Posts Tagged ‘Premiun bersubsidi’

Telecommuting

Kemacetan lalulintas di kota2 besar sudah menjadi bahagian hidup para Birokrat, Eksekutif dan Karyawan. Naik KA+Ojek adalah salah satu solusi untuk menghindari kemacetan lalulintas di Jakarta dan kota2 besar lainnya.

Namun ketika Jakarta Banjir, dan mulai 1 Jan 2008 Bensin Premium (dari Oktan 88 ke 90) harganya naik ke Rp6.250,-/liter, dan ketika semua orang rame2 naik KA, apakah KA-nya masih bisa menampung muatan penumpang? Kalau bensin naik, tentu Ojeknya juga akan naik sewanya.

Apakah solusi Pemerintah menaikkan harga Bensin Premium dan memindahkan Stasion Pompa Premium bersubsidi (Harga lama) ke luar kota sudah merupakan pilihan yg terbaik? Bagaimana kalau para pemilik/pengemudi mobil berusaha beli bensin murah di luar kota, apakah ini tidak menambah kemacetan lalulintas, serta kehilangan jam kerja/produktivitas kerja secara nasional? Masyarakat akan makin lebih dirugikan!

Solusi yang kami tawarkan untuk mengatasi kemacetan lalulintas, serta untuk mengurangi konsumsi BBM bersubsidi (dengan demikian, tidak perlu menaikkan harga Bensin Premium) adalah melalui perubahan budaya kerja, dari berkantor tiap hari, menjadi berkantor bila diperlukan saja.

Sebagai gantinya, para karyawan harus berkomunikasi atau menyampaikan laporan hasil kerjanya via jaringan Telekomunikasi/Internet yg sudah tergelar luas di banyak kota2 besar (yg sering macet).

  • Kalau tidak punya jaringan Internet, bisa datang ke warnet, biaya Rp3000-5000 per jam.
  • Kalau mau dan tersedia di wilayahnya, bisa sewa Jaringan Broadband Internet Rp250.000,-/bulan, Flat Rate, atau kurang.
  • Lebih baik lagi sewa Jaringan 3G/3.5G/HSDPA dari para Operator Seluler (INDOSAT, TELKOMSEL, XL, 3, Fren) dengan biaya Rp350.000/bulan atau kurang.
  • dan jaringan akses lainnya (ADSL, dialup, serat optik, kabel listrik-power line communications, FWA).

Dengan makin berkurangnya para karyawan yg ber-lalulalang di jalan2 Jakarta/kota besar lain, maka jalan2 menjadi lancar, tidak macet. Perjalanan ke Kantor (bila diperlukan saja) menjadi efisien dalam waktu dan biaya (bensin). Karyawan tidak lagi stress karena lalulintas macet,
dll keuntungan.

Budaya kerja baru ini dinamakan Home Working, atau Telecommuting atau eWork.
Tentu tidak semua pekerjaan bisa dilakukan di rumah, namun mayoritasnya bisa. Marilah kita terapkan terhadap pekerjaan kita sendiri. Kalau mau komunikasi dengan atasan, bisa via VoIP yg gratis (antar komputer), seperti Skype yg softwarenya bisa didownload gratis.

Kalau kita kerja di rumah, jam kerjanya meningkat, sebab tidak perlu lagi waktu untuk perjalanan. Kita kalau mau bisa kerja 24-jam sehari, 7-hari per minggu (bila ada deadline pekerjaan). Jadi produktivitas kerja meningkat.

Berapakah kira2 cost savings yang akan kita peroleh?
Dari sekitar 1-juta karyawan yang melaksanakan Telecommuting, maka akan diperoleh penghematan biaya transport rata2= Rp25.000 x 1-juta = Rp25 Milyar x 300 hari= Rp7,5 Trilyun per Tahun.

Dari penghematan waktu perjalanan pulang-pergi ke kantor rata2 3-jam/hari, maka ada penghematan produktivias karyawan sebesar Rp2000/jam x 3-jam x 300 hari x 1-juta karyawan = Rp 18 Trilyun (asumsi, Upah rata2/per jam/karyawan = Rp2000,-)

Bila Premium 90 tidak naik harganya, maka akan ada pengurangan biaya bagi masyarakat sebesar (Rp6.250-Rp4.500)/liter X 10 liter/karyawan x 1-juta karyawan = Rp17,5 Trilyun.

Total Penghematan adalah sebesar = Rp 7,5 T + Rp 18 T + Rp 17,5 T = Rp 43 Trilyun (EMPATPULUH TIGA TRILYUN RUPIAH)

Mudah2an idee ini bisa dipropagasikan ke jajaran Pimpinan Pemerintahan atau Executive Perusahaan, dan diterapkan mulai 1 Januari 2008 (tanpa menaikkan harga BBM). Rakyat bisa bernafas lega, Citra Kabinet Indonesia Bersatu makin baik.

Di Indonesia, yang sudah menerapkan Telecommuting ini adalah IBM Indonesia, bisa tanya ke Ibu Betty Alisyahbana, Dirut-nya. Juga ada yang lainnya, yaitu CISCO Indonesia dan Ernst & Young Jakarta.

Keuntungan lainnya adalah makin berkembangnya bisnis para Operator/Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi/Internet, para Pengelola Warnet, Wartel (traffic telekomunikasi meningkat, revenue meningkat, profit makin besar). Jaringan 3G yang sudah satu tahun lebih menjadi tidak mubazir.

Semoga bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara.