serta membawa kemajuan teknologi, perekonomian dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

===========================================

INFORMASI LENGKAP tentang Proyek FREE TELEPHONY:

Free Telephony Project

 

Introduction

The goal of this project is to provide free hardware designs for telephone systems. Both the hardware and software are open. You are free to copy, modify and re-use the hardware designs. The hardware for a complete embedded Asterisk IP PBX (including multiple analog ports or a T1/E1) can be built for a few hundred dollars. No PC required!

Our first product is the IP04. The IP04 is a low cost phone system that can switch phone calls from analog phones or phone lines over the Internet using VoIP. The IP04 is a professionally designed product that is in volume production today:

 

IP04 in production case

The hardware designs collected on this site have been developed by a dedicated group of telephony professionals. The technology is complex, hence most of this web site is deeply technical. However the goals of the project are easy to understand – we want to lower the cost of telephony for everyone on the planet. Making a phone call should be a human right, not a privilege.

For a non-technical introduction:

  1. NEW We have recently released a white paper outlining the use of the IP04 for VoIP in developing regions.
  2. Open hardware telephony really can “connect the planet”. Here is a article published on Next Billion that describes the possibilities for the developing world.
  3. This blog post introduces the business and social possibilities of Open Hardware.

Why Free Telephony Project?

  1. Our designs are free as in speech, like Open Source software. Anyone is free to copy, modify, manufacture.
  2. Recent breakthroughs mean that free software can now do most of the work in a telephone system, work that was previously done by specialised, expensive hardware. This means a dramatic drop in hardware prices is possible. Thus hardware costs are getting closer and closer to $0. Our job is to help them get there faster – by releasing royalty free designs and encouraging their mass production!

Quickstart

Would you like to experiment with your own embedded Asterisk IP-PBX with multiple analog ports? A good start is to order an IP04 Four Port IP-PBX. This is a fully assembled, hackable IP-PBX based on open hardware and software designs.

The projects on this site are organised along software and hardware lines:

  1. uCasterisk (you-see-Asterisk) is a set of scripts, makefiles and patches to build embedded Asterisk for uClinux. Target hardware is the Blackfin BF533/BF537 STAMP boards. This project is nearing the end of it’s useful life and is being replaced by Astfin.
  2. GPL Hardware is a project to develop open (GPL) telephony hardware for the Blackfin platform. The range of designs includes FXO/FXS analog boards, a BRI ISDN Appliance, single span E1/T1 and a Blackfin BF532 mother board.
  3. Oslec is an open source high performance line echo canceller that outperforms the Zaptel echo cancellers used in Asterisk. Although developed for the Blackfin it is also in wide use on x86 platforms.

There is a project forum here.

There are also several related sites:

  1. The BlackfinOne is a high performance DSP motherboard suitable for embedded telephony. The design is completely open (free as in speech).
  2. Astfin is the latest Blackfin uClinux Asterisk distribution. The authors have used Buildroot to make the very complex embedded build process very simple. Astfin is the successor to uCasterisk, and where Blackfin Asterisk software development is now focused.

Latest News

 

  1. Thursday, November 29: IP08 Prototype. The IP08 has 8 analog ports, two Ethernet ports, and USB. Read all about the bring up of the very first IP08 prototype.
  2. Thursday, November 29: Survey of Asterisk Apppliance products.
  3. Monday, November 12: Mark and the team have made the first phone call on their BRI-ISDN Appliance. Read all about it on the Astfin Blog. I was thrilled so see all the inputs by a variety of people during the debugging stage. This sort of collaboration in hardware development is new and innovative, a real “breath of fresh air”. Also the rate of progress is spectacular compared to traditional “closed” development methods.

     

    BRIAppliance

  4. Wednesday, November 7, 2007: An article on the IP04 has been published in EE times. The article discusses the IP04 design, the open hardware development philosophy, and Oslec.
  5. Monday, November 6, 2007: An article on the Free Telephony Project hardware and software has been published in issue 2008 or Circuit Cellar (November 2007) Magazine.

     

    Circuit Cellar Magazine

  6. Sunday, October 13, 2007: Primary Rate Appliance and Basic Rate ISDN Appliance projects announced! A team of telephony professionals have been working hard on developing some new Blackfin based Asterisk Appliance products. These new products are exciting new developments with BRI-ISDN and E1/T1 line interfaces. Hardware designs are complete, and prototype bring up will commence soon. More details from this post on the Astfin Blog.
  7. Friday, October 12, 2007: IP04s back in stock! If you are interested in an IP04 please be quick – I have already sold half of this batch through back orders. Available from the Free Telephony Project Store.
  8. Friday, September 7, 2007: mISDN support for OSLEC, the high quality open source echo canceller, thanks to Peter Schlaile. Thanks also to Kristijan Vrban for sending me some ISDN hardware so I can help with the ISDN/Oslec testing!
  9. Sunday, August 12, 2007: The first batch of IP04s has sold out! New stock will be available in mid September. Feel free to pre-order now for September delivery. You can read all about the first batch of production IP04’s on my blog post Building an Embedded Asterisk PBX Part 4
  10. Monday July 23, 2007: Production samples of the IP04 are now available for purchase from the Free Telephony Project Store. The production IP04s are fully assembled and tested and can be configured with any combination of FXS/FXO modules.
  11. Saturday June 30, 2007: Diego Serafin has been working on a mISDN port for the Blackfin and other embedded platforms. The code is alpha, but is running on Blackfin hardware using a port of uCasterisk and the CologneChip XHFC chipset. Both kernel mode and user mode mISDN software is available. I am quite excited about this development, as combined with the fourfin ISDN hardware design we are getting close to a free BRI-Appliance!
  12. Wednesday June 27, 2007: The IP04 Wiki has been created for community generated IP04 documentation.
  13. Wednesday June 6, 2007: The Open Source Line Echo Canceller (OSLEC) has been released! This is a free (as in GPL) high performance software echo canceller. It runs on x86 and Blackfin Asterisk/Zaptel systems. It even has it’s own GUI (below)!. See the Oslec home page for more information.

     

    Oslec Control Panel

  14. Monday May 28, 2007: I have stock of bare (unsoldered) IP04 PCBs for those who are interested in building (as in soldering) their own IP04. The PCBs are USD$25 including air mail to anywhere in the world. I also have stock of FXS and FXO modules, they are USD$50 each, plus $10 air mail per package. More information on IP04 PCBs and modules. Thanks to ZhangZQ for helping to obtain these boards at a great price from China.
  15. Saturday May 19,2007: Another Blackfin based Asterisk Appliance/IP04 type product has appeared, the Magiclink Asterisk Appliance. This looks similar in design to the AA and IP04, however has both USB and CF ports. Quantity 100 pricing for 4 FXO ports is a low $299, which is great news. Good work Magiclink.
  16. Saturday May 19,2007: First Blackfin-Asterisk Embedded Primary Rate call! Mark from the PR1 project has proudly to announced that he and Mathieu have made the first successful call using a BlackfinOne and PR1 (single span T1/E1) combo. This call is very likely the first call ever made using digital lines and open source from a to z (software, E1 hardware, DSP motherboard hardware, and source CAD/software tools).
  17. Thursday May 17, 2007: Unfortunately I have sold out of 2 FXS 2 FXO starter kits. At this stage I don’t plan to make any more, as the IP04 will be available in July. However if there is still demand for starter kits please contact me – I can produce another batch in 4-6 weeks.
  18. Sunday April 29, 2007: IP04 Four Port IP-PBX bring up! You can read all about the bring up of the IP04 prototype on my blog post Building an Embedded Asterisk PBX Part 3. The previous Part 1 and Part 2 blog posts in this series are consistently the most popular content on this site.

     

    IP04 load testing

  19. Sunday April 29, 2007: A new Embedded Asterisk product! The TechnoCo Vdex 40 is an Australian product with 4 FXO ports, a multiple ARM/DSP processor architecture and is sampling for US$695, with street price still TBD. Nice product guys – well done.
  20. Monday April 16, 2007: Embedded T1/E1 Hardware! The first prototype of a Blackfin Primary Rate card has been assembled. Layer 1 is up already and the team are close to making their first calls. More on the PR1 project.

     

    PR1 mounted on a BlackfinOne

  21. Sunday April 8, 2007: Astfin released! The latest Blackfin uClinux Asterisk distribution. It runs Asterisk 1.4.2 on STAMP and BlackfinOne platforms, and will soon support the production IP04 hardware. The authors have used Buildroot to make the very complex embedded build process very simple. Astfin is the successor to uCasterisk, and is where intense Blackfin Asterisk software development and testing is now focused. Thanks Mark and Pawel for your tremendous efforts – embedded build systems can be torturous and we really appreciate your efforts!

     

    Astfin top level menu

  22. Saturday, 31 March, 2007: Work has started work on the IP04 Four Port IP-PBX. This design combines a BlackfinOne V2 with the 4fx/FXS/FXO analog hardware. The goal is an assembly cost of $200 in Qty 50, dropping to $100 in Qty 5-10k. I have a spreadsheet that models the costs on volume in IP04 SVN, along with a IP04 README and the sch/PCB files. The design is based on working building blocks like the BlackfinOne V2, the 4fx design, Asterisk, and the Oslec open echo canceller.

     

    IP04 PCB

  23. Thursday, February 22, 2007: The Primary Rate (PR1) card project brings Primary Rate E1/T1/J1 capability to the Blackfin. With this project it is possible to build a tiny, low cost embedded IP-PBX with a primary rate interface for just a few hundred dollars. The hardware design is completely open. More
  24. Saturday, February 10, 2007: An article on this project has been published in the March 2007 edition of Linux Journal.
  25. Saturday, January 20, 2007: Dimitar Penev, Ivan Danov have booted Asterisk on a completely open embedded hardware platform! The system (see photo below) is comprised of the BlackfinOne as the DSP motherboard and the 4fx line interface card with 4 analog ports. Both hardware designs are open and have been developed by a community of people around the world using the gEDA open source CAD tools. This means anyone is free to modify, copy and build these hardware designs. Thanks to Telecom64 for helping support this work.

     

    BlackfinOne and 4fx

  26. Monday, January 8, 2007: I have just blogged on my experience of building and testing a BlackfinOne DSP motherboard. Building (really building as in soldering) your own uClinux machine is a unique experience. The BlackfinOne is an open Blackfin BF532 hardware design that has been developed by a community of people all over the world. Next step is to get uCasterisk running on the board.
  27. Friday, January 5 2007: A three part series on Embedded Asterisk has been published on the Audio DesignLine website, Part 1, Part 2, Part 3.
  28. Saturday December 16 2006: The 2 FXO, 2 FXS analog starter kits for the STAMP are now back in stock and available for immediate shipping. The price is US$299 plus shipping. Information on how to assemble and test your kit is here.
  29. Wednesday December 14 2006: A SVN repository for the project has been set up by Wojciech Tryc. Thanks Wojciech! Music on Hold (using the native Asterisk MOH method) has been checked into SVN, and voicemail has also been successfully tested.

Blogged with Flock

Jalan menuju maraknya penggunaan mobile Internet ternyata masih cukup panjang. Ini diperoleh dari kenyataan bahwa revenue layanan ini yang diperkirakan mencapai US$66 milyar pada tahun 2007, ternyata baru mencapai US$9,5 milyar (ref: Yankee Group Study, “Mobile Internet Utopia: Imagine if Supply Could Satisfy Demand”). Angka perkiraan ini masih dianggap konservatif, karena didasarkan atas revenue dari layanan akses Internet saja, belum dari layanan-layanan lainnya.

Lalu layanan-layanan apa saja yang bisa menutup gap antara prediksi dan
realisasi mobile Internet ini? Ada 5 jenis layanan mobile phone yang berpotensi, yaitu:

  • Aplikasi Java Gmail
  • Google Map
  • Opera Mini
  • Fring (free mobile VoIP dan Chat), dan
  • Shozu (upload video dan foto dari HP)

Layanan lainnya yang punya potensi adalah Android dari Google yang gratisan, karena berbasis Linux, untuk memudahkan pelanggan mobile mengakses Internet. Yahoo juga tidak mau kalah, dan meluncukan layanan “OneSearch“, dan telah menjalin kerjasama dengan Indosat.

Bagaimankah sikap operator seluler Indonesia yang lainnya? Ini adalah
sebuah kesempatan untuk mengisi content layanan 3G yang sudah tersedia di Indonesia, serta memanfaatkannya untuk mempercepat pengembalian modal investasi 3G yang begitu mahal.

 Menurut pakar Internet, Tim Berner-Lee, layanan-layanan mobile Internet tersebut adalah standar layanan baru yang digolongkan sebagai:

  • “contextual” content,
  • location-based platform, dan
  • “user awareness” (presence)

Penerapan standar layanan baru ini diharapkan dapat meningkatkan traffic dan revenue mobile Internet (dan juga 3G).

Silahkan ditnggapi.