Posts Tagged ‘Palapa Ring Project (Serat Optik)’

Roadmap SatelitPeserta Roadmap

Seminar Roadmap Persatelitan Indonesia dilaksanakan di Hotel Menara Peninsula Jakarta pada hari Selasa 11 Desember 2007, mulai pukul 08:30 sampai pukul 16:30.

Terungkap bahwa Indonesia yang 20 tahun y.l. sebagai Pelopor Satelit dunia bersama-sama dengan A.S. dan Kanada, sekarang hanya menjadi follower. Malah dahulu Thailand yang menyewa satelit Palapa A selama lebih dari 5 tahun untuk e-Education (Pendidikan Jarak Jauh), sekarang sudah memilik 5 buah satelit sendiri. Indonesia memiliki 6 satelit, yaitu satelit Palapa C1 & C2, Telkom1 dan 2 serta satelit broadcast Cakrawarta dan Garuda.

Mengapa dulu Indonesia leading dalam teknologi satelit, namun sekarang hanya follower? Kita perlu introspeksi. Menurut saya sewa satelit Indonesia sangat mahal, sebab penggunaannya tidak maksimal. Selain itu kita kurang pintar dalam memasarkan layanan jasa satelit.

Terungkap pula bahwa jaringan Serat Optik Indonesia Timur yang dinamakan “Palapa Ring”, dirancang tanpa memanfaatkan Satelit. Seharusnya untuk jaringan dikepulauan, maka dipakai serat optik, sedangkan untuk antar pulau, maka dipakai Satelit, agar pembangunannya cepat dan murah.

Terungkap bahwa pita frekwensi satelit Ku-band (11/14 Ghz) yang saat ini tidak terpakai, seharusnya dioptimalkan penggunaannya, misalnya untuk link Palapa Ring antar pulau tersebut diatas, sehingga ada penghematan yang cukup substansial dalam CAPEX (Capital Expenditure).

Peserta memberikan apreiasi atas peluncuran satelit experimen buatan sendiri yang berhasil memantau aktivitas gunung Merapi baru-baru ini.

Disarankan pula agar Indonesia melakukan penelitian pembangunan HAPS (High Altitude Platform System), yang berupa pesawat atau balon helium pada ketinggian 5km -20km.

Saran untuk membangun sendiri satelit militer dari peserta ABRI belum bisa diterima, berhubung kompetensi kita dalam bidang ini masil terlalu terbatas.